Ilustrasi kursi pejabat eselon 2 yang kosong (JIBI/dok)

Solopos.com, SUKOHARJO--Seusai pemilihan legislatif (pileg) 2014 lalu, kantor DPRD Sukoharjo sepi dari kunjungan anggotanya. Hingga Rabu (14/5/2014), setiap hari hanya satu dua atau bahkan tak ada yang datang sama sekali ke kantor yang terletak di Jl. Veteran ini.

Para anggota Dewan ini terlihat banyak yang masuk ketika ada agenda rapat di kantor. Namun mereka kedatangqan mereka ketika rapat kadang juga terlambat sehingga mengakibatkan rapat diskors menunggu kuorum terlebih dahulu.

Hal itu seperti terjadi pada pertengahan bulan lalu. Ketika itu DPRD Sukoharjo menggelar Rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sukoharjo 2013 yang digelar di ruang rapat Paripurna.

Rapat terpaksa diskors sesaat, karena ketika rapat digelar anggota Dewan yang hadir dinilai tak kuorum. Salah seorang anggota Pansus, Suryanto mengusulkan rapat Pansus diskors.

“Saya keberatan kalau rapat ini diteruskan karena tidak kuorum. Kalau dipaksakan diteruskan saya akan meninggalkan tempat,” ujar dia menginterupsi rapat saat hendak dimulai, Kamis (17/4).

Namun Sekretaris DPRD Sukoharjo, Sriyono yang pada Rabu (14/5) sedang dinas di Semarang saat dikonfirmasi mengatakan anggota Dewan yang tak masuk telah izin. “Kebetulan hari ini [Rabu] saya ada dinas di Semarang. Tetapi selama ini para anggota Dewan yang tidak hadir ada izin kok,” ujar dia.

Berdasar pengamatan di lokasi, mesjid di kompleks DPRD Sukoharjo yang biasanya setiap Jumat ramai oleh anggota Dewan, akhir-akhir ini jarang terlihat anggota Dewan ikut sembahyang Jumat di situ. Mesjid yang terletak di dekat Alun Alun Satya Negara itu hanya dipenuhi masyarakat umum dan pelajar.

SElain itu area parkir kendaraan yang biasanya penuh dengan mobil baik pelat merah maupun pelat hitam juga lengang. Sehingga tempat itu sering digunakan parkir kendaraan roda dua.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten