Pemerintah Salatiga Segera Keluarkan Larangan Pemakaian Kantong Plastik

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga akan segera mengeluarkan larangan penggunaan kantong plastik di toko retail modern.

 Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, saat menghadiri acara Workshop Lingkungan Hidup di Kantor Pemkot Salatiga, Selasa (4/10/2022). (Solopos.com-Humas Pemkot Salatiga)

SOLOPOS.COM - Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, saat menghadiri acara Workshop Lingkungan Hidup di Kantor Pemkot Salatiga, Selasa (4/10/2022). (Solopos.com-Humas Pemkot Salatiga)

Solopos.com, SALATIGA — Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga akan segera mengeluarkan peraturan terkait larangan penggunaan kantong plastik bagi toko modern. Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, saat menghadiri Workshop Lingkungan Hidup di Ruang Plumpungan lantai keempat Gedung Setda Kota Salatiga, Selasa (4/10/2022).

Sinoeng menyebut kebiasaan masyarakat yang menggunakan kantong plastik perlu segera dihentikan. Meski demikian, kebiasaan itu perlu diawali dari komunitas atau organisasi yang lebih besar.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Saya ingin program pengurangan sampah plastik ini konkret. Langkah awal bisa dilakukan pada segmen pasar modern dan semi modern atau piloting wilayah, misal dari Sidomukti atau Sidorejo,” jelas Sinoeng, Selasa.

Terkait larangan penggunaan kantong plastik itu, Sinoeng pun menilai harus diimbangi dengan penambahan kantong kertas sebagai penggantinya. “Muncul pertanyaan siapa yang akan menyediakan [kantong kertas], tentu ibu-ibu memiliki kemampuan untuk itu. Saya ikut titip kalau sosialisasi jangan tinggalkan anak-anak, komunitas anak sekolah. Kalau anak yang ikut sosialisasi maka orang tua mengikuti. Setelah ada pelarangan pemakaian plastik selama tiga bulan, lakukan evaluasi berapa beban yang dikeluarkan akibat kebijakan itu,” jelas Sinoeng.

Kendati demikian, Sinoeng tidak menyebutkan kapan pelarangan penggunaan kantong plastik itu akan mulai diterapkan. Ia juga tidak menyebut kapan peraturan terkait pelarangan penggunaan kantong plastik di Salatiga itu akan diterbitkan.

Baca juga: Sosialisasi di UKSW, Satlantas Salatiga Beberkan 7 Lokasi Tilang Elektronik

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Salatiga, Siswo Hartanto, mengatakan tujuan acara Workshop Lingkungan Hidup adalah menyamaikan pemikiran dan menyatukan langkah dalam pelaksanaan kebijakan pengurangan sampah di Salatiga.

“Kegiatan ini diikuti 40 peserta dari perangkat daerah, perwakilan bank sampah, dan Ikadin,” jelas Hartanto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga, Sulistyaningsih, dalam materinya saat acara menyampaikan komitmen instansinya dalam mengurangi sampah plastik dan styrofoam. “Kemarin purna tugas Pak Yulianto dan Muh Haris, hanya DLH yang tidak kirim ucapan bunga. Soalnya saya tanya apakah penjual bisa membuat karangan bunga tanpa styrofoam, dijawab tidak bisa. Maka DLH tidak jadi pesan. Jadi tolong kepala OPD [organisasi perangkat daerah] yang memesan karangan atau ucapan jangan pakai styrofoam karena itu lebih jahat daripada plastik,” bebernya.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Tim PKM-K FKIP UNS Luncurkan Produk Tas Multikapasitas

Sulistyaningsih mengatakan saat ini kemasan makanan saat ini banyak yang dikemas dengan styrofoam. Sebenarnya hal itu bisa diantisipasi dengan besek atau wadah berbahan lain yang mudah terurai tanah.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kecelakaan Maut di Semarang, Guru asal Jepara Nyungsep di Kolong Truk

      Kecelakaan maut menimpa seorang guru asal Jepara saat mengendarai sepeda motor Honda Vario di Jalan Siliwangi, Jrakah, Ngaliyan, Kota Semarang.

      Sebanyak 30 Pelajar di Dieng Terima Beasiswa PT Geo Dipa Energi

      PT Geo Dipa memberikan beasiswa kepada 30 pelajar SMA sederajat yang ada di kawasan PLTP Dieng.

      Setelah Pati, Giliran Grobogan Diterjang Banjir

      Sebanyak 10 desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Lusi.

      Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

      Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

      Ke Semarang, Menteri Perdagangan Jamin Stok Bahan Pokok saat Nataru

      Menteri Perdagangan (Mendag), Zulfikli Hasan, memastikan stok bahan pangan cukup menjelang libur akhir tahun atau Natal dan Tahun Baru 2023.

      Usulan UMK Jepara 2023 Naik 7,78% Disambut Demo Buruh

      Serikat pekerja atau buruh di Jepara menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMK 2023 senilai 7,78 persen.

      Banjir Genangi Tanjung Emas, Karyawan Pabrik Pulang Lebih Cepat

      Banjir kembali menggenangi sejumlah pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jumat (2/12/2022).

      Dapat Dukungan PAN untuk Capres, Ganjar: Biar Antarpartai Komunikasi

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, angkat bicara terkait dukungan kader PAN di Jateng yang mengusungnya untuk maju capres 2024.

      Zulhas Sebut Semua Kader PAN Usul Ganjar Capres

      Ketua Umum PAN, Zulfikli Hasan, menyebut hampir seluruh kader PAN mendukung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, maju sebagai capres 2024.

      Dahsyat! Siswa MAN 2 Banyumas Juara Kontes Robot di Malaysia

      Siswa MAN 2 Banyumas sukses merebut dua medali juara dalam ajang 11th World Robotic for Peace (WRP) 2022 yang digelar di Universitas Teknologi Malaysia.

      Mengenal Es Badeg, Minuman Legendaris Khas Banyumas

      Salah satu minuman khas Banyumas yang saat ini mulai jarang ditemui adalah es badeg yang terbuat dari bunga kelapa atau manggar.

      Alami KDRT, Curhatan Istri TNI di Semarang via Video Viral

      Video seorang istri yang curhat mengalami KDRT oleh suami yang merupakan anggota TNI di Semarang mematik reaksi Kodam IV Diponegoro.

      Sejarah Benteng Portugis Jepara, Dibangun Pasukan Mataram untuk Halau Belanda

      Sejarah Benteng Portugis di Jepara, Jawa Tengah (Jateng), tidak terlepas dari hubungan baik antara Kerajaan Mataram dengan pasukan Portugis.

      Wonosobo Bentuk Kampung Bahasa Inggris Berbasis Ponpes

      Ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati antara lain terkait dengan promosi wisata, membentuk destinasi wisata edukasi melalui kampung bahasa berbasis pondok pesantren, pengembangan SDM ponpes khususnya Yayasan Al-Maksum melalui pelatihan bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin.

      Daftar Daerah di Jateng yang Angka Kematian Bayi Tinggi, Kebanyakan di Selatan

      Berikut daerah di Jawa Tengah atau Jateng dengan tingkat atau angka kematian bayi tertinggi sepanjang 2022.