Ilustrasi pedagang di pasar tradisional. (Solopos-dok)

Solopos.com, BOYOLALI – Pemkab Boyolali menyiapkan dana sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan Pasar Simo yang baru. Mereka berencana mengalihfungsikan bangunan bekas RSUD Simo menjadi Pasar Simo. Rencana itu sedianya direalisasikan seusai RSUD Simo rampung dipindah.

Wacana pembangunan Pasar Simo disampaikan Bupati Boyolali, Seno Samodro, di sela-sela peresmian bangunan RSUD Simo yang baru di Jalan Raya Simo-Sambi, Desa Pelem, Jumat (6/12/2019) malam. Saat ini, Pasar Simo berlokasi di Dukuh Kebayanan, Desa Pelem, Simo.

Lokasi pasar bakal bergeser kira-kira 300 meter ke arah utara di bekas bangunan RSUD Simo di Dukuh Titang, Desa Simo. Lahan bekas RSUD seluas 5.800 meter persegi itu rencananya ditambah kira-kira satu hektere (ha) di bagian belakang sehingga bangunan pasar yang baru menjadi lebih luas.

“Nanti kira-kira bisa 1,5 ha untuk pasar yang baru, pembangunannya direncanakan awal 2020,” ujar Bupati Seno Samodro.

Berdasarkan pantauan Solopos.com belum lama ini, kawasan Pasar Simo terlihat padat. Lokasinya yang berada di tepi jalan raya membuat arus lalu-lintas tersendat di jam-jam sibuk. Beberapa sudut bangunan pasar di bagian belakang masih beralas tanah.

Diwawancarai terpisah, Camat Simo, Joko Prihanto, mengatakan setelah dipindah bangunan Pasar Simo yang lama juga akan dibongkar. “Nanti juga akan ada alih fungsi di lahan pasar lama,” kata dia.

Sementara itu, proses boyongan RSUD Simo dari lokasi lama ke lokasi baru dimulai Jumat. Boyongan dilakukan secara bertahap hingga RSUD yang baru beroperasi mulai Senin (9/12/2019) besok.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten