Pembagian 1.000 Pincuk Nasi Liwet Tutup Solo Imlek Fair 2018

 Warga antre mengambil nasi liwet saat Closing Ceremony Solo Imlek Fair 2018 di halaman parkir Benteng Vastenburg, Solo, Rabu (14/2/2018) malam. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Warga antre mengambil nasi liwet saat Closing Ceremony Solo Imlek Fair 2018 di halaman parkir Benteng Vastenburg, Solo, Rabu (14/2/2018) malam. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Panitia Solo Imlek Fair menutup acara tersebut dengan membagikan 1.000 pincuk nasi liwet  gratis kepada masyarakat.

Solopos.com, SOLO — Panitia Solo Imlek Fair (SIF) 2018 secara resmi menutup acara tersebut di Benteng Vastenburg, Solo, Rabu (14/2/2018) malam. Panitia menutup seluruh acara dengan membagikan 1.000 pincuk nasi liwet yang dibagikan gratis kepada para pengunjung.

“Penutupan dengan nasi liwet ini memang baru tahun ini kami lakukan. Tahun ini kami memang ingin mengangkat kearifan lokal salah satunya kuliner khas Solo yaitu nasi liwet,” ujar Ketua Panitia SIF, Tanu Kismanto, ketika ditemui wartawan di sela-sela penutupan SIF.

Panitia membagikan 1.000 pincuk nasi liwet kepada para pengunjung dengan harapan bisa menjadi satu pesan yakni selain merayakan Tahun Baru Imlek juga merayakan akulturasi budaya. Pembagian nasi liwet itu juga sebagai pengganti kembang api yang selama ini sering dilakukan setiap pergantian Tahun Baru Imlek.

Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2569/2018 tahun ini panitia tidak menyalakan kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya karena izin menyalakan kembang api yang diajukan tak keluar. Panitia melibatkan 10 penjual nasi liwet yang sering menjajakan dagangan di Solo. Sekaligus ini untuk memberdayakan para pedagang ini agar lebih banyak dikenal masyarakat luas.

Pengunjung SIF ini tidak hanya datang dari Kota Solo, melainkan datang dari berbagai daerah di luar Kota Solo. Hal ini sekaligus memberi kesempatan para peserta SIF yang semuanya dari UMKM untuk mempromosikan produk mereka.

“Nasi liwet itu diberikan gratis. Meski demikian pengunjung harus mempunyai voucher yang juga dibagikan gratis. Ini hanya untuk membatasi dan menjaga ketertiban,” kata dia.

Soal penyelenggaraan SIF tahun ini, Tanu berharap agar fasilitas lokasi seperti paving block yang ada diperbaiki. Ada beberapa tempat yang rusak sehingga ketika hujan airnya masuk ke lokasi SIF.

Kendati demikian, Tanu berterima kasih kepada pemerintah daerah yang dinilai telah memberi tempat strategis di tengah kota. “Pavingnya bergelombang, mungkin karena biasa digunakan parkir bus atau kendaraan lainnya sehingga paving tidak rata sehingga jika turun hujan tergenang air dan ada yang masuk ke tenda-tenda stan,” kata Tanu.

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Solo Imlek 2018, Sumartono Hadinoto mengatakan meski SIF resmi ditutup, lampion yang banyak menarik masyarakat belum dilepas. Rencananya lampion baru diturunkan pada 4 Maret.

Untuk itu dia meminta maaf kepada masyarakat luas terutama masyarakat pengguna jalan yang melintas di kawasan Pasar Gede. Setiap malam kawasan tersebut dipenuhi masyarakat yang ingin mengabadikan keindahan lampion sehingga mengganggu kelancaran arus lalu-lintas.

Di sisi lain, dia meminta masyarakat tak mudah didera konflik yang dipicu hal-hal yang tak semestinya bisa dihindari. “Mari kita jaga Kota Solo yang kondusif dan tak pernah ada konflik ini. Karena orang Solo sebenarnya cinta damai. Dulu konflik yang pernah ada akibat dibuat orang luar Solo yang mempunyai kepentingan tertentu,” kata dia.

Sementara itu salah seorang pengunjung SIF yang ikut menikmati nasi liwet gratis, Helen, warga Ngringo, Jaten, Karanganyar, mengaku senang mendapat nasi liwet. Siswa kelas VI SD yang datang bersama kakak dan kedua orang tuanya ini datang ke SIF untuk menghibur penonton.

“Saya ke sini tadi untuk menari pada penutupan SIF. Karena itu ketika mendapat voucher nasi liwet terus saya tukarkan,” kata dia.

Salah seorang warga lainnya, Wahyono, juga senang mendapat nasi liwet. Warga Cuplik, Sukoharjo, ini mengaku mendapat voucher dari panitia. “Nasi liwet ini memang gratis. Lumayan untuk mengisi perut sembil menikmati hiburan di sini,” kat dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Misteri Penunggu Gunung Dempo, Suka Mencari Mangsa Saat Pagi dan Senja

Gunung Dempo tak hanya menyuguhkan pemandangan indah, namun juga menyimpan misteri penunggu puncak gunung yang suka turun saat pagi dan senja menjelang petang.

Sukoharjo Waspadai Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Dari seluruh potensi bencana alam yang ada, seluruh wilayah Sukoharjo perlu mewaspadai risiko terjadinya angin kencang yang berpotensi merusak.

Cek! Bantul Mulai Terapkan Harga Baru Minyak Goreng Rp14.000 per Liter

Pemkab Bantul mengecek toko berjejaring sudah menerapkan harga baru minyak goreng Rp14.000 per liter, tetapi pedagang pasar tradisional malah belum.

Joss! Daun Talas Beneng dari Jateng Tembus Pasar Ekspor Australia

Daun talas beneng dari Jawa Tengah berhasil menembus pasar ekspor Australia yang dihargai Rp15.000-Rp20.000 per kilogram.

Performa di Liga 1 Menurun, Persija Jakarta Depak Pelatih

Persija Jakarta resmi mendepak pelatih Angelo Alessio. Keputusan itu dibuat manajemen Macan Kemayoran menyusul hasil minor selama putaran kedua BRI Liga 1.

Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN 4 Kebonromo Sragen Belajar di Rumah

Banjir yang menerjang Sragen pada Selasa (18/1/2022) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di SDN 4 Ngrampal. Sebagian siswa SD tersebut harus belajar dari rumah karena sekolah kebanjiran.

Ketahui Jenis-Jenis Vegetarian yang Sehat

Ada sejumlah diet vegetarian sehat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan kulit.

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Rp21.000 per Liter, Pedagang Pusing

Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional masih berada pada kisaran Rp19.500-Rp21.000 per liter.

Data Pribadi Dijual sebagai NFT, Ini Langkah Kemenkominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemenkominfo mengungkapkan telah menindak platform yang ketahuan memperjualbelikan data privasi sebagai NFT.

Waduh! Parkir 1,5 Jam, Wisatawan di Jogja Disuruh Bayar Rp350.000

Aksi parkir nuthuk atau menerapkan tarif di atas rata-rata kembali terjadi di kawasan wisata Kota Jogja.

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Hujan Deras, Wilayah Setabelan Solo Tergenang Luapan Anak Kali Pepe

Meluapnya anak Kali Pepe akibat tidak muat menampung air

Tega! Pria Ponorogo Aniaya Ibu Kandung Gara-Gara Uang Penjualan Kayu

Polisi menangkap seorang pria di Dukuh Pondok, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Katimun, 55, karena tega menganiaya ibu kandungnya sendiri gara-gara uang bagi hasil penjualan kayu.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.