Pedagang Sibela Direlokasi, Jumat (8/8/2014). (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)

Solopos.com, JEBRES—Sejumlah pedagang menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera membongkar bangunan Pasar Sibela, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres.

Harapannya, proses pembangunan pasar bisa segera dimulai. Salah seorang pedagang Ratmi Patmo, 50, mengatakan seluruh pedagang Pasar Sibela sudah pindah ke pasar darurat di lapangan Perunas, Mojosongo sejak Senin (11/8/2014). Namun, Pemkot belum juga membongkar bangunan Pasar Sibela yang telah kosong ditinggal pedagang tersebut.

“Pemkot belum membongkar Pasar Sibela. Semoga Pemkot segera memulai pembongkaran agar pembangunan Pasar Sibela bisa segera dimulai. Sehingga kami pedagang bisa kembali berjualan di lokasi Pasar Sibela dengan bangunan baru,” kata Ratmi saat dijumpai Solopos.com, di lapaknya di pasar darurat Lapangan Perumnas, Kamis (14/8/2014).

Pantauan Solopos.com, Kamis pagi, kondisi Pasar Sibela sepi. Tidak tampak aktifitas pembongkaran Pasar seperti yang diharapkan sejumlah pedagang.

Hanya terlihat seorang pemulung yang sedang mengumpulkan barang-barang bekas sisa pembongkaran lapak kios dan los milik pedagang yang pindah ke pasar darurat.

Dijumpai terpisah, pedagang lain, Zayitun, 55, memprediksi kondisi pasar darurat bakal ramai seperti Pasar Sibela sebelumnya. Tapi butuh waktu empat bulan sampai lima bulan.

“Misalnya, waktu kami berjualan di Pasar Sibela, jumlah pembeli hingga sepuluh orang. Sedangkan di pasar darurat menjadi lima. Jumlah pembeli menjadi 10 orang mungkin bisa terjadi lima bulan ke depan. Namun, saya lebih berharap jumlah pembeli naik dalam waktu dekat ini. Selain itu, syukur-syukur dalam waktu empat bulan, Pemkot sudah menyelesaikan pembangunan Pasar Sibela,” terang Zayitun.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten