Rabu, 30 Mei 2012 - 12:43 WIB

PEMBENGKAKAN SILPA 2011 Jadi Sorotan

Redaksi Solopos.com  /  Tutut Indrawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi


SINKRONISASI--DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Solo mengadakan rapat sinkronisasi tentang P2APBD 2011 di Gedung Dewan, Rabu (30/5/2012). (Septhia Ryanthie/JIBI/SOLOPOS)

SOLO–Pembengkakan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD Kota Solo tahun 2011 menjadi sorotan kalangan DPRD. Nilai Silpa yang mencapai Rp95,7 miliar tersebut jauh melebihi perkiraan semula yang hanya Rp32 miliar.

Advertisement

Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Supriyanto, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD menilai membengkaknya nilai Silpa tersebut sangat fantastis. Sebab realisasinya ternyata lebih dari 100 persen dari perkiraan semula. Bahkan nilainya membengkak jauh di atas nilai Silpa tahun 2010 lalu yang juga mencapai Rp43,9 miliar. Padahal idealnya Silpa itu berkisar antara Rp15 miliar-Rp 20 miliar.

“Tingginya Silpa tahun 2011 tersebut menunjukkan belum optimalnya atau kurang matangnya perencanaan anggaran di Pemkot, dalam hal ini untuk masing-masing SKPD (satuan kerja perangkat daerah. Terkait persoalan tersebut, saya menilai pengelolaan anggaran di Pemkot tahun ini sangat jeblok,” ungkap Supriyanto ketika ditemui wartawan di Gedung Dewan sesaat sebelum memimpin rapat sinkronisasi Banggar-TAPD tentang Pelaksanaan Pertanggungjawaban APBD (P2APBD) 2011, Rabu (30/5/2012).

Salah satu komponen Silpa, disebutkan Supriyanto, adalah belum terserapnya anggaran program relokasi warga bantaran Sungai Bengawan Solo senilai Rp8,3 miliar.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif