Ilustrasi Air (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO -- Rencana pemindahan dan penyambungan pipa milik Perumda Air Minum (PDAM) Toya Wening di Purwosari, Solo, yang diperkirakan berdampak pada 20.000 pelanggan air ditunda.

Tadinya PDAM Solo menjadwalkan pemindahan dan penyambungan pipa transmisi lama ke baru di Jl. Slamet Riyadi sekitar Stasiun Purwosari itu pada Senin (18/11/2019). Namun, rencana itu ditunda jadi Kamis (21/11/2019).

Plt. Direktur Teknik Perumda Toya Wening, Tri Atmaja, mengatakan berdasarkan simulasi yang dilakukan setelah aksesori datang, PDAM menilai salah satu alat bekerja kurang optimal.

Densus 88 Amankan 1 Orang di Kauman Solo Lalu Geledah Rumah Indekos

“Karet pipanya kurang tebal. Apabila nanti dipaksakan dan ditekan, takutnya terjadi kebocoran sehingga bikin dua kali kerja,” kata dia saat jumpa pers di Kantor PDAM Solo, Senin.

Selain persoalan tersebut, Tri menyebut adanya persilangan antara jaringan pipa dengan saluran drainase bawah tanah membuat konstruksi penyambungan pipa lama dengan pipa baru harus disusun ulang.

PDAM harus menggeser posisi pipa baru sekitar 18 meter dari lokasi semula. Pekerjaan tersebut membutuhkan pipa galvanis steel yang saat ini tengah dipesan.

“Barangnya sudah ada dan tinggal diambil. Begitu sampai di lokasi, segera dipasang. Proses ini butuh waktu beberapa hari,” paparnya.

Dikenal Ramah, Tetangga di Polokarto Sukoharjo Kaget Imam Ditangkap Densus 88

Tri menyebut penundaan proyek dilakukan agar dampak yang dirasakan pelanggan tidak terlalu lama. Saat penyambungan pipa berlangsung manajemen PDAM berencana mengalihkan jalur distribusi air bersih dari pipa utama di Purwosari ke pipa-pipa penyalur di sejumlah lokasi di sekitarnya.

Pengalihan distribusi itu berpotensi menurunkan debit air yang tersambung ke saluran pelanggan. Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul Pamilih, menerangkan pekerjaan tambahan pada proyek yang juga memicu penundaan adalah penyambungan pipa asbes 300 DN di PIT 3 yakni di simpang tiga Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Agus Salim.

Ustaz di Solo Diciduk Densus 88

“Seperti rilis sebelumnya, jika ada gangguan lebih dari 24 jam, kami akan dropping air,” kata Bayu.

Konsultan pengawas proyek, Sutardi, membenarkan adanya penundaan tersebut. “Skenario awal crossing pipa asbes 300 DN tidak dikerjakan bersamaan. Namun, PDAM meminta bersamaan. Selain itu, PDAM juga meminta agar alatnya disesuaikan dengan yang digunakan selama ini. Kami tinggal mengikuti PDAM untuk menyesuaikan alat tersebut,” ucapnya, Senin.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten