Tutup Iklan -->
Pemilu 2019, KPU Jateng Beri Perhatian Khusus ke Soloraya
ilustrasi pemilu. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengakui terjadinya peningkatan eskalasi politik di sejumlah wilayah di Jateng, tak terkecual Kota Solo, mendekati pelaksanaan Pemilu 2019.

Untuk mencegah berbagai kerawanan, KPU Jateng mendampingi secara khusus pelaksanaan pesta demokrasi di Soloraya. Penjelasan tersebut disampaikan Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Jateng, Paulus Widyantoro.

“Kami sudah antisipasi Soloraya harus kami dampingi secara khusus. Dari Polri tentu sudah mengantisipasi hal ini,” ujar dia saat diwawancarai Solopos.com di sela-sela Rapat Konsolidasi KPU se Jateng, Jumat (25/1/2019), di Hotel Sunan Solo.

Menurut Paulus, KPU Jateng telah berkomunikasi intensif dengan sejumlah pemangku kepentingan di Kota Bengawan. Arahnya agar berbagai persoalan yang muncul di Solo bisa segera ditindaklanjuti, bukan dibiarkan begitu saja.

Tapi Paulus menilai dinamika politik yang terjadi Solo sejauh ini masih dalam taraf normal. Setiap capres-cawapres dibolehkan berkampanye di semua lokasi.

Tidak ada batasan-batasan wilayah dalam pelaksanaan kampanye. Lebih jauh dia menyatakan persiapan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Jateng sudah mencapai 80-an persen.

Paulus optimistis pada 17 April 2019 pemungutan suara persiapan penyelenggaraannya sudah mencapai 100 persen. KPU tinggal mempersiapkan pembentukan kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) dan menunggu kedatangan logistik.

Pembentukan KPPS dimulai tahap perekrutan mulai Februari hingga 30 hari sebelum pencoblosan. Sedangkan ihwal logistik pemilu KPU perlu menyiapkan pengelolaannya seperti penyortiran dan pelipatan surat suara.

“Dimungkinkan saat ini surat suara mulai dicetak, pertengahan Februari sudah tiba di KPU daerah,” kata dia.

KPU kabupaten/kota juga perlu menyiapkan perakitan kotak suara yang dibuat dengan bahan dupleks, bukan kardus. Kendati sudah dilapisi plastik, perlakuan terhadap dupleks kotak suara harus sesuai standar yang disyaratkan.

“Kondisi gudang penyimpanan harus dipastikan tidak bocor atau kebanjiran. Kotak suara tak boleh ditaruh langsung di lantai. KPU bekerja sama dengan Bulog dalam penanganan logistik agar tak diserang rayap, kutu, dan tikus,” urai dia.

Berdasar hasil pengecekan kondisi gudang logistik 35 KPU kabupaten/kota di Jateng, menurut Paulus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi pengecekan kondisi gudang dilakukan saban hari oleh petugas KPU kabupaten/kota.

“Kami yakin masyarakat Jateng semakin matang dan cerdas menghadapi pemilu. Teman-teman komisioner KPU di daerah harus profesional dan memahami sepenuhnya regulasi agar tak terjadi gejolak,” seru dia.

Terpisah, Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono, mengatakan tingkat kerawanan Pemilu 2019 Kota Solo diukur dari empat paspek parameter, tergolong sedang. Dia berharap Kota Bengawan tetap kondusif hingga pascapemilu.



Avatar
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho