Pemerintah Kelamaan, Desa-Desa di Sukoharjo Lockdown Lokal
Spanduk untuk menutup jalan masuk Desa Kagokan, Sukoharjo. (Istimewa/Nanang)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sejumlah desa di Sukoharjo memberlakukan lockdown lokal atau menutup akses keluar-masuk untuk mencegah persebaran virus corona atau Covid-19. Warga yang melewati jalan perkampungan harus terlebih dahulu disemprot disinfektan.

Semakin masifnya kasus transmisi lokal virus corona membuat warga di sejumlah desa di Sukoharjo memberlakukan lockdown lokal. Mereka menutup sebagian akses jalan dan hanya membuka satu hingga dua akses jalan.

Di Desa Kagokan, Kecamatan Gatak, delapan akses jalan ditutup. Warga hanya membuka dua akses jalan masuk menuju permukiman penduduk.

Pasien Positif Corona Ke-4 Yang Meninggal Di RSUD Moewardi Solo Dari Sukoharjo

"Kendaran bermotor yang hendak masuk disemprot disinfektan. Begitu pula, pengguna kendaraan bermotor harus turun dan mencuci tangan dengan sabun dan air. Mereka juga disemprot disinfektan," kata Kepala Desa Kagokan, Budi Riyanta, Sabtu (28/3/2020).

Warga setempat juga berinisiatif mendirikan posko pencegahan penanganan virus corona. Mereka menjaga akses jalan yang dibuka untuk memantau pendatang yang hendak masuk ke wilayah desa.

Banyak Pemudik, Warga Karangwuni Kulon Klaten Lockdown Kampung

"Lockdown lokal" serupa juga diberlakukan di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Warga setempat menutup akses jalan dengan kayu dan bambu. Mereka hanya membuka satu hingga dua akses jalan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah persebaran virus corona di daerah tersebut. "Hanya satu akses jalan yang dibuka untuk mencegah pendatang luar desa masuk ke permukiman penduduk," timpal seorang warga Desa Kadilangu, Ekvan.

Berani! Warga Blokade Jalan Kampung Krapyak Sragen, Pendatang Dilarang Masuk

2 Positif

Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif virus corona di Sukoharjo kini sebanyak dua orang. Selain itu, pasien suscpect corona dari Grogol, Sukoharjo, yang meninggal dunia di RSUD dr Moewardi Solo beberapa waktu lalu, positif virus corona. Pasien tersebut masuk dalam daftar 4 orang yang meninggal dunia akibat positif virus corona atau Covid-19.

Kendati begitu, Pemkab Sukoharjo tidak akan menerapkan lockdown lokal atau menutup akses keluar masuk wilayah tersebut.

Jateng Darurat Bencana Virus Corona, Ini Konsekuensinya

Hal ini diungkapkan Sekda Sukoharjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Agus Santosa, saat ditemui Solopos.com di rumah dinasnya, Jumat (27/3/2020).

Pemkab Sukoharjo lebih memilih menguatkan physical distancing atau jaga jarak guna memutus mata rantai penularan virus corona.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho