Pemilik Warung Apung Rawa Jombor Klaten Enggan Dipindah ke Darat

Pemilik Warung Apung Rawa Jombor Klaten Enggan Dipindah ke Darat

SOLOPOS.COM - Warung apung yang berada di sisi utara Rawa Jombor Klaten selama ini menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Pemkab Klaten berencana memindahkan warung-warung di lokasi tersebut untuk pemulihan fungsi rawa sebagai sarana irigasi. Foto diambil Senin (19/1/2015). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Pemilik warung apung di Rawa Jombor, Klaten, enggan pindah ke darat karena sudah menjadi daya tarik wisata.

Solopos.com, KLATEN -- Pengusaha warung apung di kawasan Rawa Jombor berharap keberadaan warung di rawa tetap dipertahankan. Hal ini lantaran warung apung menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi rawa yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat itu.

Salah satu pengusaha warung apung, Dikan, 65, mengatakan belum menerima sosialisasi soal rencana pemindahan warung apung yang berada di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Soal rencana pemindahan, ia bersedia jika dilakukan penataan.

“Namun, bentuknya tetap warung apung. Kalau tidak warung apung ya usahanya mati. Seandainya pedagang warung apung dipindahkan ke daratan, tempatnya di mana? Tidak ada tempat,” kata Dikan saat ditemui Solopos.com di warung apungnya, Minggu (5/11/2017).

Pemilik warung Pondok Roso 17 itu mengatakan datangnya warga berwisata ke Rawa Jombor lantaran tertarik keberadaan warung apung yang menyajikan kuliner dengan menu utama ikan air tawar. Para tamu menikmati sajian kuliner sembari menikmati pemandangan rawa dan alam sekelilingnya.

Saat ini, Dikan memiliki pegawai sekitar 70 orang yang membantunya melayani para tamu terutama saat akhir pekan dan hari libur. Para pegawai berasal dari warga Desa Krakitan.

Pria yang sudah membuka usaha sekitar 16 tahun itu mengatakan warung apung bermunculan setelah krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1998. Awalnya, para pengusaha merupakan nelayan karamba yang membudidayakan ikan di Rawa Jombor. “Saat reformasi itu makanan ikan naik dua sampai tiga kali lipat. Sementara, ikan yang dipelihara tidak laku. Akhirnya merugi,” katanya.

Lantaran terus merugi, salah satu nelayan mulai mencoba membuka usaha warung terapung dengan sajian menu dari ikan rawa. Pembuatan warung itu terinspirasi dari kesuksesan pengelolaan tempat pemancingan serta kuliner di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo.

Setelah itu, lambat laun warga mulai mendirikan warung apung dengan dana pribadi termasuk Dikan yang memulai usaha sekitar 2001. Saat ini, ada 20-an warung apung yang berderet di salah satu sisi Rawa Jombor.

Berita Terkait

Berita Terkini

Perpanjang PPKM Mikro Dipastikan Berdampak ke Pariwisata Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memperpanjang PPKM Mikro hingga 17 Mei 2021 dan dipastikan berdampak ke sektor pariwisata Jateng.

Ratusan Pemudik Masuk Solo Saat Pengetatan, Ada Yang Positif Covid-19

Sekitar 500 pemudik sudah masuk ke Kota Solo selama masa pengetatan mudik sejak 22 April lalu, salah satunya terkonfirmasi positif Covid-19.

Larangan Mudik Dimulai, Jalan Tol Layang MBZ Ditutup

Vera mengatakan penutupan Jalan Layang MBZ dilakukan untuk pengendalian transportasi yang bertujuan membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek.

Salatiga Tutup Pasar Tiban & Objek Wisata

Pemkot Salatiga menutup fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa Lebaran 2021, termasuk pasar tiban dan objek wisata.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Kamis 6 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Kamis, 6 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Mobil Rombongan Pemudik Hantam Truk di Jalan Tol Madiun

Sebuah minibus pengangkut rombongan pemudik terlibat kecelakaan menabrak truk di jalan tol Madiun Km. 603 A dari arah barat ke timur.

Tingkatkan Kompetensi Lulusan, Politeknik Negeri Madiun Siap Upgrading 6 Prodi D3

Direktur Jenderal Pendidikan  Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Wikan Sakarinto, mengatakan kebijakan program studi D3 ditingkatkan menjadi Sarjana Terapan atau D4 ini diharapkan disambut baik seluruh perguruan tinggi vokasi.

Kekinian Banget! Kafe Di Pasar Nguter Sukoharjo Ini Sajikan Jamu Dengan Nama-Nama Unik

Kafe jamu di Pasar Nguter, Sukoharjo, yang diresmikan Puan Maharani pada 2019 menyajikan aneka minuman dengan nama unik.

6-17 Mei, KAI Batasi 20 Perjalanan KRL Jogja-Solo

KAI Commuter membatasi operasional kereta rel listrik atau KRL Jogja-Solo, dan KA Prameks dalam kurun waktu 6-17 Mei 2021.

4 Zodiak Ini Kata Astrologi Punya Ingatan Tajam

Astrologi barat menengarai adanya pemilik tanda zodiak yang memiliki ingatan lebih tajam dari orang kebanyakan.

Festival Pendidikan Astra: Transformasi Pendidikan Mencapai SDGs

Pendidikan menjadi salah satu pilar pendukung untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pada 2030.

Volume Kendaraan Masuk Solo Naik Sejak 3 Hari Menjelang Larangan Mudik

Jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo pada tiga hari menjelang pemberlakuan larangan mudik Lebaran mengalami peningkatan.