Tutup Iklan
Proyek Alun-alun Lor Boyolali yang sudah dikerjakan tahun 2017-2018. Tahun ini Pemkab Boyolali akan membangun lagi empat alun-alun di wilayah pemekaran. (Dokumentasi)

Solopos.com, BOYOLALI—Kecamatan baru hasil pemekaran direncanakan memiliki alun-alun yang terletak berdekatan dengan pusat pemerintahan masing-masing.

Data yang diperoleh Solopos.com dari -keluhkan-bau-busuk-dari-tps-liar-di-jalur-nogosari-mangu-boyolali" title="Warga Keluhkan Bau Busuk dari TPS Liar di Jalur Nogosari-Mangu Boyolali">Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali, disebutkan pada 2019 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali akan membangun empat alun-alun baru.

Dokumen perencanaan tersebut masih merujuk pada jumlah kecamatan sebelum pemekaran. Dua alun-alun dibangun di Kecamatan Ampel, satu di Kecamatan Wonosegoro, dan satu di Kecamatan Musuk. Masing-masing direncanakan menelan anggaran Rp5 miliar sehingga total Pemkab menganggarkan Rp20 miliar.

Rencana pembangunan alun-alun juga dibenarkan Camat Tamansari, Wurlaksono, kepada Solopos.com, Senin (25/2/2019) siang. Pembangunan alun-alun akan berlangsung satu paket bersamaan dengan pembangunan kantor pemerintahan terpadu.

Satu kompleks kantor tersebut akan memiliki Kantor Kecamatan, Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek), Komando Rayon Militer (Koramil), pusat pendidikan, dan pusat kesehatan.

Rencana pembangunan alun-alun tersebut, imbuh Wurlaksono, berembus ketika -boyolali-tak-periksa-bupati-seno-terkait-deklarasi-capres" title="Bawaslu Boyolali Tak Periksa Bupati Seno Terkait Deklarasi Capres">Bupati Seno Samodro meninjau detail engineering design (DED) pembangunan perkantoran terpadu, Jumat (22/2/2019) lalu.

“Kabarnya akan ada alun-alun namun kami belum dapat memastikan,” ujar Wurlaksono.

Wurlaksono mengatakan pembangunan kantor terpadu Kecamatan Tamansari akan dimulai Maret nanti. Langkah awalnya adalah pengerukan dan perataan tanah.

Perencanaan

Isu pembangunan alun-alun di pusat kota kecamatan ini juga berembus di Kecamatan Wonosamodro. Sekretaris Camat Wonosamodro, Pujiyo, menuturkan kabar pembangunan alun-alun sempat berembus. Namun saat ini untuk pembangunan kompleks perkantoran terpadu belum dimulai. “Masih dalam tahap pengurusan lahan,” ujar Pujiyo.

Staf Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Wonosegoro, Suratno, menuturkan bakal ada satu alun-alun yang rencananya dibangun di kawasan Wonosegoro. “Meski perencanaan di Wonosegoro pembangunannya di Wonosamodro, saat itu perencanaan masih jadi satu,” imbuh dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten