Peminat Madrasah di Kabupaten Semarang Melonjak, Ini Sebabnya…
Foto ilustrasi Madrasah Aliah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)

Solopos.com, UNGARAN Peminat pendidikan madrasah di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) terus mengalami peningkatan sekitar 20% setiap tahunnya.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, Muhdi, saat menghadiri acara pembukaan Madrasah Expo 2020 di GOR Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Jumat (3/1/2019).

Muhdi menyebut saat ini jumlah peserta didik madrasah di berbagai tingkatan di Kabupaten Semarang mencapai 40.000 orang.

“Peningkatan tersebut dikarenakan para orang tua dan siswa mulai mengerti bahwa selain pendidikan, pengetahuan agama juga penting. Siswa juga mendapat bekal duniawi,” jelas Muhdi saat dijumpai wartawan di GOR Pandanaran.

Muhdi mengatakan saat ini jumlah madrasah ibtidaiah di Kabupaten Semarang mencapai 164 sekolah, di mana enam di antaranya berstatus negeri. Sedangkan madrasah sanawiah mencapai 42 sekolah, di mana satu sekolah berstatus negeri, dan madrasah aliah mencapai 10 sekolah, dengan dua di antaranya berstatus negeri.

“Jumlah madrasah negeri memang masih sedikit karena berkaitan dengan persyaratan yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Muhdi menyebutkan Madrasah Expo 2020 digelar sebagai salah satu sarana untuk lebih memperkenalkan pendidikan madrasah kepada masyarakat.

“Masyarakat bisa melihat kelebihan pendidikan madrasah. Ada pendidikan agama, ketrampilan, penelitian, dan lain-lain. Pengunjung juga bisa berkomunikasi dan mencari tahu soal madrasah.

Madrasah Expo 2020 menghadirkan 22 stan yang berasal dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang. Acara pembukaan Madrasah Expo 2020 juga turut dihadiri Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

“Ini sangat hebat, ada pameran hasil karya siswa dan madrasah mulai dari teknologi hingga pertanian. Ada semua di sini,” ujar Ngesti.

Ngesti juga berharap agar Kemenag Kabupaten Semarang tetap memberikan pelayanan maksimal pada penyelenggara pendidikan madrasah, terutama dalam mengantisipasi bahaya radikalisme.

“Tak kalah penting, tetap bersama menjaga kondisi dan situasi lingkungan masyarakat, serta menanggulangi radikalisme,” ujar Ngesti.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho