Pembalut Bikin Organ Intim Gatal, Benarkah?
Ilustrasi pembalut (Pinterest)

Solopos.com, SOLO – Pembalut merupakan salah satu benda yang akrab dengan kehidupan seorang wanita. Benda ini dipakai saat seorang wanita mengalami menstruasi atau keputihan. Namun, terkadang pemakaian pembalut menyebabkan area kewanitaan mengalami iritasi.

Pemakaian pembalut memang sering meningkatkan kelembapan organ intim. Jika sudah begini, area kewanitaan bakal terasa gatal, bahkan sampai lecet. Pernahkah Anda mengalami hal seperti itu? Tahukah Anda apa penyebab iritasi di daerah kewanitaan saat memakai pembalut?

Dihimpun dari Boldsky, Selasa (18/12/2018), penyebab paling umum munculnya ruam di kulit saat memakai pembalut adalah bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Perekat pada pembalut menjadi bagian yang berkontak langsung dengan kulit.

Bahan kimia dalam perekat itulah yang membuat kulit teriritasi. Selain itu, bahan lapisan terluar dari pembalut juga sering menimbulkan iritasi jika bergesekan dengan kulit. Bahkan, seringkali pemakaian pembalut yang tidak pas menyebabkan kulit lecet. Selain itu, bahan lain di dalam pembalut juga seringkali memicu alergi kulit.

Nah, jika tidak mau kulit teriritasi, maka gantilah pembalut sesering mungkin. Pastikan pembalut yang dipakai bersih dan nyaman. Jangan sampai pembalut basah terkena air. Jika sudah basah, segeralah mengganti pembalut tersebut. Nah, kapan waktu terbaik mengganti pembalut?

Area intim wanita merupakan bagian tubuh yang harus dijaga kebersihannya, khususnya saat menstruasi. Jika darah haid yang keluar banyak, sebaiknya ganti pembalut setiap satu sampai dua jam. Namun, jika tidak terlalu banyak Anda bisa mengganti pembalut setiap tiga hingga empat jam sekali.

Jika menggunakan panty liner, sebaiknya diganti setiap empat jam sekali. Jika lebih dari itu, dikhawatirkan kuman yang berkumpul di area kewanitaan berkembang biak lebih cepat sehingga menimbulkan bau tidak sedap, gatal, dan iritasi kulit lainnya.

Anda juga tidak perlu terlalu sering menggunakan sabun pembersih khusus area kewanitaan. Sabun tersebut justru akan membuat kulit kering. Sebaiknya, bersihkan organ intim dengan air bersih saja. Jika perlu, basuh organ intim dengan air rebusan daun sirih.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom