Batik khas Girilayu, Matesih, Karanganyar. (batikgirilayu.blogspot.com)

Seorang wanita pembatik Girilayu, Wagiman Irodimedjo, yang mengaku sudah berusia di atas 100 tahun, masih sempat merasakan kegemilangan batik tulis Matesih di era 1965-1970-an. Di usianya kini, ia sudah tak lagi membatik. Kemampuannya diturunkan ke anak, cucu dan cicitnya. (JIBI/SOLOPOS/Pilar Sidik Pratomo)
KARANGANYAR - Produksi batik di Desa Girilayu, Matesih, Karanganyar, masih belum maksimal karena terbentur pendanaan dan pemasaran.

Kepala Desa Girilayu, Daryana, kepada Solopos.com, Senin (1/10/2012), mengatakan warga kebanyakan masih bertahan sebagai buruh pembatik. Pembatik hanya menerima limpahan pesanan dari pengusaha besar. Baik kain, motif dan pemasaran dilakukan sepenuhnya oleh pemesan. Pengusaha sebagai pemesan pun kebanyakan dari luar Karanganyar, seperti Solo, Bekonang dan Sragen. Padahal, menurutnya, jika semua proses dilakukan warga sendiri, keuntungannya lebih banyak.

“Kendala utama adalah kondisi keuangan masyarakat. Warga pembatik di sini kebanyakan menengah ke bawah. Pemasaran batik tulis sekarang cukup sulit karena harganya mahal, sehingga warga enggan berproduksi sendiri,” ungkap Daryana.
Sikap seperti itu, menurut Daryana, sebenarnya dapat menghambat perkembangan Desa Girilayu sebagai desa wisata. Dengan daya dukung objek wisata yang cukup dikenal, yakni Astana Giribangun (makam Pak Harto), Astana Mangadeg dan Astana Girilayu (Makam raja-raja Mangkunegaran), Girilayu sangat potensial dibanjiri wisatawan, baik lokal maupun asing.

Batik khas Girilayu, Matesih, Karanganyar. (batikgirilayu.blogspot.com)
Kepala Bidang Obyek dan Sarana Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karanganyar, Iskam, saat ditemui Espos, Senin, mengatakan pemerintah tak kurang upaya untuk mempromosikan Batik Girilayu. Tiap pekan promosi daerah tingkat nasional, Batik Girilayu selalu dibawa sebagai ikon Karanganyar. Sekarang pun sudah ada satu kelompok pembatik di Girilayu yang menjadi binaan Disbudpar untuk melakukan satu rangkaian produksi batik dari pembuatan, pengolahan menjadi pakaian jadi hingga pemasaran. Motif yang dibuat pun sudah mengikuti permintaan pasar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten