Ilustrasi garis polisi (www.witf.org)

Solopos.com, KENDARI -- Polisi menangkap pelaku pembunuhan presenter TVRI di Kendari, Sultra, Abu Saila alias Aditia. Pelaku berinisial AS, 29, ditangkap saat berada di rumah tempat dia indekos. Rupanya, pelaku tak lain adalah teman korban sendiri.

"AS ditangkap oleh tim Buser 77, dalam kurun waktu kurang dari 12 jam," kata Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaedi, Minggu (21/7/2019).

AS ditangkap di kosan di Jl Abunawas, Kota Kendari, sore ini. Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polres untuk menjalani pemeriksaan. "Sekarang pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari," ungkapnya.

Jemy mengatakan pelaku tidak lain adalah teman korban. Dari hasil pengembangan polisi, pada Sabtu malam (20/7/2019), korban menelepon dan mengajak pelaku keluar bersama. Korban kemudian menjemput pelaku menggunakan mobil pribadi.

Saat jalan bersama dengan Aditia, AS menjalankan aksinya dengan mengeksekusi korban menggunakan pisau di dalam mobil. Akibat perbuatannya, pelaku diancam hukuman 20 tahun penjara dan dikenakan pasal 338 KUHP.

Korban Abu Saila ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di selokan tidak jauh dari badan jalan oleh warga sekitar lokasi yang hendak membuang sampah. Karena takut, warga tersebut menceritakan temuannya itu kepada warga lain sebelum melapor ke kepolisian. Kapolres mengatakan korban diduga meninggal dunia akibat pembunuhan. Hal itu diperkuat adanya bukti-bukti fisik di tubuh korban.

“Dilihat dari kondisi fisik korban, dugaan awal itu pembunuhan, karena ada luka tusukan robek diperut, didahi dan ditangan, tapi kami masih akan melakukan penyelidikan,” ujar Jemi Junaedi, Minggu (21/7/2019) di Kendari.

Jemi juga menerangkan, sebelum kejadian tersebut, istri korban sempat memberikan laporan kehilangan kepada Polsek Baruga dan diteruskan di Polres Kendari.

“Memang benar pada pukul 20.00 Wita kami menerima laporan kehilangan dari keluarga korban. Istri korban melaporkan atas kasus kehilangan pada Polsek Baruga dan diteruskan ke Polres Kendari dan dilakukan pencarian tadi pagi untuk memonitor keberadaan korban,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten