PEMBANGUNAN SOLO : Bangun RSUD di Semanggi, Pemkot Takkan Gusur Rumah
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meninjau pembangunan gedung baru Koramil Pasar Kliwon di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Jumat (14/10/2016). Lahan di selatan Koramil tersebut bakal dibangun rumah sakit (RS) baru mulai tahun depan. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Pembangunan Solo, Pemkot Solo memastikan pembangunan rumah sakit di Semanggi tidak sampai menggusur rumah warga.

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo memastikan proyek pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, tidak akan berdampak pada penggusuran rumah warga.

"Enggak ada rumah yang terdampak. Kami kan sudah ada kejelasan batas tanah untuk pembangunan. Itu wong tanah bebas. Rumah sakit neng kidule [di sebelah selatan] Koramil Pasar Kliwon," kata Rudy saat ditemui Solopos.com di sela-sela memimpin kegiatan mider praja meninjau proyek perluasan Kantor UPTB KB Bapermas Pasar Kliwon, Jumat (14/10/2016) pagi.

Rudy menyebut pembangunan RS dilaksanakan multiyears. Jadi RS belum bisa membuka pelayanan kesehatan pada 2017 mendatang. Menurut dia, pembangunan RSUD yang dibiayai pemerintah pusat itu sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga Solo bagian selatan.

Dana pembangunan RSUD mencapai Rp100 miliar. "Tim dari Bappenas [Badan Perencanaan Pembangunan Nasional] sudah meninjau lokasi. Sudah ada lahan yang siap digunakan untuk rumah sakit. Lokasinya di sana, dekat dengan IPAL Semanggi. RS nanti dibangun secara multiyears," terang Rudy, sapaan akrab Wali Kota.

Pemkot berencana membangun RS setinggi enam lantai berkapasitas 200 tempat tidur di kawasan Silir, Semanggi, mulai 2017 mendatang. Sesuai rencana, RS dibangun di tanah hak pakai (HP) Pemkot No. 54 seluas 1.100 meter persegi.

Rudy menilai lokasi tersebut cocok dibangun RS yang menyediakan layanan kesehatan bagi warga Kota Bengawan. "Total anggaran yang kami ajukan ke pusat untuk membangun rumah sakit nilainya Rp100 miliar. Rumah sakit ini akan dilengkapi fasilitas yang sama seperti RSUD Ngipang untuk melayani warga Solo. Dengan adanya rumah sakit baru ini nantinya membuat ketersediaan layanan kesehatan di Solo semakin banyak," tutur Rudy.

Rudy tidak menampik pembangunan rumah sakit di Semanggi sebagai upaya merealisasikan salah satu janji kampanye saat Pilkada. Dia bertekad membangun rumah sakit di setiap kecamatan.

Dia menilai pembangunan rumah sakit sangat diperlukan agar warga menerima layanan kesehatan secara mudah, cepat, dan terbaik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Yulistianto, mengatakan Pemkot tengah menyusun detail engineering design (DED) pembangunan RS menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan (APBD-P) tahun ini. "DED sudah, FS [feasibility study] sudah. RS tinggal dibangun," kata Budi kepada Solopos.com di Semanggi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom