Pemkab Gunungkidul: Tak Ada Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru

Pemkab Gunungkidul melarang pesta kembang api dan segala bentuk kegiatan yang menyebabkan kerumunan pada malam pergantian tahun atau tahun baru.

 Suasana pesta kembang api saat penutupan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/YU

SOLOPOS.COM - Suasana pesta kembang api saat penutupan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/YU

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melarang pesta kembang api dan segala bentuk kegiatan yang menyebabkan kerumunan pada malam pergantian tahun atau tahun baru.

Pemkab Gunungkidul memilih mengambil kebijakan tersebut meskipun pemerintah pusat sudah memutuskan tidak akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Pertimbangan utama yakni risiko persebaran Covid-19.

PromosiJake Daniels dan Para Pesepak Bola Gay dalam Pusaran Liga Inggris

Baca Juga : Tikus Pithi Noto Baris Tertulis di Ramalan Jayabaya, Ini Maknanya

“Tidak kami izinkan pesta kembang api sesuai aturan. Mari ikuti kebijakan tersebut. Potensi penularan Covid-19 saat Nataru [natal dan tahun baru]. Tidak ada pesta kembang api yang biasanya dipusatkan di Alun-Alun Wonosari,“ ujar Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, Kamis (9/12/2021).

Heri memaknai langkah pemerintah pusat membatalkan PPKM level 3 sebagai upaya menyeimbangkan kondisi ekonomi dengan kesehatan. “Memang harus dijaga keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan. Harus ingat ini masih pandemi [Covid-19],” tutur Heri.

Dia mengklaim kasus Covid-19 di Gunungkidul cenderung dapat dikendalikan saat ini. Salah satu indikator, yakni tidak ada klaster baru selama beberapa waktu terakhir.

Baca Juga : Ditangkap! Penyebar Video Mesum Pelajar Salatiga yang Viral

Selain itu, Pemkab Gunungkidul juga terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 sebagai upaya mencegah persebaran Covid-19. Di sisi lain, Heri mengingatkan masyarakat tetap waspada.

Salah satunya melalui penerapan protokol kesehatan (prokes). “Kami harap wisatawan mengikuti syarat perjalanan, seperti penggunaan [aplikasi] PeduliLindungi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD0 akan bekerja sesuai kewenangan masing-masing.

Baca Juga : Polisi Rilis Penangkapan Jeff Smith dan Barang Bukti Narkotika LSD

Dia mencontohkan Dinkes Gunungkidul menyiapkan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, Dinkes akan gencar melakukan testing, tracking, dan mempercepat vaksinasi Covid-19.

“Obat, aplikasi PeduliLindungi, insya Allah siap. Testing acak dilihat sesuai kebutuhan. OPD lain misal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga itu sekolah seperti apa. Wisata seperti apa. Tentu menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri,” kata Dewi.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

3 Warga Sleman Tewas Tenggak Miras, Pembuatnya Ditetapkan Tersangka

Pasangan suami istri di Sleman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya tiga orang setelah meminum miras oplosan.

Tenggak Miras Oplosan, 3 Warga Sleman Tewas

Tiga warga Sleman tewas setelah menenggak minuman keras oplosan.

Masih Siaga! Selama 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar 10 Kali

Gunung Merapi tercatat mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 10 kali selama periode pengamatan Kamis (19/5/2022) pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB.

Rumah Tempat Syuting Film KKN Desa Penari Kini Kosong, Angker Gak?

Beberapa rumah yang menjadi lokasi tempat syuting film KKN Desa Penari di Gunung Kidul, DIY.

Bakpia Kukus Dinggap Bukan Kuliner Khas Jogja, Sepakat?

Bakpia kukus dianggap bukan termasuk kuliner khas Jogja, mengapa demikian?

Terbentur Aturan Usia, 27 Lansia Asal Sleman Batal Berangkat Haji

Sebanyak 27 calon haji asal Kabupaten Sleman tidak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ini karena terkendala aturan batas umur dari pemerintah Arab Saudi.

1,2 Juta Pekerja di Yogyakarta Belum Terkover BPJS Ketenagakerjaan

Jumlah pekerja informasi maupun formal di DI Yogyakarta yang belum terkover BPJS Ketenagakerjaan mencapai 1,2 juta orang.

Kenapa di Jogja Tidak Ada Angkot? Ini Alasannya

Jumlah angkot yang beroperasi di Jogja setiap tahun mengalami penurunan.

Jadi Tempat Syuting KKN di Desa Penari, Warga Ketiban Rezeki Nomplok

Warga di Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul, seperti ketiban rezeki nomplok saat kampung mereka dijadikan lokasi syuting film KKN di Desa Penari.

Bermodus Ajak Usaha Rental Mobil, Pria Ini Tipu Temannya Rp50 Juta

Seorang pria di Kulonprogo tipu temannya sendiri dengan modus mengajak usaha bersama di bidang rental mobil.

Lokasi Syuting Film KKN di Desa Penari Ternyata di Gunungkidul

Tempat syuting film KKN di Desa Penari ternyata di Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul.

Bus Rombongan Takziah Kecelakaan di Sleman, 1 MD & 26 Orang Luka-Luka

Bus rombongan takziah mengalami kecelakaan di Ring Road Utara, Kalurahan Baturaden, Kapanewon Gamping, Sleman, dan menyebabkan seorang penumpang meninggal.

Pemerintah Kota Jogja Siap Longgarkan Penggunaan Masker

Pemerintah Kota Jogja siap melonggarkan atau memberikan kebebasan bagi warganya untuk menggunakan masker di tempat terbuka.

Ngawur! Puluhan Spanduk Ilegal dan Membahayakan di Bantul Dibongkar

Puluhan spanduk yang dipasang secara ilegal di sejumlah titik di Kabupaten Bantul ditertibkan.

TPA Gunungkidul Menggunung, Setiap Hari Sampah yang Masuk Capai 50 Ton

Volume sampah yang masuk di Tempat Pembuanagn Akhir (TPA) sampah Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, mencapai 50 ton per hari.