Pemerintah Sasar Pengembangan Logam Dasar dan Hilirisasi

Kinerja industri logam terus meningkat pada tahun ini. Pemerintah menyasar pengembangan berbagai jenis logam dasar dengan hilirisasinya.

 Perajin memproduksi mini eskavator di Rumah Industri Kasmino di Nirwanasari, Tembalang, Kota Semarang, Jateng, Selasa (23/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

SOLOPOS.COM - Perajin memproduksi mini eskavator di Rumah Industri Kasmino di Nirwanasari, Tembalang, Kota Semarang, Jateng, Selasa (23/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Solopos.com, JAKARTAKinerja industri logam terus meningkat pada tahun ini. Pemerintah menyasar pengembangan berbagai jenis logam dasar dengan hilirisasinya.

Direktur Industri Logam, Direktorat Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Liliek Widodo mengatakan, tercatat di kuartal II/2022, industri logam tumbuh 15,79% atau naik signifikan jika dibandingkan kuartal I/2022 yang mencapai 7,90%.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Melejitnya kinerja industri logam didorong oleh peningkatan sektor logam dasar serta peningkatan bahan baku besi dan baja, nikel, emas hingga bahan tambang,” terang Liliek, dikutip Minggu (25/9/2022).

Baca Juga  Gibran Rakabuming Bertemu Rocky Gerung di Sentul Bogor

Untuk itu Liliek berharap, pelaku industri menunjukkan serta mempromosikan kemajuan teknologi industri hilir logam dan mesin, baik di dalam maupun luar negeri, terutama terkait dengan teknologi pengecoran, produk casting, metalurgi, teknologi proses termo serta teknologi fabrikasi. Upaya yang dilakukan pemerintah, khususnya Kemenperin untuk meningkatkan kinerja industri logam di Tanah Air ini pun diapresiasi banyak pihak.

Salah satunya datang dari salah satu perusahaan binaan Kemenperin, PT Fumira. Rini Dewi Anggraeni, Marketing Manager PT. Fumira mengatakan, dengan meningkatnya kinerja industri logam, upaya besar pemerintah Indonesia dalam percepatan pemulihan ekonomi dapat segera terwujud.

“Kami dari pelaku usaha di industri logam tentunya sangat mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan Kemenperin ini. Kami berharap, dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha, serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia, pemulihan ekonomi bangsa juga cepat terwujud,” tegas Rini.

Baca Juga Nyaris Nihil, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tinggal Segini

Rini menambahkan, sudah menjadi sebuah komitmen bagi PT Fumira untuk turut serta dalam mendorong hilirisasi industri logam dan mesin nasional. Sebagai salah satu produsen penghasil baja lembaran galvanis terbesar di Indonesia, perusahaannya terus menjaga dan meningkatkan kualitas produknya sehingga produk di hilir yang dihasilkan memiliki kualitas yang tak kalah baiknya.

Galvanis sendiri dapat menjadi pilihan yang sangat baik karena memiliki beberapa kelebihan dibanding logam lainnya. Selain memiliki kelebihan sebagai barrier protection, galvanis juga memiliki sifat sacrificial protection sehingga sangat baik digunakan sebagai material untuk ducting misalnya.

“Sejak memulai produksi komersialnya pada tahun 1970 silam, Fumira terus berupaya menghasilkan produk-produk berkualitas. Bahkan sejak berdirinya pabrik kedua di Bekasi tahun 1997, Fumira menjadi produsen baja lembaran galvanis pertama di Indonesia yang menggunakan Continuous Galvanizing Line (CGL) dengan sistem Non-Oxydation Fernace (NOF). Sistem ini menghasilkan produk dengan kualitas lapisan seng terbaik yang disebut Fumiragrip” terangnya.

Baca Juga Temuan Kasus Covid-19 Solo Meluas Jadi 13 Sekolah

Menurutnya, baja lembaran galvanis yang diproduksi oleh Fumira mampu ditekuk hingga nol celah ketebalan tanpa retak atau terkelupas. Untuk itu, kualitas seperti ini sangat ideal untuk digunakan sebagai bahan baku untuk keperluan industri, khususnya dalam konstruksi dan otomotif seperti saringan oli udara, badan mobil, rangka baja, partisi, atap metal, dinding dan metal dek serta produk-produk yang memiliki bentuk/profil tekuk yang ekstrem.

Pun demikian, meski telah memiliki produk yang memiliki kualitas teratas, Fumira tak pernah berhenti berinovasi. Sejak berdirinya, Fumira juga mengembangkan produk baja lembaran galvanis lapis warna.

“Baja lembaran galvanis lapis warna yang dihasilkan Color Coating Line ini berasal dari rancangan Fumira pata tahun 1979. Berdasarkan pengalaman dalam operasi Color Line, Fumira memasang Continuous Color Line yang lebih modern di tahun 2014 untuk meningkatkan kapasitas produksi serta untuk memperluas jenis produk dan kualitas yang di pasarkan dengan merek Colorcoat dan Colorfresh. Kualitas ini sangat bagus dan bisa bertahan sangat lama. Makanya Fumira berani memberikan garansi hingga 15 tahun untuk produk roofing keluaran Fumira,” terang Rini lagi.

Baca Juga KPK Geledah Kantor Mahkamah Agung

Dengan begitu ia berharap, teknologi dan solusi yang telah dihasilkan Fumira dapat membantu memperluas kapasitas produksi logam dan fabrikasi di Indonesia yang menarik para pemain industri lokal sehingga semakin berkontribusi pada rantai pasokan industri logam dan fabrikasi tanah air yang pada akhirnya mampu membantu percepatan pemulihan ekonomi bangsa.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Kinerja Industri Logam Dasar Mentereng, Hilirisasi Jadi Kunci

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Solopos Hari Ini: RKUHP Banyak Ganjalan Sebelum Disahkan

      Sejumlah pasal dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang kemungkinan disahkan dalam rapat paripurna DPR, Selasa (6/12/2022) dinilai akan memicu masalah dalam penerapannya.

      Polisi Temukan Motif dan Penyebab Keluarga di Kalideres Meninggal

      Polisi kantongi penyebab keluarga di Kalideres meninggal setelah menyelidiki hampir sebulan dari awal penemuan mayat yang mengering pada 10 November 2022.

      3 Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS Solo Juara Lomba Creative Idea Fest 2022

      Tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS Solo meraih juara 3 lomba marketing communication dalam Creative Idea Fest 2022 pada September 2022.

      KPU Telah Tetapkan Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024, Berikut Perinciannya

      Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024 sudah diatur melalui PKPU No. No. 3/2022 dan sudah berjalan beberapa tahapan Pemilu 2024.

      Eliezer 2,5 Jam Buka Skenario Sambo Bunuh Yosua, Panen Doa dari Warganet

      Warganet mendukung Richard karena meyakini anggota Polri berpangkat paling rendah itu berkata jujur.

      Jawab Tantangan Digitalisasi Media, UNS TV Hadirkan Beragam Program Baru

      UNS TV sebagai televisi kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo hadirkan wajah baru dengan sejumlah program-program menarik.

      Pelatih Panjat Tebing Dianiaya Murid, Polisi Jaktim Turun Tangan

      Video penganiayaan pelatih panjat tebing oleh anak didiknya itu beredar di internet sejak Senin (26/11/2022) lalu.

      BMKG Prakirakan Sebagian Kota Besar Cerah Berawan Selasa, 6 Desember 2022

      Kota besar yang diperkirakan cerah berawan yakni Denpasar, Jakarta Pusat, Gorontalo, Surabaya, Tarakan, Ambon, Kupang, Manokwari, Pekanbaru, Makassar, Yogyakarta, Jambi, Samarinda, Bandar Lampung, Jayapura, Kendari, Manado, Padang, dan Palembang.

      Kasus Dugaan Suap Restitusi Proyek Tol Solo-Kertosono segera Disidangkan

      Penyidik KPK menyerahkan barang bukti dan dua tersangka dalam kasus dugaan suap restitusi pajak proyek pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono ke pengadilan.

      Jimly Asshiddiqie: Penulis Buku Terbanyak soal Hukum, Demokrasi dan Sosial

      Jimly Asshiddiqie dianugerahi rekor dari Leprid sebagai tokoh Indonesia pertama di dunia yang menjadi penulis buku tentang hukum, demokrasi, dan sosial terbanyak.

      Misteri 4 Jasad Mengering di Kalideres Diungkap Pekan Ini

      Hasil penyelidikan penemuan empat jasad mengering di Kalideres, Jakarta Barat akan diumumkan pekan ini.

      KPK Surati Panglima TNI, Eks KSAU Tetap Mangkir dari Sidang Korupsi Helikopter

      Meski surat sudah dikirimkan KPK kepada Panglima TNI namun hingga kini eks KSAU Marsekal (Purn) Agus Supriatna tidak juga memenuhi panggilan untuk hadir sebagai saksi.

      Rekomendasi Hak Justice Collaborator Bharada E, Kejagung: Bisa Diajukan 3 Tahap

      Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, menyebut rekomendasi hak justice collaborator Bharada E yang diajukan LPSK bisa diajukan dalam tiga tahap.

      Penipu Berkedok Tarik Uang Gaib, Korban Pingsan setelah Minum Ramuan Khusus

      Korban yang telah menyetor uang diberi minuman khusus hingga pingsan lalu ditinggal pergi para pelaku.

      Dugaan Kebohongan Ricky Rizal: Tak Dengar Perintah Sambo untuk Tembak Yosua

      Ricky Rizal mengaku tidak mendengar saat Sambo memerintahkan agar Richard Eliezer menembak Yosua.

      Sidang Kasus Lin Che Wei Cs, Saksi Ahli: Masalahnya Distribusi Minyak Goreng

      Saksi Ahli Tata Niaga Minyak Goreng dan Industri Sawit, Wiko Saputra, mengungkapkan penyebab kelangkaan minyak goreng pada periode Januari-Maret 2022 lantaran masalah distribusi.