Pemkab Grobogan Ajukan Raperda Yang Berlaku 30 Tahun, Tentang Apa?

Pemerintah Kabupaten Grobogan mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang masa berlakunya 30 tahun ke DPRD Grobogan.

 Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto membacakan sambutan saat rapat paripurna pengajuan raperda tentang lingkungan hidup, Selasa (30/11/2021). (Solopos.com/Arif Fajar S)

SOLOPOS.COM - Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto membacakan sambutan saat rapat paripurna pengajuan raperda tentang lingkungan hidup, Selasa (30/11/2021). (Solopos.com/Arif Fajar S)

Solopos.com, PURWODADI – Pemerintah Kabupaten Grobogan mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang masa berlakunya 30 tahun. Raperda yang diajukan dalam paripurna DPRD Grobogan, Selasa (30/11/2021), tentang lingkungan hidup.

Tepatnya Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan Tahun 2021-2050. Hal ini mengingat ketersediaan sumber daya alam dalam bentuk lahan di Grobogan sangat terbatas.

“Sumber daya alam wajib dikelola secara bijaksana agar dapat dimanfaatkan secara berdaya guna, berhasil guna dan berkelanjutan bagi kemakmuran rakyat. Baik generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” jelas Bupati Grobogan, Sri Sumarni dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, Bambang Pujiyanto di DPRD Grobogan, Selasa (30/11).

Baca juga: Tanggul Sungai Jebol, Desa di Kudus Tergenang Banjir

Pengajuan Raperda tersebut lanjutnya, untuk mewujudkan perlindungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan. Agar bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat, generasi sekarang maupun yang akan datang.

Selain itu pengajuan Raperda lingkungan hidup ke DPRD Grobogan, tambahnya, juga untuk melaksanakan ketentuan Pasal 10 ayat (3) huruf c Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Yakni tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan Tahun 2021-2050. Sebagai pedoman perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup maka masa berlaku 30 tahun. Dengan ketentuan dapat dilakukan peninjauan kembali setiap lima tahun sekali,” jelas Bupati.

Baca juga: Cegah Mafia Tanah, BPN Grobogan Gelar Sosialisasi ke Kades dan Lurah

Raperda ini, sambung Bupati, juga digunakan sebagai dasar penyusunan dan dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Grobogan.

Untuk diketahui, Raperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) memuat mengenai beberapa hal. Seperti pemanfaatan dan/atau pencadangan sumber daya alam, pemeliharaan dan perlindungan kualitas dan/atau fungsi lingkungan hidup.

Kemudian pengendalian, pemantauan, serta pendayagunaan dan pelestarian sumber daya alam. Juga adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Yang disusun dalam bentuk skenario perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan target lima tahunan.

 

 

Berita Terkait

Espos Plus

Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

+ PLUS Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi membentuk kubah lava yang salah satunya di bagian barat daya dengan volume mencapai 1.670.000 m3. dan pada bagian tengah mencapai 3.007.000 m3.

Berita Terkini

Polda Jateng Raih Nilai Tertinggi ETLE Nasional, Ini Penyebabnya

Ditlantas Polda Jateng meraih nilai tertinggi dalam program ETLE Nasional Presisi, yakni program yang menjaring pelanggar lalu lintas melalui tilang elektronik.

Kejam! Pria di Semarang Bunuh Istri dan Kabur Bawa Anak

Peristiwa pembunuhan yang melibatkan suami terhadap istri terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (15/1/2022).

Kisah TKI asal Kudus, Gaji Tak Diberi Hingga Kena Deportasi

Kisah sedih berasal dari seorang perempuan asal Kabupaten Kudus yang menjadi TKI melalui agen penyaluran ilegal di Malaysia.

Tepergok Pemilik Rumah Saat Curi Uang, Kurir di Grobogan Ditangkap

Berdalih sedang tertilit utang, seorang kurir barang nekat mencuri uang di rumah pemilik paketan barang di Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Grobogan.

Berikut Prakiraan Cuaca Berbagai Daerah di Jateng Selama Sepekan

BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang merilis prakiraan cuaca di berbagai daerah di Jateng selama sepekan terkait cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Geger! Mayat Misterius Ditemukan di Pantai Pungkruk Jepara

Penemuan sesosok mayat tanpa identitas atau misterius menghebohkan warga di Pantai Pungkruk, Kabupaten Jepara.

Borobudur Edupark Mulai Dibuka Hari Ini, Ada Promo Tiket

Borobudur Edupark mulai Sabtu (15/1/2022) dibuka untuk umum. Pengelola memberikan disko harga tiket masuk selama masa promo.

Dibakar Api Cemburu, Pemuda Magelang Tebas Kepala Selingkuhan Pacar

Seorang pemuda di Kabupaten Magelang nekat melakukan penganiayaan dengan membacok kepala korban yang merupakan selingkuhan pacarnya.

Pemekaran Banyumas Jadi 3 Kabupaten/Kota Terganjal Pandemi Covid-19

Usulan pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas menjadi tiga daerah otonom atau tiga kabupaten/kota telah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tak Kapok! Ganjar Kembali Beri Bantuan ke Kader PDIP

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, kembali membagi-bagikan bantuan untuk renovasi rumah kepada kader PDIP.

Kronologi Meninggalnya Mahasiswa IAIN Salatiga Usai Kegiatan Mapala

Mahasiswi IAIN Salatiga meninggal dunia seusai mengikuti kegiatan mahasiswa pencinta alam (mapala) di Gunung Telomoyo, berikut kronologi kematiannya.

Dua Terpidana Mati Dipindah ke Nusakambangan, Salah Satunya WNA Nigeria

Dua napi terpidana mati kasus narkoba dipindahkan ke LP Nusakambangan yang memiliki penjagaan ekstra ketat dan supermaksimum.

Ditangkap, Perampok di Kudus yang Bacok Tangan Korban Hingga Putus

Aparat polisi meringkus kawanan perampok atau begal yang melukai tangan korban hingga putus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng).

Kemenparekraf Perkuat Pemasaran Homestay Masyarakat di Borobudur

UpayaKemenparekraf ini diharapkan dapat menambah daya tarik Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur sehingga lebih banyak wisatawan yang datang.

Bejat! Santriwati di Magelang Disekap dan Dirudapaksa, Pelaku 3 Orang

Seorang santriwati sebuah pondok pesantren (ponpes) di Magelang menjadi korban rudapaksa dan disekap selama beberapa hari.