Pemerintah Tantang Swasta Produksi Vaksin Merah Putih, Sudah Siap Diproduksi?
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). (Antara-Dhemas Reviyanto)

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah membuka peluang kepada pihak swasta, khususnya industri swasta nasional, bergabung dalam memproduksi vaksin Merah Putih.

Upaya menggandeng swasta ini untuk memastikan vaksin tersedia dalam jumlah yang cukup besar atau dengan kapasitas industri.

Di sisi lain, pengembangan Vaksin Merah Putih saat ini mayoritas sudah sampai pada tahap penelitian berskala laboratorium dan tahapan faktor ekspresi. Tahapan pengembangannya terus dimonitor oleh Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Naisonal (Kemenristek BRIN).

Baca juga: BTS Digandeng Unicef Lagi, Kampanye Setop Kekerasan Terhadap Anak

Pemerintah juga sudah mempersiapkan pengadaan vaksin hingga tahapan industrial demi terjaminnya produksi vaksin dalam jumlah besar.

Dalam hal inilah, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pihak industri swasta nasional untuk menyukseskan percepatan pengembangan Vaksin Merah Putih. Vaksin ini digadang menjadi modal bangsa dalam penanganan pandemi Covid-19 jangka panjang.

“Dibuka seluas-luasnya [untuk swasta], di bawah koordinasi pemerintah untuk hilirisasi, baik meningkatkan kapasitas produksi, memfasilitasi proses uji pre klinis dan uji klinis, maupun meluaskan target pasar,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (4/3/2021), seperti dikutip dari laman Satgas, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga: Makan Korban Jiwa di Karanganyar, Ternyata Begini Cara Kerja Jebakan Tikus Listrik

Ketahanan Kesehatan Global

Dengan memproduksi vaksin milik sendiri, maka akan menjamin terpenuhinya kebutuhan vaksinasi. Vaksin Merah Putih juga menjadi potensi Indonesia di masa mendatang dengan berperan aktif mencapai ketahanan kesehatan global.

Pengembangan Vaksin Merah Putih merupakan kolaborasi lembaga riset, lembaga pemerintah nonkementerian, dan perguruan tinggi, seperti LBM Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Gajah Mada.

Baca juga: Sederet Penemuan Harta Karun Fenomenal di Indonesia, Termasuk di Bengawan Solo

Pengembangannya menggunakan platform protein rekombinen, viral factor termasuk inactivated virus, dan genetik menggunakan DNA atau MRNA.

Dalam pengembangan vaksin Merah Putih, tidak hanya menggunakan pendekatan medis, namun melibatkan unsur lain yang kompleks.

Pengembangan vaksin sesuai prosedur dan cara kerja sesuai standar atau mengacu good manufacturing practice seperti dalam Peraturan Kepala Badan POM RI Tahun 2021 tentang Penerapan Pedoman Cara Lembuatan Obat Yang Baik.



Berita Terkini Lainnya








Kolom