PEMBANGUNAN PASAR KLATEN : Pedagang Pasar Srago Dipindah ke Pasar Darurat H-7 Lebaran
ilustrasi (JIBI/dok)

Pembangunan pasar Klaten tepatnya di Pasar Srago segera dilakukan. Rencananya pedagang akan dipindahkan ke pasar darurat pada H-7 Lebaran.

Solopos.com, KLATEN – Pedagang Pasar Srago, Kecamatan Klaten Tengah segera dipindah ke lokasi darurat menyusul rencana pembangunan pasar. Hanya, para pedagang meminta pemindahan dilakukan setelah Lebaran.

Lurah Pasar Srago, Agus Setyono, mengatakan pasar darurat masih dalam tahap pembangunan dan dijadwalkan rampung akhir Juni ini. Pasar darurat dibangun di Lapangan Mojayan, tak jauh dari Pasar Srago.

Terkait pemindahan pedagang ke pasar darurat, Agus menerangkan sosialisasi sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Dari sosialisasi itu, pedagang menyatakan siap pindah ke pasar darurat setelah Lebaran.

Para pedagang beralasan, beberapa hari menjelang atau setelah Lebaran merupakan saat yang paling mereka tunggu untuk meraup untung lebih. “Alasannya itu Lebaran merupakan saat yang ditunggu-tunggu pedagang untuk bisa memanen hasil. Makanya, mereka minta waktu untuk pemindahan ke pasar darurat bisa diundur,” ungkap dia, Minggu (21/6/2015).

Pengelola pasar menyatakan sepakat dengan keinginan sekitar 497 pedagang. “Rencana memang pada pertengahan Juli nanti pedagang dipindah ke pasar darurat. Jadi, tidak terlalu molor untuk pemindahan. Setelah pasar darurat selesai, segera kami bagi-bagi lokasi jualannya di pasar darurat bekerja sama dengan paguyuban pedagang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan pasar tersebut layak direnovasi lantaran kondisinya yang memprihatinkan. Selain tempat jualan yang kumuh, pasar itu kerap kebanjiran ketika musim hujan tiba. “Kondisi sejumlah bagian bangunan sudah rusak. Selain itu, sering kebanjira karena posisi pasar berada dsekitar 30 sentimeter di bawah jalan,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, total dana guna pembangunan Pasar Srago yakni Rp5,5 miliar dari APBD Klaten dan Provinsi. Ditargetkan, proses pembangunan pasar itu rampung pada 15 Desember 2015 mendatang.

Sementara itu, salah satu pedagang, Ponidi, sepakat dengan rencana pembangunan Pasar Srago lantaran kondisinya yang tak lagi nyaman. “Banyak yang memilih berjualan di luar di tepi jalan. sementara, kondisi los di dalam pasar kosong,” jelasnya. 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom