SOLOPOS.COM - Ilustrasi SMS (Dok/JIBI)

ilustrasi

“Mas, Mbak, beribu maaf ya. Telah ngerepotin kalian semua dan membuat keputusan konyol. Pesan buat mbak masku. Tolong di rumah kamu entar dikasih fotoku ya. Wassalam”

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Terbata-bata, Sudirman, 38, membacakan isi pesan singkat saudara iparnya, Yeni Prasetyo, 26. Ia masih tak percaya jika Yeni yang selama ini dikenalnya sebagai pekerja keras itu tega membunuh keponakannya yang juga istri Yeni, Lulut Larasati, 18. “Yeni itu bukan orang galak. Dia baik dan pekerja keras,” jelasnya lirih.

Ekspedisi Mudik 2024

Tak hanya kepada Sudirman, Yeni, juga mengirim permintaan maaf tersebut ke semua kerabat dekatnya. Bahkan, Yeni, juga masih mau mengangkat telepon kepala desa setempat, ketika dihubungi. “Enggak tahu dia di mana, tapi kami semua dikirimi sms itu,” tandasnya.

Padahal, menurut Sudirman, pasangan suami istri yang belum genap dua tahun menikah itu awalnya berencana membuat rumah baru. Mereka yang masih tinggal bersama dengan ibu Lulut, Suyati,45, di RT 012/ RW 003, Dukuh Banyuurip, Desa Banyuurip, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, itu bahkan sudah membeli sejumlah bahan bangunan yang akan digunakan untuk rumah barunya. Selain Suati, rumah tersebut juga dihuni saudara Lulut yang masih SMP, Deni dan cucu Suyati, Rimbi.

Biduk rumah tangga Yeni yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan Lulut yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko di Pasar Gondang itu awalnya baik-baik saja. Sudirman sama sekali tak mencium gelagat aneh dari hubungan kedua saudaranya itu, namun akhir-akhir ini sejak adanya isu perselingkuhan Lulut, Yeni, terlihat lebih pendiam. Mereka sering cek-cok dan bersitegang. “Tapi enggak ada yang menyangka kalau sampai dibunuh seperti ini,” tandasnya.

Jasad Lulut kali pertama ditemukan ibunya, Suyati, pada Minggu, sekitar Pukul 05.00 WIB. Menurut Sudirman, tubuh Lulut ditemukan sudah kaku dengan posisi terlentang dan tangan sedekap di dada. Kakinya diikat tali sepatu, sementara mulutnya mengeluarkan darah dengan leher dan pipi terdapat luka memar. Sementara, Yeni, diperkirakan kabur dari rumah sekitar Pukul 03.00 WIB dengan mengendarai sepeda motornya Yamaha Mio .

Teman dekat Yeni, Kamto, mengaku beberapa hari terakhir sempat dicurhati Yeni tentang perselingkuhan istrinya itu. Menurutnya, Yeni memergoki Lulut tengah berkencan dengan selingkuhannya lewat pesan singkat. “Itulah yang kemudian membuat Yeni cemburu. Masalahnya, Lulut itu juga berperawakan cantik dengan tubuh kecil,” terangnya.

Wakapolres Sragen, Kompol Hartolo, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando, saat ditemui wartawan, Minggu, mengatakan hingga saat ini ia masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban, namun di sekitar leher korban ditemukan luka memar. Aparat kepolisian setempat juga belum mengamankan barang bukti apapun. Mayat korban dibawa ke RSUD Moewardi untuk diautopsi, sementara, pelaku masih dalam proses pencarian karena melarikan diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya