Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KULONPROGO- Konsumsi pertamax di SPBU yang berada di Kulonprogo mengalami peningkatan 10 kali lipat setelah diberlakukan pembatasan pasokan premium oleh Pertamina awal pekan ini. Peningkatan mulai terasa pada Selasa (26/8/2014) sampai dengan hari ini.

Di SPBU Kalimenur Sentolo, misalnya, pasokan 4.000 liter pertamax selalu habis setiap hari. “Padahal kalau biasanya pertamax yang terjual hanya sekitar 400 liter per hari,” ungkap Budi Santoso, pengawas SPBU Kalimenur Sentolo, Kamis (28/9/2014).

Ia menilai, hal ini sebagai imbas dari pembatasan pasokan premium sehingga konsumen pun beralih ke pertamax daripada kendaraan bermotornya tidak berfungsi karena tidak diisi bahan bakar. Pasokan untuk pertamax, kata dia, tidak dikurangi namun karena permintaan meningkat sehingga selalu tampak kurang.

Selain pertamax, pasokan untuk solar juga tetap yakni 16.000 liter per hari, akan tetapi karena Jalan Nasional Wates-Purworejo dilewati banyak kendaraan besar akibat pengalihan arus pantura, sehingga persediaannya pun selalu habis.

Direktur PD Aneka Usaha yang membawahi SPBU Wates Fitroh Nur Wijaya juga menyebutkan konsumsi pertamax meningkat semenjak ada pembatasan pasokan premium.

“Biasanya dalam satu hari penjualan pertamax di SPBU Wates hanya 500 sampai 1.000 liter per hari, kalau sekarang bisa mencapai 8.000 liter per hari,” terangnya.

Oleh karena itu, kata dia, stok pertamax di SPBU Wates juga selalu habis setiap hari, karena permintaan harian untuk pertamax hanya 8.000 liter.

Menurutnya, orang beralih ke pertamax karena tidak ada persediaan premium di SPBU.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten