Atlet PPOP Jateng tengah mencoba lintasan atletik Jatidiri di Semarang, Jumat (13/12/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) masih membutuhkan dana sekitar Rp685 miliar untuk menyelesaikan proyek sport center Jatidiri di Kota Semarang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah (Jateng), Sinoeng N. Rachmadi, menyebutkan dengan kebutuhan sebesar itu kemungkinan proyek sport center Jatidiri yang mengusung konsep ecosport-tourism baru selesai pada 2023 nanti.

“Kalau untuk beberapa pekerjaan seperti venue atletik dan mechanical electric, stadion, progresnya sudah 94%. Tapi secara keseluruhan, seluruh kawasan baru 85%,” terang Sinoeng saat dijumpai wartawan di venue atletik kawasan Stadion Jatidiri, Jumat (13/12/2019) pagi.

Sinoeng menyebutkan salah satu venue yang sudah hampir selesai adalah lintasan atletik yang berada di sebelah stadion. Venue atletik itu bahkan sudah diujicobakan kepada para atlet PPOP Jateng dan beberapa pegawai di lingkungan Disporapar Jateng, Jumat pagi.

Tak ketinggalan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan istri, Siti Atikoh, juga mencoba lintasan atletik yang di tengah terdapat venue untuk menggelar perlombaan lempar takraw maupun lempar lembing.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kanan), dan Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng N. Rachmadi, saat meninjau venue atletik Jatidiri, Semarang, Jumat (13/12/2019). (Humas Pemprov Jateng-Semarangpos.com)

Sementara itu untuk stadion, Sinoeng mengaku proses renovasi baru selesai pada 2021. Saat ini pembangunan stadion masih menyelesaikan pengerjaan rangka atap tribune, space trim tribune utara dan barat, penutup atap, serta arsitektur dalam gedung.

“Setelah selesai juga belum bisa langsung digunakan karena masih minta verifikasi FIFA agar layak untuk menggelar pertandingan internasional. Memang pembangunannya lama karena ini murni didanai APBD Jateng,” tutur Sinoeng.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, membuka peluang bagi pihak swasta untuk mengelola kawasan olahraga Jatidiri, termasuk stadion yang berkapasitas 45.000 orang.

“Nanti pengelolanya kita harapkan bukan dari Pemda tapi kita carikan profesional untuk mengelola. Sehingga mereka yang mengelola punya pengalaman untuk bisnis properti, sehingga bisa menjual sekaligus merawat,” ujar Ganjar.

Dengan sistem pengelolaan seperti itu Ganjar berharap Jatidiri tidak terus-menerus bergantung pada pembiayaan dari APBD. “Sehingga tidak semuanya dibiayai oleh negara. Dan publik bisa menyewa. Jangan-jangan dengan seperti itu bisa untung lebih banyak,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten