PEMBUNUHAN MADIUN : Sah dan Meyakinkan Bunuh Suami, Guru SMPN Madiun Divonis 6,5 Tahun Kurungan

 Setio Winarni, 54, terpidana dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Madiun, Selasa (16/2/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

SOLOPOS.COM - Setio Winarni, 54, terpidana dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Madiun, Selasa (16/2/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Pembunuhan Madiun yang dilakukan seorang guru SMP Negeri di Kota Madiun berujung vonis pidana kurungan 6 tahun 6 bulan.

Setio Winarni, 54, terpidana dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Madiun, Selasa (16/2/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Setio Winarni, 54, terpidana dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Madiun, Selasa (16/2/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Madiunpos.com, MADIUN — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun menjatuhkan vonis 6 tahun 6 bulan kurungan terhadap Setio Winarni, 54, guru SMP Negeri di Kota Madiun, terpidana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung maut, Agustus 2015 lalu.

Amar putusan dibacakan majelis hakim yang dipimpin Arif Wisaksono dengan anggota Suryodiono dan Mahendrasmara Purnama Jati, Selasa (16/2/2016). Majelis hakim sependapat dengan tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) mengenai perbuatan terpidana telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 44 UU No.23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Berdasar keterangan yang dihimpun dari saksi dan pengakuan terpidana berikut barang bukti, majelis hakim mengatakan KDRT yang dilakukan terpidana kepada korban sudah berlangsung lama. Bahkan, sebelum korban pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di kantor pemerintahan. Namun, pertengkaran antara terpidana dan korban semakin sering dilakukan pascakorban pensiun dari PNS.

Terdakwa dan korban pun memutuskan untuk pisah ranjang. Hingga akhirnya, dalam cek-cok Agustus 2015 tersebut, terpidana melakukan tindak kekerasan hingga berujung korban kehilangan nyawa.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga ini lebih rendah tiga setengah tahun dibandingkan tuntutan jaksa, 10 tahun.  Tindakan kekerasan Setio Winarni yang dilakukan terhadap korban yang juga sebagai suaminya itu menjadi satu hal yang memberatkan majelis hakim dalam mengambil keputusan.

Majelis hakim menilai tindakan Setio Winarni sudah menyakiti keluarga korban, anaknya, dan keluarganya sendiri. “Visum yang diterima dari rumah sakit menyebutkan korban mengalami pendarahaan di kepala dan itu menjadi salah satu penyebab kematian korban,” jelas Arif.

Majelis hakim menyatakan unsur kekerasan dalam rumah tangga yang berujung kematian ini sesuai dengan Pasal  44 ayat 3 UU No. 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. “Terdakwa terbukti secara sah telah melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan kematian seseorang. Terdakwa akan dihukum dengan pidana penjara 6 tahun 6 bulan dikurangi masa penahanan,” tegas Arif.

Pikir-Pikir
Penasihat hukum terdakwa, Edy Obaja, mengatakan masih pikir-pikir untuk melakukan banding. Namun, dia menilai hukuman yang diberikan kepada terdakwa sangat berat dan tidak berkeadilan. “Kami berpendapat itu tidak sesuai fakta. Seharusnya dalam hukum pidana tidak bisa menggunakan teori sebab-akibat,” terang dia.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Kota Madiun, R. Wisnu Bagus Wicaksono, mengatakan majelis hakim sudah bersepakat dengan dakwaan primer yang menjadi tuntutan JPU. Tetapi, untuk vonis yang diberikan kepada terpidana tidak sesuai tuntutan JPU, yakni 10 tahun penjara.

“Kami konsultasikan kepada pimpinan terlebih dahulu. Ini kan ada waktu sepekan untuk memikirkan hal itu,” kata dia seusai persidangan.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya
KLIK di sini untuk mengintip Kabar Sragen Terlengkap

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

Jangan Sampai Jadi Korban, Ini Tips Terhindar dari Penipuan Arisan Online

Saat ini banyak orang yang menggunakan tameng arisan online sebagai modus penipuan yang menimbulkan banyak korban.

Mau Tahu Harta Kekayaan Para Artis yang Jadi Anggota DPR? Ini Daftarnya

Masyarakat sebenarnya bisa ikut memantau harta kekayaan para artis yang jadi anggota DPR ini.

Kelola Sampah Organik dengan Maggot, Omah Limbah Gempol Klaten Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

Omah Limbah Gempol mengelola sampah organik agar berdaya guna sebagai pakan utama maggot alias belatung dari lalat BSF.

Hati-Hati Lur! Jembatan Trobayan Sragen Retak-Retak, Rawan Ambles

Jembatan Trobayan di Kalijambe Sragen kembali rusak hingga mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan roda empat atau lebih.

Belajar Bahasa Inggris sambil Rebahan? Yuk, Simak Cara Berikut Ini

Di era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa global bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.

Kisah Kades Gempol Klaten yang Diprimpeni Arwah Leluhur saat Jalani Isoman

Kepala Desa (Kades) Gempol, Kecamatan Karanganom, Edy Suryanta, merupakan salah seorang penyintas Covid-19 di desanya, Jumat (17/9/2021).

Ella Skin Care Menginspirasi melalui 1.000 Serum

Ella Skin Care dengan produknya Matcha Sebo Control Serum mengatasi masalah jerawat yanpa efek samping.

Silaturahmi ke Kediaman Habib Luthfi Pekalongan, Airlangga: Beliau Orang Tua Kita

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto sowan ke kediaman Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi.

Viral Pelajar SMA Jadi MUA, Hasil Riasannya Bikin Kaget Warganet

Seorang pelajar SMA yang diketahui bernama Desi menjadi sorotan karena keterampilannya jadi MUA. 

Potensi Pendapatan Rp42 Triliun, Ini 5 Fakta Merger Indosat dan Tri

Induk PT Indosat Tbk., Ooredoo Q.P.S.C., dan induk PT Hutchison 3 Indonesia, CK Hutchison Holdings Limited resmi bergabung atau merger.

Tak Hanya White Tiger, Monstera Variegata Marble Juga Jadi Primadona, Harganya Rp3 Juta per Daun

Petani dan pedagang tanaman hias di lereng Gunung Lawu ini menyebut bukan hanya Monstera White Tiger yang sedang hits. Dia menyebut Monstera Variegata Marble juga menjadi primadona.

Tak Cuma Dapat Bantuan Uang Buat Ngontrak, Sekeluarga Tidur di Wedangan Kartasura Juga Dapat Motor

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, mendapat bantuan senilai Rp32.650.000. Bantuan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk motor, uang kontrakan, dan sebagainya.

118,36 Juta Dosis Telah Disuntikkan, Pemerintah Terus Upayakan Akselerasi Vaksinasi

Akselerasi vaksinasi baik dalam hal distribusi maupun pelaksanaannya terus dilakukan Pemerintah.

Para Penyanyi Tanah Air Ini Pernah Alami Insiden Memalukan di Panggung

Berbagai insiden memalukan yang dialami para penyanyi ini saat tampil di panggung adalah terjungkal hingga kostum melorot.

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Bikin Penasaran! Wisata Curug Sirawe Batang Tawarkan Pesona Aliran Air Panas dan Dingin Terjun Bersama

Wisata Curug Sirawer Batang memiliki keunikan yakni curug air panas yang bersuhu tinggi dan satu curug bersuhu sangat dingin mengucur bersamaan.