Motif Pembunuhan Paranormal di Tangerang Karena Cemburu?

Pembunuhan paranormal, A, di Tangerang diawali dari salah seorang tersangka cemburu karena istrinya berselingkuh dengan A.

 Ilustrasi Penembakan Misterius di Tangerang Selatan.
 (Detik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Penembakan Misterius di Tangerang Selatan. (Detik.com)

Solopos.com, Jakarta — Polisi menangkap tiga pelaku pembunuhan paranormal, A, 43, di Pinang, Kota Tangerang. Polisi menyebut salah satu tersangka merencanakan pembunuhan itu karena cemburu korban berselingkuh dengan istrinya.

Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus pembunuhan A. Pelaku menghabisi nyawa A dengan cara ditembak. Polisi menyebut penembakan diotaki tersangka Matum, 42.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan tiga tersangka ditangkap dalam kasus itu. Ketiga pelaku memiliki peran masing-masing sebagai perencana hingga eksekutor.

Baca Juga: Positif Covid-19, 72 Siswa SMA Negeri 2 Cilacap Batal Jumpa Jokowi

“Saudara M (Matum) ini yang menginisiator kejadian. Dia aktor intelektualnya. Hari Kamis (23/9/2021) siang lalu kami amankan yang bersangkutan di daerah Serang, Banten. Pada saat yang bersangkutan ada di rumah makan,” ujar Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta seperti dikutip dari detikcom, Selasa (28/9/2021).

Polisi melanjutkan penyelidikan hingga Senin (27/9) berhasil menangkap dua pelaku lain. Keduanya, Kusnadi Dwi Handoko, 28, dan Saripudin, 28. Polisi menyebut peran mereka eksekutor dan joki.

“Kemarin tanggal 27 (September) baru kami amankan lagi dua orang tersangka. Yang pertama Saudara K (Kusnadi). Jadi Saudara K ini eksekutor yang menembak korban. Bersamaan itu juga kami amankan di tempat yang sama di daerah Serang, Saudara S (Saripudin). Ini perannya joki yang menunggu di luar,” jelasnya.

Baca Juga: Positif Covid-19, 72 Siswa SMA Negeri 2 Cilacap Batal Jumpa Jokowi

Sementara itu, polisi masih memburu satu pelaku lainnya berinisial Y, 27. Y merupakan perantara atau “penyedia jasa” eksekutor untuk Matum. Dia dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Yusri mengungkap motif penembakan sehingga menyebabkan A meninggal. Salah satu tersangka, yakni Matum cemburu karena istrinya, MY, diduga berselingkuh dengan A. Perselingkuhan itu diduga terjadi sejak 11 tahun lalu atau 2010.

“Bahwa korban ini memang bekerja sudah hampir 20 tahun sebagai paranormal. Sering mengobati orang, juga paranormal. Rasa dendam ini karena dugaan kejadian sekitar tahun 2010. Saat itu istri M berobat kepada korban. Mau pasang susuk, tetapi yang terjadi korban (MY) disetubuhi,” ujar Yusri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Matum diduga memendam dendam selama bertahun-tahun. Dendan itu berawali dari Matum menemukan pesan dari seseorang pada handphone istrinya. Matum mencurigai istrinya berselingkuh. Bahkan, Matum mendesak istrinya mengakui perselingkuhan itu.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Lintas Provinsi di Umbulharjo

“Kemudian istrinya disuruh ngaku. Belum ada pengakuan. Matum mengancam akan menceraikan istrinya jika tidak mengaku. Namun MY malah meminum racun hingga dibawa ke Rumah Sakit Mayapada, Kota Tangerang,” tutur dia.

Matum dan istrinya kemudian menunaikan ibadah haji pada 2019. Selesai melaksanakan tawaf di depan Ka’bah, Matum mengeluarkan Alquran dan meminta istrinya bersumpah bahwa tidak melakukan perzinaan.

Istri Matum mengaku telah berzina dengan A di sebuah hotel melati di Serpong, Tangerang Selatan. Singkat cerita, pada 30 Juli 2021, Matum berkenalan dengan tersangka Y (DPO). Dalam pertemuan itu, Matum meminta Y mencarikan orang yang mau membunuh korban.

Baca Juga: Objek Wisata di Wonogiri Masih Tutup, Pengunjung Nekat

Y membawa dua eksekutor, yakni Kusnadi dan Saripudin. Mereka sanggup membunuh korban dengan permintaan imbalan sejumlah uang.

“DPO inisial Y ini penghubung untuk mencari eksekutor. Bayarannya Rp60 juta. Rinciannya Rp50 juta untuk eksekutor dan Rp10 juta untuk Y selaku penghubung,” tutur Yusri.

Polisi memberikan ultimatum kepada Y agar menyerahkan diri. “Kami kasih waktu 3 x 24 jam untuk menyerahkan diri. Kami sudah tahu identitasnya. Kami akan terus mengejar yang bersangkutan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/9/2021).


Berita Terkait

Berita Terkini

Usung VV-Co, Mahasiswa Politeknik Indonusa Raih Medali Emas di Kroasia

Mengusung teknologi VV-Co, tim yang terdiri dari Wachid Yahya, Tri Novanda, Yoga Dwi Margiono, Ariffai Eki Anggoro, dan Adimas Maditra Permana berhasil meraih medali emas.

Setelah Kapolsek Parigi, Giliran Polisi Medan Terjerat Kasus Pencabulan

Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan aparat polisi kembali terjadi, kali ini di Medan, Sumatra Utara (Sumut).

Ketua DPR Dorong UMK 2022 Naik Demi Buruh

Puan Maharani mengatakan sikapnya tersebut didasari fakta bahwa pada tahun 2021 tidak ada kenaikan upah minimum akibat menurunnya perekonomian nasional.

Pengagum Berat Kemal Attaturk, Sukarno Pernah Usulkan RI Negara Sekuler

Bung Karno menganggap negara sekuler ala Mustafa Kamal Attaturk lebih baik sementara Muhammad Natsir menganggap negara Islam jauh lebih baik.

Kereta LRT Tabrakan Saat Uji Coba di Jakarta Timur, Tak Ada Korban Jiwa

Kedua LRT tersebut tabrakan pada saat pihak LRT tengah melakukan uji coba jalan dan dipastikan tidak ada penumpang di dalam kedua LRT tersebut. 

Prakerja Gelombang 22 Dibuka, Segera Daftar Lewat Prakerja.go.id

Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 22 baru saja dibuka hari ini, Senin, 25 Oktober 2021 dan bisa daftar melalui laman www.prakerja.go.id.

Banggakan Omnibus Law, Presiden Jokowi: ASEAN Layak Meniru Indonesia

Presiden menyebut keberadaan Omnibus Law UU Cipta Kerja dan Undang-Undang Perpajakan menjadi kunci ekonomi Indonesia bertumbuh setelah Covid-19 mereda beberapa bulan terakhir.

Kumpulan Ucapan & Quote Sumpah Pemuda, Penuh Semangat!

Berikut ini terdapat kumpulan ucapan alias quote dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober setiap tahunnya.

Seleksi CASN di Buol Diwarnai Kecurangan, Bagaimana Daerah Lain?

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menelusuri apakah praktik kecurangan dalam seleksi CASN juga terjadi di daerah lain atau tidak.

Jadi Syarat Naik Pesawat, Jokowi Minta Harga Tes PCR Jadi Rp300.000

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta harga tes PCR diturunkan menjadi Rp300.000 dan berlaku dalam 3x24 jam.

Ribuan Buruh di 24 Provinsi Siap Demo Tuntut UMP Naik 10 Persen

KSPI bakal menambahkan jumlah peserta aksi hingga berujung pada aksi mogok kerja nasional apabila permintaan itu tidak ditanggapi pemerintah.

UNS Guyur Bonus Melimpah untuk Mahasiswa Peraih Medali PON XX Papua

Mahasiwa UNS peraih medali emas PON Papua mendapatkan pembebasan UKT, kesempatan studi lanjut gratis hingga jenjang S-3 di UNS, dan uang pembinaan Rp4,5 juta.

Jurnalis Suara.com Diintimidasi Jaksa Kejakti Lampung, Begini Ceritanya

Jurnalis Suara.com, Ahmad Amri, mengaku mengalami intimidasi dari seorang jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Lampung berinisial A saat meliput di Kantor Kejakti Lampung, Jumat (22/10/2021) pagi.

Korban Tragedi Rumah Runtuh di Kalideres Minta Dibawa Pulang ke Kampung

Anak pertama, Andriawan, 19, dari tragedi rumah runtuh di Kalideres menuturkan pesan terakhir ibunya, sebelum ditemukan meninggal di bawah reruntuhan rumah, yakni minta tolong dibawa ke kampung.

Terkuak! Polisi Selidiki Motif dan Hubungan Sejoli Meninggal di Tasik

Kasus penemuan jenazah dua sejoli di kamar kontrakan Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (23/10/2021) mulai menemukan titik terang, yakni polisi tengah menyelidiki motif dan hubungan dua sejoli tersebut.

Tradisi Revolusi Mental Orang Wolio yang Terlupakan

Orang Wolio dalam konteks sekarang mengacu pada orang Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, yang tinggal di Kota Baubau.