Ilustrasi pembangunan gedung. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

<p><strong>Solopos.com, MADIUN</strong> -- Progres pembangunan gedung DPRD Kota Madiun jilid II saat ini justru menunjukkan keterlambatan sampai minus 13%. Ditakutkan pembangunan gedung yang sempat bermasalah tersebut akan molor dan tidak sesuai target.</p><p>Keterlambatan progres pembangunan gedung DPRD Kota Madiun menjadi temuan anggota Komisi 3 DPRD setempat saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di <a href="http://madiun.solopos.com/read/20181003/516/943440/pemkab-ponorogo-alokasikan-rp15-miliar-untuk-cpns-2018" title="Pemkab Ponorogo Alokasikan Rp1,5 Miliar untuk CPNS 2018">lokasi pembangunan</a> di Jl. Taman Praja, Kecamatan Taman, Selasa (2/10/2018).</p><p>Anggota Komisi 3 DPRD Kota Madiun, Marsidi Rosyid, mengatakan pada pekan ke-9 pembangunan gedung dewan ini telah mengalami keterlambatan 9% dan pada pekan ke-10 progresnya minus 13%. Seharusnya progres pembangunan pada pekan ke-10 ditargetkan 27%.</p><p>Namun, pihak kontraktor justru hanya mampu menyelesaikan 14%. Proyek yang didanai dari APBD Kota Madiun sekitar Rp19,3 miliar itu dikerjakan oleh PT Ris Putra Delta (PT RPD).</p><p>"Keterlambatan ini disebabkan pemesanan material yang juga terlambat," kata Marsidi saat Rapat Dengar Pendapat dengan sejumlah stakeholder pembangunan gedung DPRD Kota Madiun, Rabu (3/10/2018).</p><p>Marsidi menegaskan kontraktor yang <a href="http://madiun.solopos.com/read/20181003/516/943290/turis-asing-ke-jatim-bertambah-tapi-okupansi-hotel-merosot" title="Turis Asing ke Jatim Bertambah Tapi Okupansi Hotel Merosot">mengerjakan proyek</a> tersebut harus segera mengejar ketertinggalan capaian progres sesuai target. Jika nantinya setelah dilakukan <em>show cause meeting</em> (SCM) untuk kali ketiga masih terjadi keterlambatan, maka pelaksana proyek terancam diputus kontrak.</p><p>"Kami tekankan kalau sudah begini <em>by rule</em> saja. Tahapan-tahapan ini harus dilewati dulu, sudah ada SCM pertama, kemudian nanti dilanjut dua pekan lagi melakukan SCM kedua untuk evaluasi lagi sampai mana progresnya. Kemudian nanti kalau masih terlambat akan dilakukan SCM ke-3, baru nanti akan dilihat sampai mana keterlambatannya. Kalau di atas 10% ya sudah kita rekomendasikan untuk diputus kontrak," terang dia.</p><p>Pelaksana proyek PT RPD, Ahmad Ismangil, mengatakan akan segera <a href="http://madiun.solopos.com/read/20181002/516/943259/pergi-tak-pulang-pulang-nenek-ponorogo-ditemukan-tewas-terbakar-di-ladang" title="Pergi Tak Pulang-Pulang, Nenek Ponorogo Ditemukan Tewas Terbakar di Ladang">mendatangkan material</a> yang selama ini menjadi kendala pembangunan proyek pembangunan gedung DPRD Kota Madiun. Material tersebut antara lain AC, trafo, kabel <em>feeder</em>, dan armatur lampu.</p><p>Pelaksana proyek menargetkan pembangunan proyek mencapai 60% meskipun saat ini baru mencapai 14%. Sesuai kontrak, pembangunan gedung DPRD ini selesai pada 23 Desember 2018.&nbsp;</p><p><strong>Silakan&nbsp;</strong><a href="http://madiun.solopos.com/"><strong>KLIK</strong></a><strong>&nbsp;dan&nbsp;</strong><a href="https://www.facebook.com/madiunpos/"><strong>LIKE</strong></a><strong>&nbsp;untuk lebih banyak berita Madiun Raya</strong></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten