Pekerja menyelesaikan penyambungan pipa saluran air bersih milik Perumda Air Minum Toya Wening Solo di Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Laweyan, Solo, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Perumda Air Minum (PDAM) Toya Wening Solo mulai mengerjakan proyek pemotongan dan penyambungan pipa transmisi di Jl. Slamet Riyadi, sekitar Stasiun Purwosari, Laweyan, Solo, Kamis (21/11/2019) pagi.

Pemindahan pipa tersebut merupakan dampak dari penataan utilitas menjelang pembangunan flyover Purwosari. Pemindahan pipa ini dipastikan mengganggu layanan air bersih 20.000-an pelanggan.

Plt. Direktur Teknik Perumda Toya Wening, Tri Atmaja Sukamulya, mengatakan gangguan tersebut di antaranya layanan air yang benar-benar terhenti, debit air yang berkurang, dan keruhnya air yang keluar dari saluran pelanggan.

Kopilot Wings Air Bunuh Diri Usai Dipecat, Ternyata Begini Status Pilot Lion Group

“Sejumlah keluhan yang kami terima pada Kamis siang, warga di Kampung Purwotomo, Kelurahan Purwosari, sudah meminta dropping, sedangkan di Kampung Mendungan, Kelurahan Karangasem, airnya keruh,” kata dia saat dijumpai di Purwosari, Kamis.

Tri menjelaskan air keruh merupakan dampak dari penutupan jaringan pipa sebelah utara karena akan dipotong. Air yang semula mengalir ke pipa utara berubah ke selatan memenuhi seluruh pipa asbes.

Endapan kotoran pada seluruh pipa ikut hanyut bersama air sehingga menjadi keruh. Sementara debit yang berkurang dikarenakan angin yang terjebak di pipa saat pemotongan dan penyambungan dilakukan.

Ngaku Cinta dan Sayang, Siswa SMA Tega Bacok Guru di Bantul

Saluran pelanggan yang dibuka ikut membebaskan aliran angin itu sehingga debit dapat kembali normal seiring waktu.

“Kendati pemotongan hanya berlangsung 12 jam, kami memperkirakan sekitar dua pekan saluran distribusi pelanggan baru kembali normal. Prediksi itu berdasarkan simulasi yang kami lakukan,” kata dia.

Tri menyampaikan pengerjaan pemotongan dan penyambungan pipa yang menyasar dua segmen, yakni PIT 1 di Jl. Slamet Riyadi depan Hotel Amrani dan PIT 4 di Jl. Slamet Riyadi, depan Kantor PLN Solo berlangsung pada Kamis.

Laris Manis, Warung di Sragen Ini Jual Nasi Soto Rp1.000/Mangkok

Sedangkan penyambungan pada PIT 3 di pertigaan Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Agus Salim dilakukan Jumat (22/11/2019). Pipa yang dipotong dan disambungkan tersebut berasal dari aliran air dari Mata Air Cokro Tulung ke menuju ke timur.

“Pipa di PIT 1 dan 4 berukuran 450 DN dan PIT 3 ukuran 300 DN,” kata Tri.

Saluran distribusi pelanggan yang terganggu, yakni dari Jl. Slamet Riyadi ke arah timur di ujung pelayanan yakni sampai Kelurahan Semanggi dan wilayah selatan dari Jl. Slamet Riyadi, Kleco sampai depan Bundaran Gladag.

Mulai 2020, Pengangguran Digaji Pemerintah Hingga Rp7 Jutaan

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul Pamilih, mengatakan guna mengatasi gangguan air tersebut PDAM menerjunkan enam truk tangki.

“Teknisnya, apabila pelanggan mengeluhkan aliran air yang terhenti atau keruh dapat menghubungi kantor unit setempat atau kantor pusat Perumda atau melalui layanan perpesanan Whatsapp di nomor 082219258787,” ucap Bayu.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten