Pemimpin Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Yahoo.com)

Solopos.com, TEHERAN – Pemimpin Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut Amerika Serikat sebagai mitra kejahatan Israel terhadap Palestina. Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika Serikat meresmikan kedutaan besar (kedubes) untuk Israel di Yerusalem, Senin (14/5/2018), lalu.

Sehubungan dengan peresmian Kedubes Amerika Serikat di Yerusalem, Ayatollah Ali Khamenei meminta semua negara Islam bangkit untuk melawan. "Al Quds [Kota Suci, sebutan bagi Yerusalem] adalah ibu kota Palestina. Kota tersebut akan dibebaskan dari semua musuh dengan bantuan Tuhan," kata Ayatollah Ali Khamenei seperti dilansir Xinhua, Jumat (18/5/2018).

Senada dengan Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengecam kebungkaman sebagian negara Arab dan Islam terkait tindakan Amerika Serikat. Dia juga mengungkapkan keprihatinan terkait bentrokan berdara antara warga sipil Palestina dan tentara Israel di Jalur Gaza.

Pada bentrokan tersebut, Israel melancarkan serangan yang membuat puluhan nyawa warga Palestina melayang. Padahal, dalam aksi tersebut mayoritas warga Palestina tidak membawa senjata. Mereka hanya melakukan aksi demonstrasi guna menentang peresmian Kedubes Amerika Serikat di Yerusalem. Namun, aksi protes mereka dibalas dengan serangan mematikan.

Bentrokan berdarah yang terjadi di Jalur Gaza juga menuai simpati sejumlah pemimpin negara dunia, salah satunya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Dia mengatakan bahka Persatuan Bangsa-Bangsa telah gagal menanggulangi tragedi mengerikan tersebut.

"PBB telah gagal menanggulangi tragedi di Jalur Gaza. Jika penindasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina terus berlanjut, maka dunia akan terseret dalam kekacauan," kata Recep Tayyip Erdogan seperti dilansir Aljazeera, Kamis (17/5/2018).

Guna menanggulangi kekacauan yang mungkin terjadi, Recep Tayyip Erdogan menyerukan pertemuan darurat anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), di Istanbul, Turki, Jumat (18/5/2018). Menurutnya, sebagian besar warga dunia gagal menanggapi peristiwa di Gaza, Palestina. Dia juga menegaskan sikap diam yang dilakukan selama ini berarti membuka pintu bahaya semakin lebar.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten