Tutup Iklan
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (kanan), ditemani Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, berkunjung ke lahan bekas depo Pertamina di Gilingan, Solo, Kamis (29/8/2019). (Solopos-Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan alasan pemerintah lebih condong pilih -sebut-perusahaan-keuangan-china-ingin-selamatkan-bpjs-kesehatan" target="_blank" rel="noopener">China sebagai investor. Menurutnya, China selalu memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh Indonesia.

Karena itulah, kata Luhut, China selalu menjadi investor di Indonesia. "Kita tidak mau kalau Jepang investasi di sini tidak teknologi transfer. Kalau saya di-challenge 'Luhut lagi-lagi Tiongkok'. Tiongkok itu gampang, kita suruh apa saja mau," ujarnya, saat ditemui di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Dalam hal ini, Luhut tak mempersalahkan selama ini selalu investor -sebut-perusahaan-keuangan-china-ingin-selamatkan-bpjs-kesehatan" target="_blank" rel="noopener">China yang masuk ke dalam negeri. Syaratnya, investor tersebut mau berbagi teknologi dan menggunakan tenaga kerja lokal.

"Jadi buat saya, saya bilang ke Presiden. 'Pak kan kita bicara national interest kita. Sepanjang national interest bisa kita amankan ya peduli mana, dari mana pun Pak'," jelas dia.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini pun menambahkan selama ini kerja sama dengan -produk-china-melonjak-indonesia-sasaran-empuk" target="_blank" rel="noopener">China lebih mengarah ke bisnis dan bukan kerja sama antarpemerintah.

"Semuanya selalu kita lakukan B to B, kita belum ada dengan China itu G to G. Sehingga debt to GDP kita tetap kita bisa pelihara di bawah angka 30 persen," tandas dia.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten