Peminat Tes Cepat Antigen di Bandara Adi Soemarmo Melonjak, 85 Orang Reaktif
Ilustrasi rapid test.(Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, SOLO—Peminat layanan tes cepat antigen di Bandara Adi Soemarmo kian banyak sebagai syarat wajib yang ditetapkan pemerintah untuk penumpang maskapai pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

Kebijakan ini dikeluarkan sebagai antisipasi pencegahan persebaran Covid-19. Sejak dibuka pada Jumat (18/12/2020), sebanyak 85 warga dinyatakan reaktif dari hasil tes cepat antigen tersebut. Di sisi lain, sesuai prediksi puncak arus mudik libur Natal melalui Bandara Adi Soemarmo dan stasiun kereta api di Solo terjadi pada 23-24 Desember 2020.

Airport Operation Services and Security Senior Manager Bandara Adi Soemarmo, Riyaman, mengatakan sejak dibuka (tes cepat antigen) pada akhir pekan lalu, animo masyarakat untuk mengakses layanan ini cukup banyak dari hari ke hari.

“Dari yang kami siapkan peminat tes tersebut membeludak setiap harinya. Sekarang dua-duanya kami layani, baik tes cepat antibodi dan tes cepat antigen, yakni harga tes cepat antigen di bandara senilai Rp170.0000, sementara tes cepat antibodi Rp85.000,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (25/12/2020).

Istirahat di Rest Area Sragen, Pemudik Jalur Tol Dapat Edukasi Protokol Kesehatan

Riyaman menjelaskan warga yang mengikuti tes cepat antigen kian banyak dari hari ke hari. Namun demikian, masyarakat umum masih mendominasi mengingat layanan tes tersebut dibuka tidak hanya untuk penumpang maskapai penerbangan.

Pihaknya mencatat dari 18 - 24 Desember 2020 sebanyak 2.326 orang mengikuti tes rapid di Bandara Adi Soemarmo, perinciannya sebanyak 2.094 orang tes cepat antigen dan 232 orang tes cepat antibodi. Dari 2.094 orang yang tes cepat antigen, hasilnya 85 orang reaktif, sementara dari 232 orang tes cepat antibodi, hasilnya 15 orang reaktif.

“Bagi mereka yang hasilnya reaktif, kami panggil keluarganya agar yang bersangkutan dibawa pulang untuk dilakukan isolasi mandiri atau pun pemeriksaan lebih lanjut. Jika yang bersangkutan merupakan penumpang pesawat, kami juga kontak maskapai untuk mengurus refund atau pun reschedule penerbangannya,” papar dia.

Di sisi lain, load factor penumpang pesawat terbang pada masa angkutan Nataru, lonjakan terbanyak terjadi pada 23 - 24 Desember 2020. Sebelumnya pada H-4 (Senin, 21/12/2020) sebanyak 874 orang (2019: 6.564 orang), dan H-3 (Selasa, 22/12/2020) sebanyak 997 penumpang (2019: 5.928 orang). Sedangkan pada H-2 (Rabu, 23/12/2020) sebanyak 1.238 penumpang (2019: 4.608 orang) dan H-1 atau malam Natal (Kamis, 24/12/2020) sebanyak 1.741 penumpang (2019: 5.541 orang).

Posko Masa Angkutan Nataru

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Supriyanto, menambahkan prediksi puncak arus mudik libur Natal terjadi pada 23 - 24 Desember 2020. Menurutnya, penumpang yang melalui (berangkat dan turun) stasiun di wilayah Daops VI sebanyak 10.843 penumpang pada Rabu (23/12/2020) dan sebanyak 9.777 orang pada Kamis (24/12/2020). Sedangkan pada Jumat (25/12/2020) hingga pukul 12.00 WIB sebanyak 7.201 penumpang.

Dari sebanyak 10.843 penumpang pada Rabu (23/12/2020), penumpang yang turun sebanyak 7.040 orang dan 3.803 orang yang berangkat melalui Daops VI. Sementara pada H-1 Natal sebanyak 9.777 orang, terdiri dari 3.435 orang yang naik dan 6.342 turun di Daops VI.

“Sesuai prediksi kami, arus puncak mudik libur Natal ini terjadi pada 23-24 Desember 2020. Antisipasi kami dengan adanya lonjakan jumlah penumpang tersebut dengan dibuatnya Posko masa angkutan Nataru yang ada di masing-masing stasiun,” kata dia.

Istirahat di Rest Area Sragen, Pemudik Jalur Tol Dapat Edukasi Protokol Kesehatan

Di samping itu, penumpang yang mengikuti tes cepat antigen juga bertambah banyak. Hal ini mengingat tes tersebut sebagai syarat utama penumpang naik KA jarak jauh. Di Daops VI Yogyakarta tes cepat antigen pada 22 Desember 2020 ada sebanyak 1.215 orang, pada 23 Desember sebanyak 1.696 penumpang, dan pada 24 Desember sebanyak 1.577 orang.

“Kini layanan tes rapid antigen diperluas, sebelumnya ada di dua stasiun di Daops VI, yakni Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Yogyakarta. Sekarang ada juga di Stasiun Lempuyangan. Layanan dibuka pukul 07.00 WIB - 20.00 WIB, harganya Rp105.000 khusus penumpang KA dengan menunjukkan kode booking tiket KA,” jelas dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom