Kategori: Nasional

PEMBACOKAN: Dituduh Istri Selingkuh, Warga Madura Bacok Tetangga


Solopos.com/Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS
Barang bukti berupa sebilah parang ditunjukkan di Mapolsek Banjarsari, Solo, Senin (21/1/2013). (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)

SOLO -- Seorang pengemis, Mattali, 37, indekos di Gondang Wetan RT 001/RW 001, Manahan, Banjarsari, Solo, berurusan dengan polisi karena menganiaya tetangganya sendiri, Sadali, 45. Warga Sumenep, Jawa Timur, itu tega membacok korban menggunakan parang di depan indekosnya, Kamis (27/12/2012), gara-gara sakit hati karena istrinya dituduh berselingkuh.

Saat gelar perkara di Mapolsek Banjarsari, Senin (21/1/2013), pelaku mengaku kabur ke kampung halamannya di Batu Jaran RT 003/RW 001, Pragaan Raya, Pragaan, Sumenep, bersama istrinya, Sanimah, 30, setelah peristiwa itu terjadi. Tak terima dengan kejadian itu korban yang merupakan tetangga indekos selama 5 tahun itu melaporkan kejadian yang ia alami ke Polsek Banjarsari. Aparat yang mengetahui pelaku kabur ke kampung halamannya, berkoordinasi dengan aparat Polres Sumenep. Hingga akhirnya pelaku diringkus di rumah orangtuanya di Batu Jaran, Sabtu (12/1/2013).

Pelaku di hadapan wartawan menceritakan, pembacokan itu terjadi akibat dari akumulasi rasa jengkel terhadap korban yang telah lama ia pendam. Ia tak tahan dengan tuduhan tanpa bukti korban yang mengatakan istrinya selingkuh dengan keponakan korban, Qodar.

Menurut pelaku, korban berulang kali menuduh istri pelaku bermesraan dengan keponakan korban. Mendapat informasi itu korban berusaha mencari kebenaran dengan bertanya kepada istri. Selain itu ia menelusuri dengan cara lain selama tiga hari. Saat ditanya istrinya mengaku tak mengenal keponakan korban. Penelusurannya pun tak ada yang menguatkan tuduhan korban.

Suatu ketika korban malah mengatakan istri pelaku pernah berhubungan intim dengan keponakannya itu. Hingga suatu ketika korban tak mampu membendung amarahnya melihat korban mengatakan hal serupa di hadapannya dan tetangga lain di depan indekosnya.

“Saya enggak terima difitnah. Pas saya bilangin korban malah marah. Korban mengambil pemahat kayu dan memukulkannya ke tubuh saya. Benda itu mengenai dahi dan perut saya. Saat terdesak itu lah saya meraih parang yang kebetulan ada di dekat saya. Kemudian, saya sabetkan ke kepalanya,” urai Mattali.

Akibat kejadian itu korban mengalami luka cukup parah di bagian telinga kiri. Warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Korban bersama istrinya kabur.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Andhika Bayu Adhitama, melalui Kanitreskrim, AKP Edi Hartono, menyampaikan petugas menyita barang bukti berupa sebilah parang berkarat yang ditinggal di indekos pelaku. Setelah memeriksa pelaku dan korban, penyidik menyimpulkan bahwa pelaku telah memenuhi unsur penganiayaan sebagaimana tertuang dalam Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Pelaku diancam hukuman penjara paling lama lima tahun.


Share
Ahmad Mufid Aryono

Dipublikasikan oleh
Ahmad Mufid Aryono

Berita Terkini

Rekomendasi Cabup-Cawabup Turun, PDIP Klaten Peringkatkan Kader Jangan Ngopling!

Solopos.com, KLATEN -- DPC PDIP Klaten merapatkan barisan pascapengumuman rekomendasi pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Klaten dari DPP… Read More

3 menit ago

BNPB: Susur Sungai untuk Orang Dewasa Terlatih

Solopos.com, SLEMAN – BNPB menegaskan kegiatan susur sungai hanya boleh dilakukan orang dewasa yang terlatih. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat… Read More

16 menit ago

Kronologi Lengkap Kematian Ashraf Sinclair: Meninggal di Tempat Tidur

Solopos.com, JAKARTA – Kronologi kematian artis Ashraf Sinclair yang misterius akhirnya terungkap. Ashraf Sinclair meninggal saat hendak tidur, bukan setelah… Read More

35 menit ago

Kejam! Anak Bunuh Ibu Kandung di Perkebunan Pudak Wonogiri

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang wanita asal Dusun Pudak RT 003/RW 005, Kelurahan Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, Ayu Parinem,… Read More

40 menit ago

Kwarnas Pramuka: Susur Sungai Bukan untuk Tingkat Penggalang

Solopos.com, SLEMAN – Kegiatan susur sungai berujung maut yang dilakukan 256 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, DIY, Jumat (21/2/2020), menuai… Read More

1 jam ago

Kota Solo Supermacet, Inilah Beberapa Strategi Mengurai Macet di Sejumlah Negara

Solopos.com, SOLO – Kota Solo dirundung kemacetan. Perjalanan warga dalam kota sejauh sekitar 9 kilometer kini ditempuh 1,5 jam. Padahal,… Read More

1 jam ago