Pemilik Kolam Renang Doeng Cuo Sragen Meninggal, Pemakaman dengan Prosedur Covid-19
Ilustrasi karangan bunga duka cita (JIBI/Dok)

Solopos.com, SRAGEN — Mantan Direktur BPR BKK Karangmalang, Sragen, yang juga pemilik kolam renang Doeng Cuo Karangmalang, Supardi, meninggal dunia, Kamis (4/12/2020) sore.

Pemakaman jenazah almarhum dilakukan dengan prosedur protokol kesehatan Covid-19 di pemakaman umum wilayah Desa Puro, Karangmalang, lantaran meninggal di rumah sakit di Solo.

Bayan Desa Puro, Sri Hartati, membenarkan bila almarhum meninggal pada waktu Asar. Dia mengatakan pemakaman itu menggunakan protokol kesehatan.

28 Malam Pengungsi Erupsi Merapi Diantar Jemput Ambulans Dari Tegalmulyo Klaten

Dia mengatakan informasi dari dokter semua pasien yang meninggal di rumah sakit maka pemulasaraan jenazah menggunakan protokol kesehatan.

“Jadi belum tentu terkonfirmasi atau belum. Saya tidak tahu almarhum positif atau tidak. Saya menerima informasi almarhum meninggal sekitar Asar tetapi tepatnya jam berapa tidak tahu,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno juga mendapatkan informasi atas meninggalnya Supardi. Namun, Dedy belum mendapatkan informasi tentang status meninggalnya almarhum.

Sejarah Hari Ini: 5 Desember 1901 Kelahiran Walter Elies Disney

Kepala Desa Puro, Suryanto, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (5/12/2020), menjelaskan almarhum meninggal dunia di RS Kasih Ibu Solo pada pukul 15.00 WIB.

Penyemprotan Disinfektan untuk Antisipasi

Suryanto tidak mengetahui juga status jenazah almarhum tetapi untuk pemakamannya dilakukan dengan protokol pemakaman jenazah Covid-19 pada pukul 19.30 WIB.

“Jenazah tiba itu tidak ke rumah duka tetapi langsung ke masjid. Saat di masjid jenazah tetap di dalam mobil jenazah dan langsung disalatkan. Seusai disalatkan kemudian dibawa ke makam. Dari warga sempat ada penyemprotan disinfektan untuk antisipasi. Kemudian untuk kolam renang sementara tutup karena sebelumnya ada surat edaran dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga supaya menutup objek wisata dulu,” ujarnya.

Solopos Hari Ini: Soloraya Krisis Ventilator

Suryanto mengatakan pemerintah desa terus mengedukasi masyarakat supaya mencegah kerumunan untuk menghindari Covid-19.

Selama ini Suryanto belum mendapat informasi tentang jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19.

“Kami koordinasi dengan puskesmas. Kalau yang karantina mandiri ada tetapi yang positif saya belum menerima datanya,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom