Kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines). (polines.ac.id)

Semarangpos.com, SEMARANG — Akademikus Politeknik Negeri Semarang Suparni Setiyowati menyatakan pentingnya pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk bersinergi dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

"Pemda kan memiliki rencana pembangunan jangka menengah daerah [RPJMD]," katanya saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional Kolaborasi-Pengabdian Kepada Masyarakat di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/10/2018). Seminar bertema "Akselerasi Pembangunan Manusia Melalui Sinkronisasi Program Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi" itu diselenggarakan oleh LPPM Universitas Negeri Semarang dan Universitas Diponegoro Semarang.

Suparni yang juga penyusun panduan dan reviewer program pengabdian masyarakat (PPM) itu mengakui selama ini program pemda dengan perguruan tinggi masih ada yang tumpang tindih yang menunjukkan kurangnya sinergitas. "Dasarnya, ya, dari RPJMD supaya tidak tumpang tindih antara perguruan tinggi dan pemda. Artinya, program yang dimaksudkan pemda sampai ke desa bisa sinkron. Kampus kan punya program pengabdian kepada masyarakat," katanya.

Menurut dia, program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kalangan perguruan tinggi sudah berjalan baik karena banyak yang tidak hanya memberikan pelatihan, melainkan pendampingan jangka panjang. "Misalnya di Purbalingga, ada industri knalpot. Di situ diajari yang biasa dijual berapa buah, ditambah bisa lebih tinggi lagi. Mereka tidak hanya diajari proses pembuatan, tetapi penjualannya juga," katanya.

Ia mengatakan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam penjualan dan pemasaran produk pengrajin juga harus dilakukan, seperti pemasaran melalui online atau e-commerce. Meski demikian, kata dia, kalangan perguruan tinggi masih berjalan sendiri-sendiri dalam melakukan program pengabdian kepada masyarakat, apalagi pemda yang belum sepenuhnya optimal dalam bersinergi.

"Sementara ini masih berdiri sendiri. Kebanyakan belum sinergi banget. Sebenarnya, kalau keduanya [pemda dan perguruan tinggi] sudah bersinergi hasilnya tentu akan sangat bagus," katanya.

Ketua Panitia Seminar Isti Hidayah menyebutkan setidaknya ada 225 makalah hasil program pengabdian kepada masyarakat yang dipaparkan oleh para peserta yang berasal dari 28 perguruan tinggi tersebut. Makalah hasil program pengabdian kepada masyarakat tersebut, kata dia, akan di-review oleh tim dan selanjutnya dipublikasikan dalam bentuk jurnal sehingga bisa diketahui oleh masyarakat luas.

"Tujuan kegiatan ini sebenarnya untuk memfasilitasi hasil pengabdian masyarakat agar terpublikasi. Makanya, kami undang juga dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah [Bappeda]," katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten