Ilustrasi truk angkutan barang, (Bisnis)

Solopos.com, SEMARANG — Surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tentang Pembatasan Konsumsi Solar memicu protes Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jateng. Pembatasan pembelian solar tersebut dianggap merugikan pengusaha.

Menurut informasi yang dihimpun Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), surat edaran dari BPH Migas mengatur batas maksimal konsumsi solar untuk kendaraan angkutan. Misalnya untuk angkutan barang roda empat hanya bisa membeli 30 liter solar untuk setiap kendaraan kendaraan per hari. Sedangka, untuk kendaraan roda enam 60 liter per kendaraan per hari. Khusus bagi kendaraan pribadi justru lebih sedikit hanya 20 liter.

“Kebijakan ini salah sasaran, bahkan nantinya akan mengahambat pertumbuhan ekonomi,” kata Ketua Asperindo Jateng, Tony Winarno, Senin (26/8/2019).

Menurut dia, kebijakakan tersebut dianggap tidak tepat, apalagi saat ini pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sedang digenjot untuk mendongrak kebijakan ekonomi. Sementara, pengguna jasa logistik paling banyak adalah para pelaku UMKM. “Dengan kebijakan ini justru akan menghambat pelaku UMKM,” tuturnya.

Sebelumnya, Asperindo telah menelan pil pahit akibat mahalnya kargo udara, sehingga transportasi darat melalui truck dipilih untuk mengakali naiknya  surat muatan udara (SMU) maskapai penerbangan. “Jika diterapkan dan batasan konsumsinya kaku, malah bertolak belakang dengan pengembangan infastruktur berupa tol,” jelasnya.

Dia menggambarkan dalam rute logistik darat yang padat Semarang-Jakarta misalnya. Anggaran bahan bakar ia patok sekitar Rp400.000 dengan kebutuhan 80 liter hanya untuk satu rute. Karena itulah pembatasan pembelian solar dinilai tidak berpihak kepada Asperindo.

“Bisa digambarkan kalau solar Rp5.000 per liter artinya kita butuh 80 liter solar untuk satu rute itu saja, kalau maksimal 60 liter? Ini jelas ndak cukup,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten