Pemilihan Jenderal Andika Sebagai Panglima untuk Konsolidasi TNI

Pertimbangan pencalonan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo karena kebutuhan melanjutkan konsolidasi di jajaran TNI.

 KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). (liputan6.com)

SOLOPOS.COM - KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). (liputan6.com)

Solopos.com, JAKARTA — Pertimbangan pencalonan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo karena kebutuhan melanjutkan konsolidasi di jajaran TNI.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo. Ia menilai pertimbangan Presiden menunjuk Andika karena menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono itu dipandang memiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam maupun luar negeri.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Menurut saya, itulah alasan pokok presiden mengajukan Andika Perkasa,” kata Karyono, di Jakarta seperti dikutip Antara, Minggu (7/11/2021).

Menurut dia, terkait dengan wacana Andika Perkasa berpeluang maju di Pilpres 2024 setelah menjabat panglima itu persoalan lain yang bukan merupakan bagian dari skenario penunjukannya sebagai calon tunggal panglima TNI.

“Bahwa ada pihak yang berpendapat posisi Andika sebagai panglima bisa menjadi batu loncatan untuk melaju pada kontestasi Pilpres 2024 menurut saya itu bagian dari kebebasan berpendapat. Saya menilai, itu merupakan pendapat spekulatif,” kata Direktur Eksekutif IPI ini.

Baca Juga: Ini Alasan Presiden Jokowi Pilih Andika Perkasa Jadi Calon Panglima TNI 

Tapi, kata dia, kalaupun Andika memiliki hasrat untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden atau calon wakil presiden, itu merupakan haknya sebagai warga negara.

“Namun, tentu setelah dia pensiun dari jabatan Panglima TNI pada Desember 2022 nanti,” ujarnya.

Seberapa besar peluang Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) ini di pilpres, kata Karyono, tentu tergantung sejauh mana publik merespons sosoknya. Tapi sejauh ini, elektabilitas Andika sebagai capres masih sangat rendah.

Disebutkannya, berdasarkan survei SMRC September 2021, elektabilitas Andika baru 1 persen, masih jauh di bawah tokoh-tokoh dari kalangan militer lainnya

Bahkan, kandidat dari kalangan militer yang paling tinggi elektabilitasnya masih belum bergeser dari Prabowo Subianto yang mendapatkan dukungan 20,7 persen, menyusul Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen dan Gatot Nurmantyo 1,7 persen.

Menurut Karyono, modal elektabilitas 1 persen masih belum cukup untuk merayu partai politik agar mau mendukung Andika.

Dongkrak Popularitas

Oleh karena itu, untuk melaju sebagai kandidat presiden, Andika masih harus mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya.

Karyono menjelaskan, posisi panglima TNI bukan jaminan bisa mendongkrak elektabilitas, terlebih masa jabatannya hanya satu tahun.

Ia berkaca pada dua mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Moeldoko, elektabilita mereka masih sangat rendah dan belum beranjak dari 3 persen.

Dulu, elektabilitas mantan Panglima TNI Wiranto juga tidak signifikan dibanding figur sipil.

“Justru elektabilitas tokoh berlatar belakang militer yang tinggi elektabilitasnya bukan dari jabatan panglima, seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Dalam sejarah pemilihan langsung, baru SBY yang terpilih menjadi presiden,” paparnya.

Baca Juga: Prediksi: Jenderal Andika Jadi Panglima TNI, KSAD Letjen Dudung 

Realitas tersebut mengkonfirmasi bahwa elektabilitas lebih berhubungan erat dengan faktor personalitas; karakter, rekam jejak, success story, popularitas dan kapabilitas.

Sedangkan jabatan sekadar merupakan instrumen penunjang yang bisa digunakan untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas sejauh dilakukan dengan tepat.

Meski demikian, tambah Karyono, Andika masih memiliki peluang untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya meskipun sangat sulit jika targetnya capres.

“Kecuali, jika di posisi cawapres, menurut saya lebih realistis dan masih memungkinkan daripada maju sebagai capres. Jika targetnya capres, hampir pasti Andika akan kepontal-pontal mengejar kandidat lain,” kata Karyono Wibowo.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Bupati Garut Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa dari Gempa Bumi M 6.4

      Bupati Garut sudah memastikan tidak ada korban jiwa akibat gempa yang terjadi di Garut pada Sabtu (3/12/2022).

      KPK: ACFFest 2022 Bisa Tumbuhkan Budaya Antikorupsi

      Pemberantasan korupsi tidak hanya soal penindakan, namun juga melalui pendidikan dan peran serta masyarakat, salah satunya melalui film.

      FKUB Usulkan Moderasi Beragama Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

      Konsepsi pendidikan moderasi beragama perlu diakomodasikan ke kurikulum pendidikan nasional itu menjadi salah satu isi rekomendasi dari Rakernas FKUB se-Indonesia.

      Bapeten: Pemerintah Targetkan PLTN Terealisasi pada 2039

      Pemerintah sudah menargetkan pada 2039 sudah ada realisasi PLTN sebagai upaya mendukung target karbon netral atau net zero emission dan ketahanan energi nasional.

      Hari Terakhir Pencarian Korban Gempa Cianjur, 334 Meninggal Dunia, 8 Hilang

      Penambahan tersebut berdasarkan penemuan tim gabungan yang berhasil menemukan 3 jenazah, yakni 2 jenazah di Desa Cijedil, dan 1 lainnya ditemukan di kawasan Warung Sate Shinta.

      Dubes RI Kirim Surat Duka Cita Wafatnya Mantan Presiden China Jiang Zemin

      Mantan Presiden China Jiang Zemin meninggal dunia akibat leukimia dan kegagalan multi-organ tubuh dalam usia 96 tahun di Shanghai pada Rabu (30/11/2022) siang.

      Setelah Garut, Gempa Guncang Kupang dan Luwu Timur

      Meskipun demikian, gempa di Kupang dan Luwu Timur bermagnitudo lebih kecil masing-masing M3,1 dan M2,6.

      Anies Puji Aceh Level Dunia, Janjikan Perubahan Lebih Baik di Tahun 2024

      Aceh, kata Anies, merupakan sebuah negeri yang memiliki perjalanan panjang, perannya bukan hanya pada tingkat nusantara melainkan di level dunia.

      Gempa Susulan M3,3 di Garut, BMKG: Hindari Bangunan Retak

      Terkait gempa di Garut, Daryono meminta masyarakat tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

      Bareskrim Beber Alasan Gelar Perkara Kasus Ismail Bolong Belum Diumumkan

      Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo juga membenarkan pihaknya beberapa bulan lalu sudah memeriksa Kabareskrim terkait setoran tambang ilegal.

      PM Malaysia Anwar Ibrahim Rangkap Jabatan Menteri Keuangan

      Anwar Ibrahim mengambil salah satu portofolio terpenting yakni keuangan, di atas tanggung jawab perdana menterinya.

      Gempa Garut Terasa hingga ke Jakarta dan DIY, Ini Penyebabnya

      Daryono menerangkan terasanya gempa di wilayah Mekarmukti, Garut hingga jauh ke daerah lain disebabkan oleh aktivitas dalam lempeng Indo-Australia.

      Alumni Arsitektur UNS akan terus Berkontribusi untuk Almamater Lewat Kartuns

      Musyawarah Nasional (Munas) dan temu kangen Keluarga Alumni Arsitektur UNS (Kartuns) 2022 selesai digelar, Sabtu (26/11/2022) lalu.

      Gempa Garut Berdampak ke Cianjur, Sejumlah Rumah Rusak

      Sejumlah rumah di Cianjur dilaporkan rusak akibat guncangan gempa di Garut yang juga dirasakan hingga ke DKI Jakarta itu.

      Pesawat Siluman B-21 Raider: Berharga Rp10,8 Triliun, Mampu Bawa Nuklir

      B-21 Raider akan bergabung dengan armada pembom yang terkecil dan tertua dalam sejarah Angkatan Udara AS.