Pemerintah Siapkan Skema Offline Kartu Prakerja, Apa Bedanya?

Kemenko Ekonomi bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terkait mulai mempersiapkan skema normal atau pelaksanaan secara offline untuk program Kartu Prakerja.

 Ilustrasi membuka laman pendafataran Kartu Prakerja (Solopos/Candra Mantovani).

SOLOPOS.COM - Ilustrasi membuka laman pendafataran Kartu Prakerja (Solopos/Candra Mantovani).

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terkait mulai mempersiapkan skema normal atau pelaksanaan secara offline untuk program Kartu Prakerja.

“Fokus utama skema normal bukan lagi pada bantuan sosialnya seperti yang dijalankan sebelumnya, tapi akan fokus kepada peningkatan skill [keterampilan] penerimanya,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin yang juga merupakan Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/7/2022) seperti dilansi Antaranews.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Kendati biaya pelatihan akan menjadi lebih besar dan pelatihan dapat dilakukan secara offline dan online, namun lanjut Rudy, pelaksanaan Kartu Prakerja akan lebih mendorong pelatihan offline.

Seiring mulai pulihnya pandemi Covid-19 yang akan berubah menjadi endemi, Pemerintah berencana menjalankan skema normal dengan mengadakan pelatihan offline yang merupakan desain awal dari Program Kartu Prakerja.

Skema normal berfokus pada peningkatan ketrampilan penerima dan bukan lagi semi bansos, di mana bantuan biaya pelatihan akan lebih besar dari insentif yang diberikan.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 33 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar

Melalui Program Kartu Prakerja dengan skema normal, Pemerintah mendorong pelatihan-pelatihan dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pelatihan juga dapat dilakukan secara offline, online, dan hybrid.

Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), para pemangku kepentingan mendiskusikan dan mendapatkan masukan dalam penyiapan pelaksanaan Skema Normal Program Kartu Prakerja.

Berbagai pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Kementerian Lembaga (K/L) terkait, akademisi dan profesional, asosiasi dan industri, hingga lembaga-lembaga pelatihan hadir mengungkapkan berbagai masukan guna terlaksananya program Kartu Prakerja dengan lebih baik.

“Selama dua tahun program ini berjalan, Kartu Prakerja telah sukses dijalankan dengan baik. Tentunya dengan kesuksesannya, harapan yang sangat tinggi juga diemban untuk keberlanjutan ke depannya,” tutur Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede menambahkan.

Baca Juga: Jangkau 12,8 Juta Warga, Kartu Prakerja Jadi Perhatian Internasional

Kartu Prakerja terbukti memberikan dampak positif bagi penerima manfaat program dan dinilai mampu mentransformasi postur pasar kerja di Indonesia.

Berbagai hasil survei evaluasi dan riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei eksternal maupun lembaga luar negeri sejak tahun 2020-2022, menemukan bahwa program tersebut berdampak positif dalam meningkatkan ketrampilan dan kebekerjaan penerima manfaat.

Survei dan riset membuktikan bahwa 30 persen penerima Kartu Prakerja yang sebelumnya menganggur, kini telah bekerja atau berwirausaha. Kemudian 90 persen penerima manfaat juga mengalami peningkatan kompetensi, produktivitas, daya saing, dan ketrampilan kewirausahaan.

Program yang diluncurkan sejak bulan April 2020 lalu, telah diberikan kepada 12,8 juta orang penerima manfaat yang tersebar di seluruh Indonesia yang bersifat inkusif dan menjangkau kelompok rawan dan minoritas.

Program Kartu Prakerja hadir di 514 kabupaten/kota, dengan populasi 56 persen tinggal di desa dan 49 persen populasi gender adalah perempuan, serta sekitar 3 persen merupakan penyandang disabilitas.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      + PLUS Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      Penerbitan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu bisa menjadi antiklimaks penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu.

      Berita Terkini

      Kinerja Kinclong, Indosat Ooredoo Hutchison Bagikan Deviden Nyaris Rp7 Triliun

      Indosat Ooredoo Hutchison berhasil mempertahankan performa positif di semester I 2022.

      Ingin Tukar Uang Baru 2022? BI akan Keliling Soloraya, Catat Tanggalnya

      Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan tujuh pecahan uang kertas rupiah tahun emisi (TE) 2022. Secara perdana, BI akan melayani penukaran uang baru bagi warga di Soloraya mulai Jumat (19/8/2022).

      Syarat dan Cara Tukar Uang Baru di Bank Via Aplikasi Pintar BI

      Ada beberapa syarat dan cara tukar uang baru di bank baik secara offline atau langsung maupun via aplikasi Pintar BI yang perlu Anda ketahui.

      Rumah BUMN Rembang Semen Gresik Catatkan Omzet Penjualan Rp2 Miliar

      Di usia yang terbilang masih muda Rumah BUMN Rembang Semen Gresik telah mencatatkan sejumlah pencapaian.

      Ini Alasan Erick Thohir Beri Lampu Hijau Rights Issue untuk 5 BUMN

      Erick Thohir mengatakan penambahan modal ditujukan bagi BUMN dengan industri yang memiliki prospek dan potensi baik ke depan.

      Kinerja Agen BRILink Makin Moncer, Ini Buktinya

      Kinerja Agen BRILink makin moncer ditunjukkan lewat sejumlah kontribusi positif ini.

      Ingin Ikut Lelang Resmi di Pegadaian? Begini Caranya

      Mungkin Anda ingin ikut lelang barang-barang yang Pegadaian tapi belum tahu caranya? Berikut ulasannya.

      Perlu Tahu, Segini Harga Pertalite Tanpa Subsidi

      Harga Pertalite saat ini di kisaran Rp7.650 per liter dengan karena mendapat subsidi dari pemerintah. Lantas berapa harga Pertalite jika tanpa subsidi pemerintah?

      Kisah Bisnis Sukses Tanpa Modal, Ajaib!

      Kisah bisnis sukses tanpa modal ternyata bukan isapan jempol belaka.

      Gaji PNS akan Naik pada 2023? Ini Sikap Pemerintah

      Kabar kenaikan gaji pegawai negeri sipil atau PNS tersiar menjelang pembacaan nota keuangan serta rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara atau RAPBN 2023.

      Jokowi: Inflasi 4,94 Persen Akibat Alokasi Subsidi

      Presiden menjelaskan bahwa Pemerintah memberikan subsidi energi senilai Rp502 triliun untuk menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi meningkatkan laju inflasi.

      RAPBN 2023 Usung Poduktivitas untuk Transformasi Ekonomi

      RAPBN 2023 ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas dengan tetap mengoptimalkan fungsi shock absorber.

      Harga TBS Sawit Sudah di Atas Rp2.000 per Kg, Petani Girang

      Petani sawit bersyukur di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, harga tandan buah segar (TBS) terus naik sedikit demi sedikit.

      Pertamina Ajak Warga Boyolali Manfaatkan Eceng Gondok Jadi Biogas

      Pertamina menjalankan program CSR Desa Energi Berdikari dengan mengedukasi masyarakat memanfaatkan eceng gondok di sekitar waduk sebagai sumber energi baru terbarukan.

      Jokowi Instruksikan Pemda dan TPID Kerja Sama Tekan Laju Inflasi

      Identifikasi itu dibarengi dengan pengecekan oleh tim pengendalian inflasi terkait ketersediaan pasokan pangan di masing-masing daerah agar bisa disambungkan dan memenuhi satu sama lain.

      Cek, Inilah Ciri-Ciri Uang Kertas Baru Emisi 2022

      Ketujuh pecahan Uang TE 2022 tersebut terdiri atas pecahan uang rupiah kertas mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000.