Tutup Iklan
PEMBOBOLAN : KJKS Nguter Dibobol, Ratusan buku Agunan dan Rp22.3 Juta Raib
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) KJKS Surya Mandiri, Nguter, Sukoharjo, Sabtu (30/3/2013). (JIBI/SOLOPOS/Trianto Hery Suryono)
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) KJKS Surya Mandiri, Nguter, Sukoharjo, Sabtu (30/3/2013). (JIBI/SOLOPOS/Trianto Hery Suryono)

SUKOHARJO -- Aksi pencurian menimpa Kantor Koperasi Jasa Keuangan Syariah Surya Mandiri (KJKS SM), Dukuh Ngambil-ambil RT 001/RW 003, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Sabtu (30/3/2013). Seratusan buku atau barang agunan milik nasabah serta uang tunai senilai Rp22,3 juta lenyap.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi kejadian, pencuri membawa brangkas milik lembaga keuangan tersebut. Salah seorang karyawan KJKS, Anik mengatakan, brangkas berisi barang atau buku milik nasabah. Menurutnya, selain berisi buku sertifikat, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), brangkas juga berisi uang tunai senilai Rp22,1 juta.

Jumlah buku sertifikat sekitar 90-an buah dan BPKB sejumlah 150 buah sedangkan uang senilai Rp22,3 juta itu terdiri atas uang tunai di dalam brangkas senilai Rp22,1 juta dan uang receh di dekat loket kasir senilai Rp160.000. “Saya belum sempat masuk ke kantor karena setiba di halaman kantor, teman Siti memberitahukan kalau pintu terusan dicongkel. Saya pun mengecek dan keluar lagi. Tiba-tiba teman saya bernama Agung sudah masuk dan berteriak brangkas hilang. Saya lemas,” ujar Anik.

Sedangkan Siti Hartinah, 16, karyawan toko fashion yang satu kompleks dengan KJKS SM menceritakan, dirinya kali pertama mengetahui kondisi pintu terusan dicongkel. “Saya datang ke toko sekitar pukul 07.20 WIB. Setelah masuk ke dalam toko kok melihat pintu terusan tercongkel, saya pun keluar lagi menunggu teman yang lain. Mbak Anik datang saya beritahu kejadian itu.”

Dijelaskan oleh Siti, warga Singodutan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, barang-barang fashion tak ada yang hilang. Berdasarkan pemantauan, petugas Inafis dan Polsek Nguter sudah melakukan olah TKP seusai dilapori. Ada tiga pintu yang diduga dirusak, yakni pintu rolling, pintu kaca dan pintu terusan antarruang.

Sementara Bayu, karyawan KJKS yang lain mengatakan satu BPKP menjadi agunan pinjaman senilai Rp2 juta hingga Rp5 juta sedangkan buku sertifikat sebagai agunan pinjaman senilai Rp20 juta hingga 30 juta. Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pendataan.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Andis Arfan Tofani, mengatakan brangkas ditemukan anggota tim di Sipon 4, saluran air Dam Colo Timur di Desa Kedungwinong, Nguter.

“Brankas ditemukan petugas pembersih saluran Dam Colo, Pak Mulyadi. Di dalam brangkas ditemukan beberapa buku sertifikat. Polisi masih mengindentifikasi pelaku dan melakukan penyusuran saluran untuk mengetahui kemungkinan BPKB atau buku sertifikat terbawa arus. Kerugian masih didata.” Kasatreskrim menyatakan, buku sertifikat yang ditemukan berjumlah puluhan buah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho