Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Dinilai Sangat Beralasan

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO – Banyaknya hutang negara saat ini salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur empat tahun terakhir.

Pendapat tersebut disampaikan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Lukman Hakim saat menjadi pembicara diskusi politik gelaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo di Warung Makan Mbak Yun, Rabu (13/2/2019).

“Pak Jokowi pilih infrastruktur adalah pilihan sangat sulit. Sebab pasti hutangnya banyak. Beda dengan zamannya SBY [Susilo Bambang Yudhoyono] yang memilih lebih banyak memberikan subsidi kepada rakyat. Uang Rp300 triliun digunakan subsidi BBM,” tutur dia.

Tapi Lukman mengakui apa yang dilakukan Jokowi untuk membenahi infrastruktur nasional cukup beralasan. Sebab sejak masa reformasi perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur sangat kurang. Akibatnya banyak infrastruktur yang kondisinya rusak.

Di luar itu terjadi ketimpangan yang sangat terasa dalam hal kondisi infrastruktur antar wilayah. Lukman mencontohkan terlihat jelasnya perbedaan kualitas infrastruktur jalan di Jawa Tengah (Jateng) dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).

Berbeda dengan Jateng, berdasarkan sebuah studi, Jatim dinilai sebagai provinsi yang pembangunannya paling seimbang se-Tanah Air. “Maka tak heran jalur bus Solo-Jogja justru dikuasai bus-bus dari Surabaya. Bus lokal bumel, panas, dan tarif mahal,” ujar dia.

Dilema lain yang terjadi di tengah masyarakat akibat dari kebijakan prioritas pembangunan infrastruktur nasional menurut Lukman yaitu menurunnya daya beli masyarakat. Situasi itu berbeda dengan zaman SBY yang memprioritaskan pemberian subsidi ke rakyat.

“[Zaman SBY] Beda dengan sekarang karena tidak ada lagi subsidi. Masyarakat dibiarkan sendiri. Jokowi pilih membangun infrastruktur. Tapi sekarang Jokowi memilih untuk mengampanyekan tentang pembangunan SDM. Tapi SDM yang seperti apa,” imbuh dia.

Sedangkan pembicara lainnya, Okta Hadi Nurcahyono yang juga dosen UNS menyoroti karakteristik pemilih di Kota Solo. Menurut dia dilihat dari sejarahnya, terdapat begitu banyak ideologi di Kota Bengawan mulai dari yang paling “kanan” hingga paling “kiri”.

“Pergerakan politik di Solo berbasis komunal atau komunitas sehingga dipengaruhi keberadaan dan peran media sosial,” urai dia. Diskusi politik HMI Solo di Warung Mbak Yun diikuti 100 an generasi muda atau calon pemilih milenial di Kota Bengawan.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Sponsor Berlimpah, Persis Solo Kewalahan Terima Tawaran Kerja Sama

Jelang peluncuran tim dan jersey pekan depan, terhitung sudah 14 perusahaan yang mendukung Persis Solo musim ini.

Pelepasan Atlet PON XX Papua Kontingen Jawa Tengah asal Kota Solo

Pemkot Solo melepas 45 atlet, 9 pelatih

Total Dana IPO Tembus Rp32,14 Triliun, Kontribusi Bukalapak Rp21,9 Triliun

Dana hasil penawaran umum yang telah terkumpul hingga 16 September 2021 sebesar Rp32,14 triliun. Total dana itu berasal dari 38 perusahaan yang baru tercatat tahun ini.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.

1.681 Ibu Hamil di Kendal Sudah Ikut Vaksinasi Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynee Frederica meminta ibu hamil yang ada di wilayahnya untuk tidak takut vaksinasi.

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Mendarat di Gurun Gobi, 3 Astronaut China Ditandu

Tiga astronaut China berhasil mendarat di Gurun Gobi, Jumat (17/9/2021), setelah perjalanan luar angkasa 90 hari.

5 Rumah Sakit di Sragen Punya Rapor Merah, Bupati Mencak-Mencak

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meluapkan kemarahannya setelah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Bumi Sukowati mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.