Pemkab Boyolali Gelar Simulasi Hajatan, Bisa Jadi Panduan Untuk Warga
Simulasi hajatan dengan protokol kesehatan digelar di depan Kantor Kesbangpol Boyolali, Selasa (27/10/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemerintah Kabupaten Boyolali menggelar simulasi hajatan yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. Video simulasi itu nantinya akan menjadi lampiran dari Surat Edaran (SE) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Boyolali.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Boyolali, Suratno, mengatakan video simulasi penyelenggaraan hajatan di tengah pandemi 2019 itu nantinya akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari SE Forkopimda yang akan segera diterbitkan.

"Direncanakan mulai diberlakukan awal November 2020. Ini sekaligus sebagai bentuk solusi alternatif Pemkab Boyolali mewujudkan masyarakat yang tetap produktif. Memulihkan ekonomi masyarakat tapi tetap dalam koridor aman Covid-19," kata dia kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Waduh! Pasien Positif Covid-19 Asal Jebres Kabur Dari RSUD dr Moewardi Solo

Pelaksanaan simulasi itu dilakukan di depan Kantor Kesbangpol Boyolali. Suratno mengatakan, terkait ketentuan hajatan, pihaknya juga banyak menerima aspirasi dari para pekerja seni.

"Semoga dengan simulasi ini ke depan pekerja seni bisa kembali berkreasi meski tidak bisa maksimal. Ini bukan karena pemerintah tidak memahami pekerja seni, namun kondisi pandemi memang harus disikapi bersama," lanjut dia.

Nantinya video simulasi tersebut bisa menjadi pedoman masyarakat dalam menyelenggarakan hajatan. Menurutnya, video akan ada empat bagian. Pertama tentang persiapan dan bagaimana kegiatan rewangan pada hajatan yang direkomendasikan. Dalam acara itu diimbau untuk tidak perlu melibatkan banyak orang.

Bagian kedua mengenai kegiatan ijab kabul dan upacara adat perkawinan. Untuk kegiatan ijab kabul nanti dilaksanakan sebelum undangan tamu mulai hadir. Kemudian bagian ketiga adalah video yang menggambarkan penyelenggaraan hajatan yang tidak sesuai protokol kesehatan. Kemudian keempat akan dibuat video untuk menggambarkan hajatan yang sesuai protokol kesehatan.

Pada penyelenggaraan hajatan, dia mengatakan nantinya penyelenggara harus mengajukan proposal dulu ke satgas penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan. "Kemudian nanti akan dilakukan verifikasi. Disetujui tidak itu tergantung kondisi lapangan. Soal batas maksimal tamu undangan juga relatif, tergantung kondisi lapangan, termasuk lokasi pelaksanaan hajatan," lanjut dia.

Tak Turun dari Mobil

Pada simulasi itu, ditampilkan tamu yang datang ada yang masuk melewati depan panggung pengantin dengan kendaraannya, namun ada pula yang berjalan kaki. Semuanya harus melalui tes suhu tubuh di pintu masuk. Kemudian diberi hand sanitizer. Selanjutnya ada petugas yang akan membantu memberikan cindera mata atau kotak sumbangan, sehingga tamu yang didalam mobil tidak perlu turun.

Beberapa meter kemudian ada panggung pengantin yang bersandingan dengan panggung hiburan. Tamu berjalan saja di depan panggung dan menyapa pengantin tanpa naik ke panggung. Tidak ada sesi foto untuk menghindari antrean. Kemudian ada petugas yang memberikan makanan yang dikemas untuk dibawa pulang. Tidak ada acara makan di tempat.

Waspada Warga Wonogiri! Pancaroba Berpotensi Angin Kencang, Awasi Pohon dan Baliho

Sebelumnya Sekda Boyolali, Masruri, mengatakan saat ini Boyolal jugai sudah mengeluarkan Perbup No. 49/2020 tentang penerapan protokol kesehatan. Dia berharap masyarakat bisa mematuhi ketentuan yang berlaku.

"Sebenarnya di dalam Perbup itu sudah diatur dari berbagai aspek, diharapkan masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan agar persebaran Covid-19 tidak terus meluas," kata dia belum lama ini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom