PEMBANGUNAN SOLO : Anggaran Dialihkan untuk RSUD Semanggi, Revitalisasi Pasar Jebres Ditunda
Ilustrasi proyek fisik (Dok)

Pembangunan Solo, Pemkot mengalihkan anggaran revitalisasi Pasar Jebres untuk RSUD Semanggi.

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan menunda revitalisasi Pasar Jebres karena anggarannya dialihkan untuk pembangunan RSUD Semanggi.

Kebutuhan anggaran untuk pembangunan RSUD tersebut membengkak sehingga perlu mengambil dari sejumlah pos belanja lain. Terkait itu, Pemkot telah mengajukan perubahan adendum nota kesepakatan antara Wali Kota Solo dengan DPRD tentang pelaksanaan pembangunan RSUD Semanggi yang menggunakan sistem tahun jamak.

Hal ini setelah adanya pembengkakan biaya pembangunan RSUD Semanggi yang diketahui setelah review detail engineering design (DED). Anggaran pembangunan RSUD Semanggi yang semula Rp100 miliar membengkak jadi Rp200 miliar. (Baca juga: Ini Penyebab RSUD Semanggi Belum Bisa Dibangun)

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo, Budi Yulistianto, menuturkan semula proyek RSUD ini diteken digarap multiyears mulai 2017 hingga 2019 dengan total anggaran Rp100 miliar dari APBD. Jumlah tersebut dengan perincian pada 2017 dianggarkan Rp10 miliar, disusul Rp60 miliar pada 2018, dan Rp30 miliar pada 2019.

Pembengkakan biaya ini membuat Pemkot mesti mengajukan lagi perubahan kesepakatan soal proyek tahun jamak. “Kami rencanakan pada 2017 ini bisa terkucur Rp40 miliar sampai Rp50 miliar. Sedangkan pada 2018 nanti kami alokasikan Rp75 miliar sampai Rp80 miliar dan pada 2019 sebesar Rp75 miliar hingga Rp80 miliar,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (24/5/2017).

Budi menambahkan untuk tahun ini Pemkot mengajukan perubahan alokasi dana yang semula Rp10 miliar menjadi Rp40 miliar. Total Rp40 miliar itu berasal dari alokasi pembangunan RSUD Rp 10 miliar dan Rp30 miliar kekurangannya diambilkan dari sejumlah pos.

Perinciannya, dari saldo kas RSUD Ngipang Rp15 miliar, penjadwalan ulang kegiatan pembangunan Pasar Jebres Rp5 miliar, dan penjadwalan ulang kegiatan operasional terminal Rp10 miliar. “Revitalisasi Pasar Jebres kami pending [tunda] untuk tahun depan karena perbaikan ini akan dilakukan menyeluruh dan membutuhkan dana yang besar sekalian. Sedangkan terkait Terminal Tirtonadi kan sekarang operasionalnya sudah ditekel pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, mengatakan alokasi anggaran revitalisasi Pasar Jebres yang batal dikerjakan tahun ini akan digunakan untuk pemeliharaan serta perawatan pasar lain yang mendesak diperbaiki. Menurutnya, hal ini tidak masalah karena nomenklatur peruntukannya sama.

Di sisi lain, dana Rp200 miliar untuk pembangunan RSUD Semanggi ini untuk pembangunan fisik Rp132,8 miliar dan Rp67,1 miliar untuk mechanical electronic (ME). Angka ini sebenarnya belum termasuk kelengkapan furnitur dan peralatan lain.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Demokrat Nurani Rakyat (FDRN), Abdullah A.A., menyayangkan langkah Pemkot yang menunjukkan ketidakmatangan soal perencanaan proyek RSUD tersebut. Terlebih pembengkakan biaya itu hingga naik 200% dari anggaran semula.

“Padahal perencanaan RSUD Semanggi ini baru dibuat dan diteken kemudian disepakati pada November tahun lalu. Sekarang hitungannya sudah berubah lagi,” jelasnya.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom