Tutup Iklan
Borneo Bay City yang dibangun PT Agung Podomoro di Balikpapan. (Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk. mengantongi sedikitnya Rp20 miliar dari hasil promosi unit apartemen kawasan Borneo Bay City di Kota Balikpapan. Hal ini menjadi angin segar bagi PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) setelah adanya pengumuman pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

Head of Advertising and Promote Borneo Bay City Tri Wijaya mengatakan optimistis penjualan Borneo Bay kali ini dengan promo Rp700 juta meningkat setelah pengumuman pemindahan ibu kota negara ke wilayah Kalimantan Timur.

"Pasar sedang melirik properti Borneo Bay City mahakarya PT Agung Podomoro Land di IKN [ibu kota negara] baru. Hari ini penjualan apartemen Borneo Bay City tembus Rp20 miliar lebih," tutur Tri kepada Bisnis, Minggu (1/9/2019).

Sementara itu, Direktur APLN Agung Wirajaya mengatakan bahwa efek berganda dari rencana strategis pemerintah ini akan berdampak positif kepada banyak hal. “Terutama untuk mempercepat pembangunan di kawasan timur Indonesia,” kata Agung melalui siaran pers, Minggu (1/9/2019).

Balikpapan dan wilayah lain di Kalimantan Timur, menurut Agung, tentunya akan menjadi wilayah yang lebih cepat menerima dampak positif dari rencana pemerintah ini, disusul wilayah Indonesia bagian timur lain juga akan merasakan dampak berganda yang nyata dan akan berkembang semakin pesat lagi.

“Kelak, akan ada tambahan satu kota besar baru di kawasan timur Indonesia yang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi Indonesia,” tuturnya.

Agung menuturkan bahwa sebelum santer terdengar wacana perpindahan ibu kota ke Kalimantan, Kota Balikpapan sudah menjadi salah satu wilayah yang berkembang cukup pesat di Kalimantan.

Sejak lama, tuturnya, APLN telah melihat Balikpapan sangat prospektif untuk pengembangan usaha properti di wilayah Indonesia bagian timur. Dari perspektif ini, akhirnya APLN pada 2013 mengembangkan Borneo Bay City di Balikpapan.

Borneo Bay City yang dibangun dengan konsep superblok di lahan menempati lahan 10 hektare dengan sekitar 5 hektare merupakan lahan pengembangan baru. “Ini berkah buat kami. Rencana pemindahan ibu kota ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Pasir Utara yang relatif berdekatan dengan lokasi Borneo Bay City ternyata makin meningkatkan minat masyarakat terhadap properti kami di sini,” ujar Agung.

Dia mengklaim Borneo Bay City memiliki sejumlah kelebihan yang ditawarkan kepada konsumen, antara lain, taman hijau seluas 3,50 hektareada 3 mal atau trade mall dalam satu kawasan. Kompleks tersebut juga dilengkapi dengan hotel bintang lima, tujuh menara apartemen dengan pemandangan Selat Makassar.

Agung menuturkan bahwa sementara ini, perusahaan masih berkonsentrasi dalam proyek Borneo Bay City. “Saat ini, fokus kami adalah untuk terus mengembangkan Borneo Bay City sehingga dapat menjadi kawasan yang terus terintegrasi untuk menopang wilayah ibu kota baru di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten