Pembukaan SMA Baru di Solo Tak Prospektif, Ini Sebabnya
Ilustrasi kegiatan siswa SMA (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Pendidikan Solo, jumlah SMA di Kota Bengawan sudah jenuh.

Solopos.com, SOLO – Badan kerja sama (BKS) kepalasekolah menengah atas (SMA) swasta Solo menyatakan jumlah SMA di Kota Bengawan sudah jenuh sehingga tidak prospektif lagi untuk mendirikan sekolah baru.

Kepala BKS Kepala Swasta Solo, Literzet Sobri, mengungkapkan saat ini ada 25 SMA swasta di Solo.

“Kalau ditambah dengan empat Madrasah Aliyah [MA] swasta menjadi 29 sekolah. Jadi sekolah tingkat menengah [SMA/MA] swasta di Solo sudah jenuh,” kata dia di Solo, Jumat (15/9/2017).

Jumlah SMA/MA swasta yang ada sekarang, menurut dia, tidak sebending dengan jumlah lulusan siswa tingkat SMP/MTs yang sedikit.

Kondisi itu menyebabkansebagian besar SMA swasta tidak bisa memenuhi target pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018.

“Sekarang ini ibaratnya lebih banyak dayang tampung [SMA/MA] dibandingkan lulusan SMP/MTs,” ungkap dia.

Dengan kondisi ini, menurut Sobri, sulit untuk menambah SMA swasta baru di Solo karena harus bersaing ketat dengan sekolah yang sudah ada.

“Tapi kalau ada pihak yang akan membuka SMA swasta baru kami tidak bisa menolak,” ungkap dia.

Berdasarkan data PPDB 2017/2018 SMA swasta di Solo yang diperoleh, hanya ada beberapa SMA swasta yang dapat memenuhi target siswa baru antara lain SMA Al Islam 1 (373 siswa), SMA Batik 1 (432 siswa), dan SMA Al Muayyaad (69 siswa).

Sedangkan SMA swasta lainnya tidak bisa memenuhi target siswa baru, bahkan beberapa sekolah siswa barunya di bawah 10 orang seperti SMA Santo Paulus, SMA Tunas Pembangunan 1, SMA Tri Pusaka, SMA 17 Agustus, dan SMA Yosodipuro.

Pada bagian lain, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PD Muhammadiyah Solo, Tridjono, mengatakan tidak akan membuka sekolah baru, termasuk jenjang SMA.

Menurut dia, membuka sekolah baru yang belum tentu dapat berkembang, lebih baik sekolah Muhammadiyah yang sudah ada ditingkatkan mutunya agar bisa terus bertahan.

“Kami lebih berkonsentrasi meningkatkan kualitas sekolah yang sudah ada,” kata dia.

Jumlah sekolah Muhammadiyah saat ini tercatat sebanyak 44 sekolah terdiri atas SD sebanyak 23 sekolah; SMP sebanyak sembilan dan satu Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan SMA/SMK/MA sebanyak 11 sekolah. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom