Antrean panjang pembeli premium di sejumlah SPBU di Bantul terjadi sejak pagi hingga sore, Sabtu (23/8/2014). Dalam beberapa hari terakhir Pertamina mengurangi pasokan jatah BBM ke seluruh SPBU di Bantul menyebabkan antrean panjang pembeli dan habisnya premium di tingkat eceran. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)

Solopos.com, JOGJA-Marketing Branch Manager Pertamina DIY dan Surakarta, Freddy Anwar mengimbau warga tidak panik terkait pengendalian BBM yang dilakukan saat ini. Pihaknya menjamin stok BBM bersubsidi DIY aman, sembari menunggu revisi kuota BBM yang baru.

"Kalau sesuai kuota lama APBN 2014, stok premium di DIY sebesar 575.306 Kilo Liter [KL] dan solar sebanyak 130.000 KL per tahun. Kalau seandainya masih menggunakan kuota lama, stok cukup sampai akhir tahun," tandasnya kepada Harianjogja.com.

Freddy Anwar mengaku masih menunggu kuota terbaru APBN-P dari BPH Migas yang diputuskan dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL untuk tahun ini. Sembari menunggu revisi kuota, lembaganya mengendalikan BBM agar ketersediaan mencukupi hingga akhir tahun. Realisasi konsumsi BBM subsidi di DIY hingga Juli 2014 mencapai 54% sehingga sisa stok mencukupi hingga lima bulan ke depan.

"Untuk konsumsi solar DIY per hari hanya 350 KL, premium sebesar 1.500 KL dan pertamax 35 KL. Pengendalian yang kami lakukan tidak memengaruhi pasokan, justru menjaga stok. Kami berharap masyarakat tidak panik, beli BBM sesuai kebutuhan," lanjut Fredy.

Senada dengannya, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY juga mengimbau agar masyarakat tidak panik. Meski terjadi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU, kata Ketua Hiswana Migas DIY Siswanto, secara umum kuota BBM bersubsidi di DIY cukup.

"Memang ada penurunan kuota BBM subsidi sebesar dua KL. Itu berlaku secara nasional. Untuk DIY pengurangannya hanya satu hingga dua persen saja," tutupnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten