Tutup Iklan

Pemanfaatan Pelayanan Digitalisasi Ekonomi Terhadap UMKM 4.0

Artikel peserta Festival Ayo Membaca (FAM) 2021 karya Shafa Salsabila dan Abrar Adzkia Ahmad dari MAN 13 Jakarta.

Pemanfaatan Pelayanan Digitalisasi Ekonomi Terhadap UMKM 4.0

SOLOPOS.COM - Shafa Salsabila dan Abrar Adzkia Ahmad dari MAN 13 Jakarta. (Istimewa-dokumen pribadi)

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM juga bisa diartikan sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha ukuran kecil.

UMKM dibagi menjadi tiga kategori, yaitu usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Usaha mikro, biasanya dimiliki perseorangan atau keluarga dengan keuntungan bersihnya di bawah Rp 50 Juta per tahun. Usaha kecil, biasanya mendapat keuntungan bersih di bawah Rp 300 juta per tahun. Dan Usaha menengah, biasanya sudah memiliki sistem pembukuan lengkap, terpisah dari uang pribadi. Pendapatan per tahunnya bisa melebihi Rp 300 juta.

Dukungan perbankan salah satunya adalah proses penyaluran kredit kepada para pelaku UMKM di Indonesia. Bank Indonesia telah mengeluarkan ketentuan yang mewajibkan kepada perbankan untuk mengalokasikan kredit/pembiayaan kepada UMKM mulai Tahun 2015 sebesar 5%, 2016 sebesar 10%, 2017 sebesar 15%, dan pada akhir Tahun 2018 sebesar 20%.

Di era globalisasi ini, daya saing yang kuat sangat dibutuhkan demi kelancaran dan keefektifan dalam penganturan keuangan bisnis yang lebih baik dari yang sebelumnya seperti saat ini, Untuk itu, diperlukan pengaturan keuangan yang baik untuk menunjang keberlangsungannya.

Perkembangan teknologi di era industri 4.0 ini memberikan solusi baru bagi pelaku UMKM, contohnya adalah keberadaan M-Banking yang dimana seseorang dapat bertransaksi hanya melalui fitur yang ada di smartphone dan itu termasuk cara yang tepat dalam memudahkan para pelaku UMKM dalam bertransaksi.

Solusi lainnya adalah penggunaan website bagi UMKM, sebab sekarang ini website menjadi alat bantu dalam marketing sehingga bisa dimuat dalam media dengan lebih efektif dan mudah diccari pada mesin penelusur. Selanjutnya adalah penggunaan Electronic commerce atau e-commerce yang dimana segala aktivitas jual beli dilakukan melalui media elektronik.

Yang dimaksud dengan UMKM 4.0 adalah usaha Kecil Menengah yang diharuskan bersaing di era industri yang memanfaatkan teknologi sehingga mempermudah kerja manusia di dalamnya. Penggunaan teknologi pada era industri 4.0 dapat diterapkan pada UMKM sehingga waktu yang digunakan menjadi jauh lebih efisien.

Big data, cyber security, dan system integrate adalah beberapa jenis teknologi yang akan memainkan peran penting dalam revolusi industri ini, termasuk UMKM. Selain itu, masih banyak jenis teknologi yang akan berperan dan berkontribusi pada era industri ini. Internet of Things atau IoT juga merupakan salah satu solusi dan inovasi teknologi terkini yang dibutuhkan era Industri 4.0 ini. Internet of Things akan memengaruhi kenyamanan mentransfer data melalui Internet tanpa kontak langsung dengan manusia.

Revolusi Industri 4.0 sangat membantu UMKM. Tidak perlu memikirkan hal-hal luas dan yang rumit dari Revolusi Industri 4.0, tapi maksimalkan dulu sebagian kecil dari Industri 4.0 seperti penerapan teknologi digital dan internet, seperti:

1. Manfaatkan kecanggihan Google dengan membuka akun Google Bisnisku (Google My Business). Dengan Akun Google Bisnisku, UMKM akan terdaftar di mesin pencari Google yang canggih, sehingga bisa menjangkau pelanggan dengan lebih mudah.

2. Selain Google bisnis, manfaatkan pula media sosial. Saat ini, media sosial seperti Facebook , TikTok dan Instagram sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan digital masyarakat Indonesia dikarenakan banyak orang memiliki akun di aplikasi tersebut. Media sosial bisa menjadi media transaksi antara UMKM dan konsumennya tanpa perlu mengeluarkan uang lebih untuk bertemu secara langsung.

3. Menggunakan aplikasi yang gratis seperti Whatsapp, Telegram, dan Messenger untuk menghubungi pengguna ataupun pelanggan dengan mudah.

4. Dalam bertransaksi, tidak perlu menggunakan uang kertas. Gunakan saja transaksi cashless payment. UMKM dapat menggunakan aplikasi dompet digital seperti OVO, Sakuku, Gopay dan lain-lain untuk menyimpan uang. Selain untuk menyimpan uang, aplikasi e-wallet atau dompet digital ini dapat digunakan sebagai media pembayaran, mudah bukan? Tak hanya itu, di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, aturan protokol kesehatan diterapkan begitu ketat, salah satunya adadalah menjaga jarak. Itu tak menjadi masalah, gunakan saja QRIS sebagai metode pembayaran. Selain praktis karena hanya tinggal scan, jarak pun tetap terjaga.

5. Online Market Place seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, Blibli, dan masih banyak lagi, dapat menjadi alternatif bagi yang tidak memiliki tempat untuk membuka toko.

6. Pengiriman barang pun saat ini menjadi lebih mudah dengan adanya perusahaan ekspedisi. Pembeli tak perlu khawatir ketika membeli barang di sebuah toko online yang jaraknya sangat jauh dikarenakan barang yang dibeli dapat di antarkan ke rumah pembeli lewat perusahaan ekspedisi, seperti JNE, J&T, Si Cepat dan lain-lain. Pembeli pun dapat melacak pesanannya tersebut melalui aplikasi atau website perusahaan tersebut, mudah dan lengkap bukan?

Intinya, UMKM akan sangat terbantu dengan hadirnya era Revolusi Digital 4.0 ini. Syarat utamanya adalah pondasinya harus kuat terlebih dahulu. Karena UMKM ini adalah salah satu subjek yang kuat dalam pembangunan dan keberlangsungan proses produksi penjualan. Sama seperti membangun rumah, tanpa pondasi yang kuat, rumah akan cepat ambruk.

Setelah itu, manfaatkan berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi digital dan internet saat ini. Pilih beberapa opsi apa saja yang paling efektif dan efisien sesuai kebutuhan dan perkembangan. Tertarik untuk memulai UMKM? Tidak ada kata terlambat. Dengan teknologi digital dan internet, dunia ada di dalam genggaman.

UMKM akan sangat terbantu di era Revolusi Digital 4.0 ini. Selain kerja keras, penggunaan teknologi dan informasi yang ada serta pemanfaatan layanan perbankan sangat menentukan perkembangan atau kegagalan suatu UMKM. Bagi penulis, ekonomi digital diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kesadaran masyarakat UMKM untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas produksi, sehingga dapat dinamakan UMKM 4.0.

Guna mewujudkan efektifitas pelaku UMKM 4.0 dalam pengembangan bisnis produksi ke konsumen, penulis mencoba merumuskan bagaimana para pelaku UMKM harus sadar akan pentingnya penggunaan internet dan website dalam rangka meningkatkan pemasaran produknya untuk saat ini, memanfaatkan fasilitas M-Banking dan menjadi pelaku e-commerce.

Oleh karena itu, bagi penulis, perkembangan teknologi niscaya dapat memberikan dampak solusi dan inovasi baru bagi para pelaku UMKM, misalnya dengan adanya M-Banking yaitu layanan transaksi perbankan melalui fungsi smartphone.

Penggunaan website bagi UMKM sangat direkomendasikan, sebab sekarang ini teknologi dapat menjadi alat bantu dalam marketing sehingga produk bisa dimuat dalam media dengan lebih bagus dan menarik serta mudah diakses pada mesin penelusur. Dan juga penggunaan electronic commerce atau e-commerce dimana jual-beli dapat dilakukan hanya dengan melalui media elektronik.

Untuk mengatasi permasalahan pemasaran yang dihadapi UMKM, era digital ini menjadi salah satu pokok penting dalam perubahan sistem pemasaran yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM. Hal ini karena dengan adanya teknologi digital, akses pemasaran bagi pelaku UMKM menjadi lebih murah dan mampu mencapai jangkauan konsumen yang lebih luas. Berikut adalah tiga langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pertama, Pelaku UMKM dapat membuat website tentang bisnis dan produknya melalui penyedia layanan. Website juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelaku bisnis, ada banyak pilihan website, ada yang menggunakan website berbayar maupun tidak berbayar.

Kedua, Pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produknya. Pengaruh media sosial yang luas dan tidak terbatas juga dapat digunakan sebagai platform bisnis dan media pemasaran secara gratis.

Ketiga, Di era industri 4.0 ini, peserta UMKM dapat memanfaatkan pesatnya perkembangan e-commerce, baik itu iklan baris, retailer maupun pasar. Sistem saluran pemasaran secara keseluruhan mencakup wilayah yang luas dan tidak dibatasi ruang dan waktu, yang akan sangat membantu pelaku UMKM dalam pemasaran.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan hadirnya era Revolusi Industri 4.0, kemajuan teknologi dan informasi dapat dimanfaatkan oleh seluruh kalangan, khususnya pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Merupakan suatu hal penting bagi para pelaku UMKM untuk memahami teknologi agar bisa dimanfaatkan dengan baik serta mampu menggapai seluruh potensi yang ditawarkan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Gegara Utang Rp50.000, Pria Mabuk Ngamuk Sayat 4 Orang Pakai Pisau di Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Gara-gara perkara utang Rp50.000, Agus Sulistyo alias Ngonggang, 30, warga Dukuh Grogol, RT 01/RW 03, Desa Nglorog, Sragen, mengamuk hingga melukai empat orang sekaligus dengan sabetan pisau.

Pemanfaatan Pelayanan Digitalisasi Ekonomi Terhadap UMKM 4.0

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM juga bisa diartikan sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha ukuran kecil.

Bayar Tanpa Cash Bisa Cegah Penularan Virus Corona

Tren metode pembayaran saat ini terus berkembang, salah satunya dengan menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Bahkan WHO mengimbau masyarakat bertransaksi secara non tunai untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pakai QRIS Lebih Praktis

Kemajuan teknologi telah menyapa berbagai aspek termasuk perekonomian digital. Bank Indonesia selaku pelaksana kebijakan moneter di Indonesia meluncurkan sistem pembayaran menggunakan QRIS sejak tanggal 17 Agustus 2019.

Transaksi Makin Praktis dengan Dompet Digital

Melihat pertumbuhan inovasi yang sangat cepat memudahkan kita dalam menjalani aktivitas yang serba digital ini. Banyak kemudahan yang bisa kita rasakan seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Inovasi-inovasi teknologi pun terus bermunculan menawarkan banyak trobosan baru yang pastinya berdampak positif terhadap kualitas layanan masyarakat.

Digitalisasi Keuangan dan Ekonomi, Indonesia Makin Bergengsi

Era digital yang dibersamai dengan hadirnya pandemi Covid-19 meningkatkan penggunaan keuangan dan ekonomi digital. Seperti yang dikatakan oleh Senior Data Scientist Lembaga Riset Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Sharing Vision, Dimitri Mahayana bahwa selama pandemi, terjadi booming pemakaian m-banking dan e-money, yaitu naik 50%.

Simplifikasi Keuangan Model Lawas Menuju Financial Technology, Peluang atau Ancaman?

Revolusi industri 4.0 membawa perubahan signifikan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pada era ini, terjadi pergeseran trend inovasi ke arah teknologi digital. Dalam aspek sosial, teknologi sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat agar bisa berkomunikasi satu sama lain. Begitu pula pada aspek ekonomi. Perkembangan financial technology atau yang biasa dikenal dengan fintech semakin menyatu dengan masyarakat dan menghapus sekat-sekat diferensiasi sosial. Namun, semakin dikenalnya financial technology dikhawatirkan akan menyebabkan disrupsi dalam kehidupan masyarakat.

Ternyata QRIS Masih Belum Diketahui Milenial, Simak Faktanya!

Perubahan di segala bidang kehidupan pasti terjadi seiring berjalannya waktu. Kita sedang hidup di zaman milenial, era dimana transformasi, digitalisasi, dan simplifikasi merupakan kunci utamanya. Tak beda halnya dengan sistem perekonomian di Indonesia yang terus mengalami pembaruan. Seperti penggunaan uang fisik dalam kehidupan sehari-hari yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat, kini semakin berkurang karena hadirnya uang giral. Kemajuan teknologi yang pesat melahirkan berbagai inovasi yang dulu hanya menjadi angan-angan semata. Sekarang kita tidak perlu khawatir jika keluar rumah tanpa membawa dompet dan uang, cukup membawa smartphone dan semua masalah pembayaran dapat terselesaikan.

Digitalisasi, Solusi UMKM Hadapi Pandemi

Tak bisa dipungkiri, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu penggerak utama perekonomian. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai 99,9% (data Kementerian Koperasi dan UKM RI) dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia.

Meningkatnya Produktivitas Teknologi Dompet Digital

Di era milenial ini, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya teknologi digital, semua pekerjaan sekarang banyak yang sudah mengandalkan teknologi digital. Contohnya pekerjaan dibidang perekonomian, pendidikan, politik, dan lain sebagainya. Kali ini kita akan membahas mengenai teknologi digital dalam bidang perekonomian. Salah satu contohnya seperti dompet digital .

Evolusi Barter Hingga QRIS

Zaman terus berkembang dari waktu ke waktu. Sama halnya dengan teknologi yang terus berevolusi, sehingga mendorong suatu kemajuan ekonomi.

Ekonomi Anti Sial dengan Literasi Finansial Digital

Apa isi timeline media sosial Anda saat ini? Apakah dipenuhi dengan influencer kaya raya yang suka bagi-bagi atau menghamburkan uang? Apa dampak dari Anda menonton konten-konten yang menghamburkan uang? Apakah berpengaruh terhadap cara kamu mengatur keuanganmu? Mari kita bahas!

Ekonomi dan Keuangan Digital Menuju Indonesia Maju

Mengenal Bank Indonesia Pasti kamu pernah mendengarnya, entah itu dari media digital maupun dari media langsung seperti koran. Sebenarnya apa sih Bank Indonesia, apa saja tugas mereka, mari kita simak bersama.

Transformasi Pasar Tradisional Menjadi Pasar Online

Tahukah anda faktor yang menyebankan terjadinya trasformasi pasar tradisional menjadi pasar online? apa dampak yang di timbulkan? Serta bagaimana cara mengatasinya? Kita tidak bisa memungkiri bahwa perkembangan terknologi yang semakin pesat membawa banyak perubahan di dalam kehidupan manusia, tak terkecuali di sektor perdagangan.

Keuangan dan Ekonomi Digital Menuju Indonesia Maju

Pada era globalisasi banyak sekali perkembangan yang telah terjadi, salah satunya adalah perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi berdampak pada beberapa aspek, salah satunya pada aspek transaksi dan jual beli. Pada artikel ini, penulis akan membahas mengenai keuangan dan ekonomi digital menuju Indonesia maju.

Financial Planning Bagi Generasi Milenial di Era New Normal

“Perencanaan keuangan yang benar, seperti membuat anggaran, menabung untuk dana darurat, berinvestasi, menyiapkan biaya untuk masa pensiun dapat membantu Anda hidup lebih sejahtera, meskipun ada badai keuangan.” – Ben Bernanke

Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

Hai sobat milenial! Dimanapun anda berada. Banyak dari kita kaum milenial yang sekarang serba online, misalnya seperti belanja, transportasi, serta sekolah pun dilakukan secara online. Perkembangan ini memaksa kita untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan media digital, misalnya pada sistem pembayaran.

BI Bergeliat Memajukan Indonesia di Era Ekonomi Digital

Revolusi internet mendorong kemajuan teknologi digitalisasi mampu merenovasi wajah negeri. Perubahan teknologi analog ke teknologi digital merombak cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang serba canggih. Ruang dan waktu semakin terkompresi dan semakin memuncak bersamaan tragedi pandemi. Transisi menyurihkan segala bidang, tidak lepas dari hal tersebut adalah digitalisasi ekonomi yang hadir begitu cepat dapat memangsa yang lambat dan bukan yang besar memangsa yang kecil.

Optimalisasi Go Digital dalam Program UMKM Onboarding di Masa Pandemi

Seperti yang kita ketahui, di masa pandemi ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia mulai menurun. Bahkan saat pemberian pembekalan kepada alumni PPRA 60 dan 61 Lembaga Ketahanan Nasional, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi ini memang sulit untuk dicapai. Hal ini juga dapat dirasakan tidak hanya oleh pemerintah, namun semua masyarakat Indonesia juga merasakannya. Bahkan bisa dikata jika Indonesia sempat mengalami krisis perekonomian pada masa pandemi ini.

Potensi Indonesia dalam menghadapi Ekonomi dan Keuangan Digital

Tahun 1991 seorang bernama Tim Berners-lee memperkenalkan istilah world wide web dan mulai saat itulah internet mendunia, banyak orang yang melakukan kegiatan dengan menggunakan internet. Internet sendiri merupakan suatu jaringan komunikasi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan satu alat atau media elektronik dengan media elektronik lain walaupun jarak jauh. Perkembangan zaman menuntut kita untuk melakukan revolusi digital. Internet mengambil alih hampir seluruh aktivitas manusia yang awalnya dilakukan secara face to face. Masuknya teknologi dalam kehidupan manusia memberikan banyak dampak dalam beberapa bidang.

Kemudahan dalam Genggaman BRIlink di Pelosok Jenawi

Indonesia saat ini sedang melaju dalam menerapkan revolusi industri 4.0. Kehadiran industri 4.0 menjadi bukti bahwa perkembangan industri teknologi menjadi kebutuhan primer dalam kemajuan suatu negara. Teknologi dapat mendorong perekonomian suatu Negara dari tradisional ke arah ekonomi digital modern.

Implementasi QRIS dalam Menghadapi Ekonomi dan Keuangan Digital Menuju Indonesia Maju

Konsep industri di era digital atau biasa dikenal dengan era revolusi industri 4.0 membuat ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang pesat. Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan konsep tersebut. Berganti tahun, kini muncul pula konsep baru yang disebut Society 5.0 yang mana tidak jauh-jauh dari unsur teknologi konsep ini pun digagas untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan membentuk sinergi antara manusia dan teknologi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan.

Gojek Transportasi Terbaik

Kita semua pasti gak asing lagi kan dengan kata “Gojek”? Ya Gojek adalah sebuah perusahaan transportasi online yang beroperasi diseluruh kawasan Indonesia. Kalian tau gak siapa pemilik perusahaan Gojek? Tidak lain dan tidak bukan pemilik perusahaan adalah Nadiem Makariem yang pasti nama tersebut tak asing lagi kan dengan nama beliau. Namanya mulai akrab dengan kita sejak beliau menjadi Mendikbud Indonesia pada kabinet Indonesia maju dimasa presiden Joko Widodo dan KH.Makruf Amin sebagai Wapres Indonesia.

Peradaban Ekonomi Digital Revolusi 4.0

Hay Sahabat Baca semuanya, tahu kah kalian bahwa revolusi teknologi sudah memasuki 4.0, dimana sebelumnya kita sudah melewati revolusi ketiga (3.0) yakni revolusi teknologi. Saat itu waktu dan ruang sudah tak lagi berjarak. Di revolusi industri 3.0 telah mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Namun juga dibalik itu masih ada kekurangan yaitu industri lebih memilih mesin dan robot daripada manusia. Era 3.0 menghadirkan teknologi mesin menciptakan kendaraan, membuat waktu dan jarak semakin dekat sehingga mengusung sisi kekinian (real time) loh Sahabat Baca.

Daya Tarik QRIS di Masa Pandemi

Kemajuan teknologi dapat memengaruhi sektor perekonomian yaitu dengan sistem pembayaran yang lebih efisien. Kecanggihan teknologi ekonomi digital memberikan QR Code sebagai alat pembayaran, sehingga masyarakat dapat bertransaksi tanpa membawa uang tapi cukup dengan menggunakan ponsel.

Kemajuan Ekonomi Digital dari Sisi E-Commerce (Di Era Pandemi Covid-19)

Pandemi covid seperti saat ini, merupakan salah satu hal yang membuat masyarakat Indonesia merasa khawatir akan ekonomi yang mereka hadapi khususnya bagi pelaku usaha. Pelaku usaha yang sudah tidak kaget akan penurunan omzet penjualan, tidak akan mengeluh dengan kejadian yang dihadapi saat ini. Dengan adanya persaingan di dunia jual beli, maka perlu adanya penggunaan teknologi  yang saat ini semakin maju. Teknologi komunikasi tidak hanya digunakan untuk browsing, membuat status di media sosial, youtube. Namun juga dapat dimanfaatkan untuk mereka yang memiliki usaha dagang dengan menerapkan ekonomi digital. Ekonomi digital di Indonesia sudah menjadi semakin maju dan menjadi berkembang. Dengan adanya ekonomi digital, masyarakat dengan mudah untuk melakukan jual beli di market place, web, instagram, shoppe, lazada maupun di bukalapak.

Belanja Online Meningkat, Masyarakat Antusias dalam Penggunaan Digital Keuangan melalui Smartphone

Kebutuhan masyarakat untuk membeli suatu barang tidak dapat terbendung ketika dalam keadaan darurat. Tahukah kalian bahwa aktivitas ekonomi seperti halnya jual-beli tidak serumit di masa lalu. Apabila di masa lalu konsumen memberi barang harus datang jauh ke toko yang menjual barang tersebut, maka hari ini kita tidak perlu susah payah untuk melakukan hal yang demikian.

QRIS: Pembayaran Digital Semakin Praktis, Solusi Efektif di Masa Pandemi

Di era yang serba digital saat ini, kita hampir tidak bisa lepas dari teknologi. Mulai dari penggunaan mesin-mesin untuk mempercepat pekerjaan, hingga yang paling dekat dengan kita, yaitu telepon genggam. Proses digitalisasi yang menyeluruh membuat semua aspek terdampak digitalisasi dan tentunya berhubungan dengan internet. Berbagai kalangan usia sudah tidak asing lagi dengan keberadaan internet yang juga makin berkembang dan populer. Keberadaan internet dapat membuat berbagai aktivitas menjadi lebih mudah dan efisien. Internet pun sudah menjangkau berbagai aspek kehidupan, misalnya untuk komunikasi dengan berbagai aplikasi chatting dan sosial media, hingga pendidikan juga sudah banyak menggunakan media internet atau daring.

Fintech, Tawaran Solutif Indonesia Maju

Di tengah pandemi COVID-19 ini, terjadi pembatasan aktivitas sosial masyarakat. Meskipun begitu, kehidupan ekonomi masyarakat harus tetap berjalan walau mengalami kelumpuhan. Banyak perusahaan yang terpaksa mengurangi jumlah produksi barang dan tenaga kerja karena menurunnya daya beli masyarakat akibat pendapatan yang juga menurun.

Eksistensi QRIS BI, Solusi Pembayaran di Masa Pandemi Covid-19

Dewasa ini perkembangan teknologi berkembang dengan pesat, sistem pembayaran dalam transaksi ekonomi mengalami perubahan. Perkembangan teknologi dalam pembayaran menggantikan peranan uang tunai (currency) sebagai alat pembayaran menjadi bentuk pembayaran digital yang lebih efektif dan efisien. Pembayaran non tunai pada umumnya dilakukan melalui alat pembayaran dengan cara transfer antar bank ataupun intra bank melalui jaringan internal bank sendiri. Pembayaran non tunai juga dapat dilakukan dengan menggunakan warket, dan Real Time Gross Setlement (RTGS). Pembayaran non tunai berbentuk warket sepertic ek, bilyet, giro, nota debet dan nota kredit.

Peran Financial Technology Menurut Konsep Ekonomi Islam

Pertumbuhan Financial Technology telah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, bersamaan dengan pertumbuhan generasi millenial yang telah beranjak dewasa, sehingga dinilai menjadi pasar yang amat potensial.

Aktualisasi Ekonomi Digital di Daerah Rural

Zaman semakin berkembang begitu pula sarana dan fasilitas bagi masyarakat. Nah, perkembangan sarana dan fasilitas tersebut antara lain sarana transportasi yang semakin memadai, alat elektronik yang memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi, juga sektor ekonomi yang mengalami digitalisasi.

Ekonomi Digital Untuk Indonesia Maju

Kegiatan mendapatkan dan memberikan barang adalah hal yang sangat dekat dengan kita. Hal tersebut tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan hidup serta memperoleh kenyamanan. Mulai dari kebutuhan primer hingga tersier, kebutuhan jasmani dan rohani, kebutuhan untuk saat ini hingga yang akan datang, sampai kehidupan individu dan kelompok.

Marketplace dan Online Shop, Serupa tapi Tak Sama

Dikutip dari laman CNN Indonesia, negara kita tercatat sebagai penyumbang 40% dari total ekonomi internet di Asia Tenggara yang mencapai US$100 Miliar. Hal ini didorong oleh perdagangan elektronik yang melaju semakin pesat secara signifikan.