PEMBERANTASAN PUNGLI : Sektor Perizinan dan Dana Bansos Paling Rawan Pungli
Ilustrasi

Titik fokus antara Unit Saber Pungli Nasional dan Unit Saber Pungli di masing-masing daerah memang berbeda.

Solopos.com, BANTUL-Sektor perizinan dan dana hibah bantuan sosial (bansos) menjadi sektor paling rawan terjadinya pungutan liar (pungli) di daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Bantul.

Hal itu disampaikan oleh Ketua I Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Nasional Sri Wahyuningsih. Kepada wartawan usai menghadiri peluncuran unit Saber Pungli Bantul, Rabu (9/11/2016) pagi di Gedung Induk Kompleks Kantor Bupati Bantul, dirinya mengakui, dari tujuh sektor yang menjadi fokus perhatian Unit Saber Pungli Nasional, dua diantaranya memang tergolong yang paling rawan. “Yakni sektor Perizinan dan Dana Hibah Bansos,” katanya.

Ia menambahkan, titik fokus antara Unit Saber Pungli Nasional dan Unit Saber Pungli di masing-masing daerah memang berbeda. Dua sektor yang paling rawan itu, menurut Sri memang sepenuhnya menjadi ranah dari Pemerintah Kabupaten/Kota.

Itulah sebabnya, ia berharap Unit Saber Pungli di masing-masing daerah bisa segera menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengambil tindakan konkret, mulai dari perencanaan, pencegahan, hingga penindakan.

Namun, lantaran peluncuran unit itu dilakukan di akhir tahun, pihaknya bisa memaklumi jika unit di masing-masing daerah kemungkinan besar akan terlambat dalam melakukan tugasnya. Hal ini diakuinya sangat erat berkaitan dengan penganggaran. “Ya kemungkinan, mereka akan eksis bergerak di awal 2017 mendatang lah,” ucapnya.

Memang, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 872016, Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli yang dibentuk oleh Presiden memang diharapkan segera melebarkan sayapnya hingga ke daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Setidaknya, unit Saber Pungli di daerah bisa secara resmi diluncurkan pada Rabu (9/11/2016) ini. “Tapi saya belum update perkembangannya, daerah mana saja yang sudah meluncurkan dan mana yang belum,” imbuh Sri.

Meski pihak Satgas Saber Pungli Nasional sudah menetapkan sektor rawan terjadinya pungli, namun Unit Saber Pungli Bantul justru mengaku belum mengetahui pasti pemetaan sektor rawan di Kabupaten Bantul. Hingga kini, pemetaan itu baru bisa dirumuskan setelah mereka menggelar rapat koordinasi (rakor). “Dalam waktu dekat kami akan rakor dulu. Saya belum bisa tentukan kapan. Setelah rakor itu barulah bisa diketahui pemetaannya,” ujar Ketua Pelaksana Unit Saber Pungli Bantul Kompol Qori Oktohandoko saat dikonfirmasi terpisah.

Namun, ia menegaskan bahwa unsur-unsur yang terlibat dalam Unit Saber Pungli Bantul terbilang sudah tepat. Semua unsur yang terlibat, mulai dari Polres Bantul, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, Inspektorat Daerah Bantul, dan beberapa SKPD terkait, dinilainya sudah cukup mewakili kebutuhan akan visi dan misi unit saber pungli tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho