Cara Pemerintah Batasi Mobilitas Anak

Pemerintah membatasi mobilitas ke luar daerah untuk anak-anak atau kelompok usia di bawah 18 tahun selama libur Iduladha 2021, periode 18-25 Juli 2021.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA—Pemerintah membatasi mobilitas ke luar daerah untuk anak-anak atau kelompok usia di bawah 18 tahun selama libur Iduladha 2021, periode 18-25 Juli 2021. Kelompok lain boleh dengan persyaratan lebih ketat, yakni pekerja di sektor kritikal dan esensial serta warga dengan kondisi kedaruratan.

Persyaratan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal, salah satunya wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) dari perusahaan/lembaga tempatnya bekerja. Ia juga harus bisa menunjukkan kartu vaksinasi minimal dosis pertama.

Espos Premium merupakan layanan khusus dari Solopos.com yang lebih relevan dan memiliki diferensiasi dibandingkan free content. Untuk membaca artikel ini selengkapnya silahkan login atau daftar di SoloposID.

Terpopuler Hari Ini

Mahasiswa UNS Meninggal saat Diklat, Keluarga: Ada Luka di Tubuh Korban

Pihak keluarga almarhum mengungkapkan bahwa di tubuh Gilang Endi S. mahasiswa UNS yang meninggal saat ikuti diklat terdapat luka lebam dan darah.

2 Mahasiswa Sempat Datangi Rumah Ortu Korban Diklat UNS Dini Hari

Dua mahasiswa UNS Solo sempat mendatangi rumah orangtua Gilang Endi S, korban meninggal saat diklat, di Karangpandan, Karanganyar. Mereka tak langsung memberi tahu kondisi Gilang yang meninggal.

Tragedi Rumah Runtuh Kalideres, Korban: Jaga Diri, Adik Lu Gue Bawa

Andriawan tak menyangka bila ucapan ibunya itu merupakan yang terakhir untuknya.

Panen Sanksi, PSG Pati Pincang saat Hadapi Hizbul Wathan

Tim milik Youtuber Atta Halilintar yang kini bernama AHHA PS Pati itu berada di dasar klasemen dengan koleksi satu poin.

Harga Fantastis, Kambing Etawa Jadi Primadona Baru Peternak di Klaten

Meningkatnya jumlah peternak kambing etawa itu menyusul belakangan harga jual kambing tersebut kian fantastis.

Mahasiswa UNS Solo Dikabarkan Meninggal seusai Diklat, Ini Kata Polisi

Seorang mahasiswa UNS Solo dikabarkan meninggal dunia seusia mengikuti diklat salah satu organisasi kemahasiswaan, polisi masih menyelidiki.

Terungkap, Mahasiswa UNS yang Meninggal Ternyata Ikut Diklat Menwa

Gilang Endi S., mahasiswa asal Dusun Keti RT 2/RW 5 Desa Dayu, Kecamaran Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, meninggal dunia setelah mengikuti diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS Solo.

Siaran TV Digital: Tenang! Warga Miskin Dapat STB Gratis, Cek Caranya

Warga miskin bakal dapat set top box (STB) gratis untuk membantu menerima siaran TV digital.

Pindah Agama Sukmawati Peristiwa Personal, Jangan Direspons Berlebihan

Sukmawati memutuskan pindah Hindu karena ingin kembali ke agama leluhurnya.

"Kemenag Hadiah untuk NU" Tuai Kontroversi, PBNU: Menag Tak Bijaksana

Menag Yaqut mengatakan Kemenag merupakan hadiah negara untuk NU bukan untuk umat islam sehingga dapat memanfaatkan dalam jabatan di instansi.

Geger Jenazah Sejoli di Tasikmalaya, Polisi Sebut Luka Tembak 1 Pistol

Warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat geger penemuan jenazah dua sejoli dalam kamar kontrakan, Sabtu (23/10/2021) yang disebut polisi meninggal akibat luka tembak dari satu pistol.

Elektabilitas Ditanggapi Sinis DPP PDIP, Ganjar Pranowo: Survei Apa?

Ganjar justru memberikan apresiasi kepada koleganya di PDIP yang juga kerap muncul di sejumlah survei, Tri Rismaharini. 

Kebakaran Toko di Karanganom Klaten Diketahui dari 2 Pemuda Nongkrong

Peristiwa kebakaran itu diketahui oleh dua pemuda yang sedang nongkrong di Taman Koplak Andong yang berjarak 20 meter dari toko yang terbakar sekitar pukul 03.30 WIB.

Pengamat Sebut Prabowo Capres Pilihan Milenial

Posisi Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi juga ikut mengenalkan Prabowo kepada generasi muda.

Pengurus Baru IPHI Sidorejo Salatiga Dilantik, Ini Ketuanya

Setelah tertunda setahun akibat pandemi Covid-19, pengurus baru IPHI Sidorejo, Kota Salatiga, dilantik.

Tak Seperti Jogja, Apa Alasan Daerah Istimewa Surakarta Dihapuskan?

Pernah menyandang daerah istimewa Surakarta seperti Yogyakarta, kenapa predikat tersebut dihapuskan? Ini alasannya.