Pembangunan Pasar Legi Solo Molor Jadi 2 Tahun, Ini Tanggapan Pedagang
Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Legi, Solo, Selasa (27/8/2019). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

RencanSolopos.com, SOLO — Rencana pembangunan Pasar Legi Solo molor dari satu tahun menjadi dua tahun dengan skema anggaran multiyears. Pedagang keberatan menanggapi keputusan itu.

Seorang pedagang Pasar Legi Solo, Tugiman, 60, mengaku keberatan atas keputusan pemerintah yang melakukan rasionalisasi anggaran untuk pembangunan Pasar Legi Solo.

Menurut dia, Pasar Legi merupakan pasar induk di Soloraya sehingga ruang pasar mutlak dibutuhkan masyarakat Soloraya.

Pembangunan Pasar Legi Solo Molor Jadi 2 Tahun, Karena Covid-19?

“Semua produk pertanian ada di Solo khususnya Pasar Legi. Pembangunan [Pasar Legi Solo] mutlak segera dilakukan karena para pedagang berjualan di kios darurat dan jalan,” kata Tugiman.

Selama ini, ribuan pedagang Pasar Legi Solo memang tersebar di beberapa lokasi. Ada yang berjualan di pasar darurat, seperti yang diharapkan pemerintah. Ada juga yang memilih menyewa tempat di jalan atau di tempat yang dinilai lebih strategis.

Kios Darurat Tak Strategis

Tugiman menegaskan tidak semua lokasi kios darurat strategis sehingga barang dagangan sejumlah pedagang tidak laku. Kondisi jalan yang tergenang air saat musim hujan juga menjadi masalah. Jalan yang tergenang menganggu aktivitas pedagang di kios darurat.

Males Keluar, Bisa Belanja Online di Pasar Tradisional Solo Lewat Pono.co.id

Pedagang palawija di Pasar Legi Solo, Sri, 53, juga berharap pembangunan Pasar Legi Solo cepat selesai. Selama ini, Sri membuka lapak dengan menyewa lokasi di tepi jalan senilai Rp10 juta per tahun.

Hal itu terpaksa dilakukan karena lokasi kios darurat jatahnya tidak strategis. Dia khawatir harus mengeluarkan biaya sewa tempat lebih besar jika pembangunan Pasar Legi Solo dilakukan secara multiyears.

“Kios darurat masih saya pakai setiap hari. Kios darurat untuk menyimpan barang dagangan. Semoga pelaksanaan pembangunan pasar segera dimulai,” ungkap dia.

Daihatsu Sumbang Daihatsu Xenia untuk dimodifikasi UGM Jadi Mobil Siaga Covid-19

Sebelumnya diberitakan, kepastikan pembangunan Pasar Legi molor sampai dua tahun disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi. Heru menjelaskan rencana proyek pembangunan pasar dengan anggaran Rp150 miliar tersebut awalnya berlangsung selama satu tahun.

Namun, saat pemerintah mengurus proses administrasi, pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Pemerintah lantas mengubah rencana penggunaan anggaran atau rasionalisasi.

Dampaknya, proyek pembangunan dipastikan berjalan secara multiyears selama dua tahun. “Rasionalisasi keuangan di pemerintah pusat banyak yang digeser. Pembangunan [Pasar Legi Solo] dilakukan multiyears. Dua tahun anggaran,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom