SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)

Pemerintah DIY dinilai masih belum mampu memaksimalkan kehadiran berbagai media digital untuk mendukung pelayanan publik

Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah DIY dinilai masih belum mampu memaksimalkan kehadiran berbagai media digital untuk mendukung pelayanan publik. Dibanding dengan Bandung dan DKI Jakarta, DIY dianggap masih kalah langkah.

Promosi Mitsubishi XForce: Stylish untuk Wanita, Praktis buat Ibu Muda

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), Dyna Herlina saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (11/9/2017).

“Pemerintah Daerah (Pemda) DIY belum memaksimalkan pelayanan berbasis digital, padahal Bandung dengan Smart City-nya sudah mulai bergerak,” katanya.

Dyna mengatakan hal ini tercermin saat masyarakat hendak melakukan komplain. Menurutnya, sampai saat ini ia belum mengetahui media digital yang bisa digunakan untuk menumpahkan berbagai macam kritik. Dan itu bisa langsung segera mendapatkan respon.

Selain itu, saat hendak mengurus berbagai dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat bebas narkoba, lanjutnya, semua masih dilakukan dalam format manual.

“DIY adalah potret umum Indonesia, dimana E-Government belum dijalankan dengan baik. Bukan berarti DIY paling terbelakang, tapi ada daerah yang lebih baik yakni Jakarta dan Bandung,” jelas Dosen Ilmu Komunikasi UNY ini.

Ia melanjutkan, parahnya, semua stakeholder termasuk pimpinan daerah tidak menganggap penerapan E-Government yang baik sebagai sesuatu yang mendesak. Sehingga pada akhirnya hal ini berimbas pada masyarakatnya yang lebih banyak memanfaatkan media digital untuk hal-hal yang kurang produktif seperti bergosip dan bernarsis ria.

Padahal Dyna menyebut DIY punya akses internet dan penetrasi komputer yang tinggi. Menurutnya itu merupakan peluang besar, namun sayang potensi yang ada belum bisa dimanfaatkan. Ia menyarankan Pemda DIY mulai bergegas untuk berbenah.

“Seharusnya di tingkat provinsi ada Jaringan Informasi Provinsi layaknya di beberapa desa yang punya Jaringan Informasi Desa. Isinya adalah berbagai informasi tentang berbagai program daerah dan bisa digunakan sebagai pusat layanan digital satu atap,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya