Pembebasan Lahan untuk Tol Solo-Jogja Segera Dimulai Tapi...
Warga Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, mengikuti sosialisasi dan konsultasi publik pembangunan tol Solo-Jogja di gedung serba guna MTA Kranggan, Selasa (4/8/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) serta pejabat pembuat komitmen (PPK) menggelar sosialisasi dan konsultasi publik pengadaan tanah atau lahan untuk pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Hari pertama sosialisasi dan konsultasi publik terkait pembebasan lahan untuk tol Solo-Jogja itu digelar Selasa (4/8/2020).

Tim menyambangi sejumlah desa yang bakal terdampak jalan tol Solo-Jogja di wilayah Kecamatan Delanggu dan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Desa-desa yang didatangi seperti Desa Sidoharjo, Kranggan, serta Keprabon di Kecamatan Polanharjo serta Desa Sidomulyo, Kecamatan Delanggu. Ada tiga tim yang melakukan sosialisasi dan konsultasi publik tersebut.

Wow, Pria Klaten Pasang 75 Bendera di Depan Rumah Sambut HUT RI

Berdasarkan pantauan di Desa Kranggan, sosialisasi serta konsultasi publik digelar di dua lokasi yakni di gedung serba guna kantor desa serta gedung serba guna MTA yang ada di desa setempat.

Sosialisasi dan konsultasi publik diikuti warga pemilik lahan yang bakal terdampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Pada sosialisasi itu, tim menjelaskan ihwal tahapan persiapan serta pengadaan lahan untuk jalan tol.

Sejumlah warga sempat mempertanyakan jadwal pelaksanaan pembebasan lahan agar mereka bisa bersiap-siap jika memang lahan mereka terdampak proyek tol.

Diusung 3 Partai, One Krisnata-Muhammad Fajri Siap Tantang Cabup Petahana di Pilkada Klaten

Pada kesempatan itu, tim persiapan mengatakan pembebasan lahan segera dilakukan. Kecepatan waktu pembebasan lahan tergantung kesiapan dokumen warga.

Memberikan Informasi Secara Detail

Oleh sebab itu, tim persiapan berharap warga terdampak mulai menyiapkan dokumen seperti sertifikat tanah dan dokumen lainnya seperti kartu keluarga.

Tim juga mewanti-wanti apabila ada tanah yang saat ini masih bersengketa atau tanah warisan segera dirampungkan. Warga juga diimbau aktif memberikan informasi secara detail ketika ada tim yang datang melakukan identifikasi dan inventarisasi lahan terdampak jalan tol.

Staf PPK Jalan Tol Solo-Jogja, Hernendy Setiawan, mengatakan sosialisasi dan konsultasi publik menjadi tahapan awal pelaksanaan jalan tol Solo-Jogja.

Gokil Men! Mbah Minto Klaten Punya Ajudan Pribadi Setelah Terkenal

Hasil konsultasi publik itu menjadi salah satu syarat untuk meminta penetapan lokasi (penlok) dengan persetujuan gubernur. Nendy mengatakan di Klaten ada sekitar 50 desa di 11 kecamatan yang lahan-nya bakal terdampak jalan tol Solo-Jogja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, panjang jalan tol Solo-Jogja yang bakal melintasi Klaten diperkirakan mencapai 28 km. Soal pelaksanaan pembangunan tol, Nendy mengatakan sebelumnya direncanakan dimulai pada 2021 mendatang.

“Untuk target menunggu proses ini dulu karena juga kondisi masih seperti ini [pandemi Covid-19]. Kami tidak bisa menghitung kapan dimulainya. Kalau sebelumnya direncanakan 2021 sudah mulai pelaksanaan proyek,” jelas dia.

Proses Penerbitan Penlok

Terkait patok-patok terpasang di lahan terdampak jalan tol, Nendy mengatakan merupakan patok yang bakal menjadi jalur tol.

“Yang akan dilewati ya di situ [lahan yang dipasangi patok]. Sebagai asnya itu patok warna kuning. Itu hanya dimaksudkan agar warga tahu kalau jalurnya itu. Jadi itu bukan patok tanah yang akan terkena seberapa,” jelas dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan sosialisasi dan konsultasi publik masih menjadi tahapan awal rencana proyek pembangunan jalan tol.

Rudy Dampingi Gibran ke Jakarta Sowan Ketum PDIP Megawati

Setelah sosialisasi dan konsultasi publik digelar, ada proses penerbitan penlok setelah ditandatangani gubernur. Setelah ada penlok, tahapan baru memasuki proses pengadaan tanah atau lahan.

“Kalau saat ini belum sampai ke pengumpulan dokumen warga. Dalam sosialisasi ini, kalau ada permasalahan nanti bisa dirampungkan sejak awal,” urai dia.

Lebih lanjut, Jaka mengatakan sosialisasi dan konsultasi publik dijadwalkan menyasar ke seluruh desa di Klaten yang bakal terdampak jalan tol hingga 25 Agustus mendatang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom